Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Trump Tegaskan Netanyahu Harus Tunduk pada Kesepakatan Nuklir AS dan Iran

Mizan Ahsani • Selasa, 9 Juni 2026 | 23:21 WIB
Pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih (www.tempo.co)
Pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih (www.tempo.co)

Jawa Pos Radar Madiun - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan tegas terkait dinamika hubungan diplomatik di kawasan Timur Tengah.

Trump memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar menerima segala bentuk kesepakatan nuklir yang kelak dicapai antara Washington dan Teheran.

Pernyataan mengejutkan tersebut disampaikan oleh sang presiden saat melakukan sesi wawancara telepon dengan media asal Inggris, Financial Times.

Baca Juga: Investor Sukabumi Tertipu Rp 218 Miliar Dana Talangan Dapur MBG, Petinggi BGN Saling Lempar

Kendali Penuh Kebijakan Luar Negeri AS

Dalam wawancara tersebut, Trump menolak keras anggapan bahwa Israel memiliki pengaruh besar terhadap strategi maupun keputusan diplomatik Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa seluruh kendali keputusan kebijakan luar negeri mutlak berada di tangannya tanpa campur tangan dari pihak mana pun.

Netanyahu disebut tidak memiliki hak veto dan sama sekali tidak memiliki pilihan lain selain tunduk pada keputusan akhir dari pihak Washington.

Peringatan keras ini mencuat tak lama setelah rentetan serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh Garda Revolusi Iran ke berbagai target di Israel.

Negosiasi Berlanjut di Tengah Serangan

Serangan rudal balistik dari Iran tersebut merupakan pelanggaran paling signifikan sejak kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada awal April lalu.

Meski situasi keamanan tengah memanas, Trump memastikan bahwa insiden berbalas serangan tersebut tidak akan memengaruhi upaya diplomatik AS dengan Teheran.

Ia memastikan akan terus mengejar draf kesepakatan nuklir terlepas dari eskalasi konflik militer yang sedang berlangsung di lapangan.

Bahkan sebelum eskalasi meluas, Trump mengaku telah menginstruksikan Netanyahu secara langsung melalui sambungan telepon agar militer Israel menahan diri untuk tidak membalas.

Ancaman Opsi Militer Jika Diplomasi Gagal

Di sisi lain, Trump tetap menyiapkan rencana cadangan yang sangat tegas apabila proses negosiasi nuklir dengan Iran pada akhirnya menemui jalan buntu.

Pemerintah Amerika Serikat bersiap untuk mempertimbangkan penggunaan tindakan militer secara langsung terhadap target yang belum tersentuh atau menerapkan blokade ekonomi yang jauh lebih ketat.

Menurut pandangan Trump, opsi blokade ekonomi secara historis terbukti mampu memberikan dampak kerusakan struktural yang lebih parah bagi negara tersebut dibandingkan serangan militer biasa.

Baca Juga: Chatib Basri dan Budi Gunadi Merapat ke Istana, Kompak Tepis Isu Reshuffle Menkeu

Sementara itu, pemerintah Iran tetap bersikukuh menjadikan penghentian agresi militer permanen Israel di Lebanon sebagai prasyarat utama sebelum memulai perundingan apa pun.

Ketegasan sikap Trump ini menjadi sinyal kuat bahwa Amerika Serikat ingin mengambil alih kendali penuh atas skenario upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dinamika negosiasi nuklir ini pada akhirnya akan sangat bergantung pada seberapa jauh Washington mampu menekan sekutu terdekatnya agar patuh pada komitmen penghentian konflik regional. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#KonflikTimurTengah #DonaldTrump #BenjaminNetanyahu #NuklirIran #Internasional2026