Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Buntut Perang Iran, Survei Sebut 52 Persen Warga AS Desak Trump Dimakzulkan

Mizan Ahsani • Kamis, 9 April 2026 | 15:23 WIB
Donald Trump
Donald Trump

Jawa Pos Radar Madiun - Mayoritas publik Amerika Serikat (AS) mendesak Kongres untuk segera memakzulkan Presiden Donald Trump.

Penolakan luas ini dipicu oleh sederet kebijakan kontroversial, terutama agresi militer koalisi AS-Israel terhadap Iran.

Baca Juga: Jakarta Melesat Jadi Kota Teraman Kedua di Asia Tenggara, Lampaui Bangkok dan Kuala Lumpur

Merujuk hasil jajak pendapat terbaru yang dipublikasikan Newsweek pada Rabu (8/4), sebanyak 52 persen pemilih terdaftar menyatakan dukungan terhadap pemakzulan Trump.

Angka ini mengungguli 40 persen responden yang menolak. Secara mengejutkan, satu dari tujuh pemilih Partai Republik turut menyokong langkah pelengseran tersebut.

Presiden Free Speech for People, John Bonifaz, menilai lonjakan ketidakpuasan publik ini sangat tidak lazim.

"Ini adalah hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya di awal masa jabatan presiden," ujarnya, menyoroti tren penolakan yang jauh lebih cepat dibandingkan era Presiden Richard Nixon.

Baca Juga: Gebrakan Prabowo: Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta, Kemenhaj Kaji Skema Tanpa Antre

Gelombang protes juga menguat di internal Kongres.

Tokoh politisi Partai Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez (AOC), menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran sama sekali tidak menganulir rentetan ancaman genosida yang sempat dilontarkan Trump.

"Baik melalui kabinet maupun Kongres, Presiden harus dicopot dari jabatannya. Kita sedang bermain di ambang kehancuran," tegas AOC yang terus mendesak pelucutan kekuasaan sang presiden. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#warha amerika #dimakzulkan #politisi demokrat #donald trump #perang iran