Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Krisis Semikonduktor Kian Parah: 40 Ribu Karyawan Mogok Kerja, Produksi Chip Samsung Anjlok 58 Persen

Alfiah Sidiq • Senin, 27 April 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi gedung Samsung.
Ilustrasi gedung Samsung.

Jawa Pos Radar Madiun - Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, menghadapi kendala besar dalam lini produksinya.

Produksi chip semikonduktor Samsung dilaporkan mengalami penurunan signifikan akibat aksi mogok kerja massal yang dilakukan oleh lebih dari 40.000 pekerja di kompleks pabrik Pyeongtaek sejak awal pekan lalu.

Aksi ini berdampak langsung pada operasional pabrik yang biasanya berjalan nonstop 24 jam dengan sistem tiga shift.

Berdasarkan laporan dari Sam Mobile pada Senin (27/4), serikat pekerja mengungkapkan data yang cukup mengejutkan mengenai dampak gangguan pada shift malam yang terjadi Kamis (23/4) lalu.

Produksi foundry mengalami penurunan tajam hingga 58 persen. Produksi chip memori berkurang sebesar 18 persen.

Gangguan ini terjadi karena para pekerja tidak masuk sesuai jadwal kerja malam (pukul 22.00 hingga 06.00 pagi).

Mengingat industri semikonduktor memerlukan proses yang presisi dan berkelanjutan, kekosongan satu shift saja sudah cukup untuk mengacaukan ritme produksi massal.

Baca Juga: 5 Manfaat Masker Mugwort untuk Wajah dan Cara Menggunakannya

Tuntutan Bonus dan Perbaikan Upah

Aksi mogok kerja ini dipicu oleh ketidakpuasan pekerja terhadap skema pengupahan dan bonus. Serikat pekerja mengajukan beberapa tuntutan utama kepada manajemen Samsung, antara lain:

  1. Kenaikan Upah: Penyesuaian gaji pokok sesuai standar hidup saat ini.

  2. Penghapusan Batas Bonus: Meminta penghapusan batasan maksimal pada skema upah berdasarkan kinerja.

  3. Alokasi Laba: Menuntut sekitar 15 persen dari laba operasional perusahaan dialokasikan sebagai bonus kinerja bagi anggota serikat pekerja.

Ancaman di Tengah Tingginya Permintaan Global

Situasi ini terjadi di waktu yang sangat krusial. Saat ini, dunia tengah mengalami lonjakan permintaan chip tinggi untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan perangkat mobile.

Jika aksi mogok kerja ini terus berlanjut tanpa solusi, Samsung berisiko kehilangan momentum untuk memenuhi kebutuhan pasar global yang sedang tumbuh.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Samsung dikabarkan masih terus melakukan negosiasi intensif dengan perwakilan serikat pekerja.

Namun, belum ada kesepakatan tertulis yang dicapai oleh kedua belah pihak untuk mengakhiri aksi industri ini. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#semikonduktor #chip #samsung #mogok kerja #krisis