Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Indonesia melalui PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti rencana pembelian minyak mentah (crude oil) dari Rusia.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah gejolak pasar energi global yang masih penuh tekanan.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa saat ini penjajakan masih berada di level pemerintah.
Sebagai BUMN pengelola energi, Pertamina akan bergerak sesuai dengan regulasi dan arahan yang ditetapkan.
Meskipun terbuka terhadap peluang kerja sama, Pertamina tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudence) dan kepatuhan.
Baca Juga: Bocoran Xiaomi 18 Pro: Kamera 200MP Ganda, Pakai Lensa Magnetik dan Snapdragon 8 Elite Gen 6
Baron menjelaskan bahwa aspek komersial dan operasional akan dikaji secara mendalam sebelum keputusan final diambil.
Salah satu poin krusial adalah kecocokan spesifikasi minyak mentah Rusia dengan teknologi kilang di Indonesia.
“Kami akan pelajari jenis crude tersebut. Dengan modernisasi kilang, ke depan diharapkan kilang Pertamina memiliki fleksibilitas untuk mengolah beberapa jenis minyak mentah,” ujar Baron, Selasa (14/4).
Rencana kerja sama ini menguat pasca pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas kolaborasi energi yang konkret dan berorientasi pada kepentingan nasional. (naz)
Editor : Mizan Ahsani