Jawa Pos Radar Madiun - Kegagalan negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Pakistan pada Sabtu (11/4) lalu berbuntut panjang.
Menyikapi kebuntuan tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian bergerak cepat dengan langsung menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam pembicaraan strategis itu, Putin secara terbuka menyatakan kesiapan Moskow untuk turun tangan.
"Rusia siap memfasilitasi penyelesaian politik dan diplomatik guna mencapai perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah," demikian pernyataan resmi Kremlin.
Presiden Pezeshkian pun menyambut baik tawaran tersebut.
Ia turut mengapresiasi posisi prinsip Rusia di kancah internasional serta bantuan kemanusiaan yang terus disalurkan guna meredakan eskalasi konflik kawasan.
Baca Juga: Baru Dilantik, Sekda Ponorogo Langsung Siapkan Mutasi dan Lelang Jabatan
Diketahui, mandeknya negosiasi AS-Iran dipicu oleh ketidaksepakatan krusial terkait kendali jalur pelayaran Selat Hormuz dan isu pengayaan uranium.
Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi bahkan langsung angkat kaki dan mengklaim telah memberikan "tawaran terakhir dan terbaik".
Sebaliknya, delegasi Teheran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa inisiatif konstruktif Iran gagal menemui titik temu karena pihak Washington dinilai tidak bisa dipercaya.
Baca Juga: Cukup 30 Menit! Tiga Olahraga Ringan Ini Efektif Kecilkan Perut dan Bakar Lemak
Kegagalan kompromi ini langsung memantik kekhawatiran global akan meletusnya kembali pertempuran terbuka.
Ketegangan yang berlarut-larut ini berpotensi mengancam jalur pelayaran vital, merusak fasilitas migas di Teluk, dan memicu lonjakan liar harga energi dunia. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura