Jawa Pos Radar Madiun - Ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memuncak.
Usai perundingan damai di Pakistan gagal, Presiden AS Donald Trump resmi memerintahkan blokade militer terhadap kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz mulai Senin (13/4).
Baca Juga: Perundingan Damai Gagal, AS Resmi Blokade Seluruh Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini
Komando Pusat AS (CENTCOM) memastikan blokade tersebut hanya menyasar aktivitas maritim Iran secara spesifik.
Namun, langkah sepihak Washington ini nyatanya tidak didukung oleh sekutu NATO.
Negara kunci Eropa seperti Inggris dan Prancis dengan tegas menolak ikut campur agar tidak terseret ke dalam jurang perang terbuka.
Di tengah ancaman krisis energi global akibat blokade ini, Trump justru memantik kontroversi baru.
Ia menolak meminta maaf usai menyemprot Paus Leo XIV.
Trump mengaku tidak terima lantaran kebijakan kerasnya terhadap Iran dan Venezuela dikritik oleh pemimpin Gereja Katolik sedunia tersebut.
Baca Juga: Usai 5 Jam Bertemu Putin, Prabowo Langsung Terbang ke Paris Temui Macron
Sementara itu, rentetan dampak konflik kian meluas ke negara sekitar.
Militer Israel dilaporkan terus membombardir 150 titik target Hizbullah di Lebanon, bertepatan dengan desakan tegas Hizbullah yang menolak perundingan damai apa pun dengan Israel. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura