Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

NASA Ajak Publik Ikut Terbang Bersama Roman Space Telescope, Apa Misi Besarnya?

Tim Magang Radar Madiun • Jumat, 19 Juni 2026 | 08:56 WIB

 

Contoh Submission (Herlinda/Tim Magang Radar Madiun)
Contoh Submission (Herlinda/Tim Magang Radar Madiun)

Jawa Pos Radar Madiun - NASA Siapkan Roman Space Telescope untuk Menjelajah Alam Semesta dari Jarak 1 Juta Mil

Perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang alam semesta akan segera memasuki babak baru.

NASA tengah mempersiapkan peluncuran Nancy Grace Roman Space Telescope, observatorium luar angkasa generasi berikutnya yang dirancang untuk meneliti berbagai misteri kosmik.

Menariknya, teleskop ini tidak akan beroperasi di dekat Bumi, melainkan di lokasi yang berjarak sekitar satu juta mil dari planet kita.

Selain mengemban misi ilmiah besar, NASA juga mengajak masyarakat ikut menjadi bagian dari perjalanan tersebut

melalui program pengiriman nama yang akan disimpan di dalam wahana saat peluncuran berlangsung.

Hasil (Herlinda/Tim Magang Radar Madiun)
Hasil (Herlinda/Tim Magang Radar Madiun)

Apa Itu Nancy Grace Roman Space Telescope?

Nancy Grace Roman Space Telescope merupakan observatorium astrofisika unggulan terbaru milik NASA

yang dirancang untuk memetakan wilayah langit dalam skala luas menggunakan pengamatan inframerah beresolusi tinggi.

Baca Juga: Magetan Jadi Percontohan Digitalisasi Bansos, BI Kediri Perkuat Edukasi BSNT Non Tunai

Teleskop ini menggabungkan dua kemampuan penting sekaligus, yaitu bidang pandang yang sangat luas dan kemampuan menangkap detail objek langit dengan tajam.

Kombinasi tersebut memungkinkan para astronom melakukan survei langit secara lebih cepat dan mendalam dibandingkan sebelumnya.

Setiap citra yang dihasilkan Roman diperkirakan memiliki cakupan area setidaknya 100 kali lebih besar dibandingkan gambar yang diambil oleh Hubble Space Telescope.

Data tersebut akan membantu ilmuwan mempelajari berbagai fenomena penting, termasuk energi gelap, materi gelap, eksoplanet, hingga evolusi alam semesta.

Dua Instrumen Utama yang Menjadi Andalan
Wide Field Instrument

Instrumen ini berfungsi untuk menangkap gambar panorama langit dalam area yang sangat luas.

Baca Juga: Toy Story 5 Hadir dengan Konflik Baru, Apakah Pixar Berhasil Menghidupkan Keajaiban Lama?

Dengan teknologi tersebut, Roman dapat mengumpulkan data dari jutaan objek astronomi dalam satu pengamatan.

Coronagraph Instrument

Instrumen kedua merupakan demonstrasi teknologi canggih yang memungkinkan teleskop mengurangi cahaya dari bintang.

Teknik ini membantu ilmuwan mengamati objek yang berada di sekitarnya, termasuk planet yang mengorbit bintang tersebut.

Melalui kombinasi kedua instrumen ini, Roman diharapkan mampu menghasilkan data yang belum pernah diperoleh dari observatorium luar angkasa sebelumnya.

Siapa Sosok Nancy Grace Roman?

Teleskop ini mengambil nama Nancy Grace Roman, astronom pertama NASA yang menjabat sebagai kepala astronom lembaga tersebut.

Dijuluki "Ibu Hubble"

Nancy Grace Roman dikenal luas sebagai tokoh yang berperan besar dalam mendorong pengembangan teleskop luar angkasa.

Karena kontribusinya yang sangat besar, ia sering dijuluki sebagai "mother of the Hubble Space Telescope."

Baca Juga: Emas Melemah ke Rp2,46 Juta per Gram, Investor Mulai Mengincar Peluang Baru

Meski menghadapi berbagai tantangan sepanjang kariernya, Roman terus memperjuangkan gagasan bahwa pengamatan dari luar atmosfer Bumi

akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan observasi dari permukaan planet.

Visinya kemudian menjadi fondasi bagi lahirnya Hubble dan berbagai teleskop luar angkasa yang dikembangkan setelahnya.

Mengapa Roman Ditempatkan di Titik L2?
Lokasi Strategis untuk Pengamatan Antariksa

Roman akan beroperasi di titik Lagrange kedua atau L2, sebuah wilayah ruang angkasa yang berada sekitar satu juta mil dari Bumi.

Lokasi ini juga menjadi tempat beroperasinya James Webb Space Telescope.

Di titik tersebut, gaya gravitasi Matahari dan Bumi berada dalam kondisi yang relatif seimbang

sehingga wahana dapat mempertahankan orbit yang stabil dengan penggunaan bahan bakar yang lebih efisien.

Pandangan Langit Lebih Luas

Keuntungan lain dari L2 adalah teleskop memperoleh pandangan yang hampir tidak terhalang oleh Bumi.

Karena jaraknya sangat jauh, sebagian besar wilayah langit dapat diamati tanpa gangguan.

Kondisi ini sangat penting untuk mendukung pengamatan ilmiah dalam jangka panjang.

Menjaga Teleskop Tetap Dingin

Baca Juga: Sederhana namun Pasti: Kebutuhan dan Perawatan yang Membuat Penampilan Anabul Kucing Jadi lebih Sehat dan Gembul

Roman dirancang untuk mengamati alam semesta dalam spektrum inframerah.

Oleh karena itu, teleskop harus tetap berada pada suhu rendah agar instrumennya dapat bekerja secara optimal.

Berada jauh dari panas dan cahaya Bumi membantu menjaga kestabilan suhu teleskop sehingga pengamatan inframerah dapat dilakukan dengan lebih akurat.

Misi yang Akan Membantu Menjawab Pertanyaan Besar Alam Semesta

Dengan kemampuan observasi yang luas dan teknologi mutakhir, Roman diharapkan mampu memberikan pemahaman baru mengenai struktur kosmos,

keberadaan planet di luar Tata Surya, serta sifat energi gelap dan materi gelap yang hingga kini masih menjadi misteri besar dalam dunia astronomi.

Peluncuran teleskop ini menandai langkah penting dalam eksplorasi antariksa dan membuka peluang bagi ilmuwan untuk melihat alam semesta dari perspektif yang lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Kutipan Asli

"Considered the “mother” of the Hubble Space Telescope, Dr. Roman tirelessly advocated for space-based platforms that would allow scientists to study the broader universe from above Earth’s hazy atmosphere."

"There, gravitational forces between the Sun and Earth are balanced, allowing Roman to have a relatively stable orbit without using much fuel." (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#your name #nasa