Jawa Pos Radar Madiun - Ada cerita-cerita di balik Piala Dunia yang tidak terjadi di lapangan, namun menyentuh hati jauh lebih dalam dari gol manapun.
Salah satunya adalah kisah Ana Cândida Évora, ibunda dari kiper bintang Cape Verde, Vozinha,
yang akhirnya berhasil menempuh perjalanan panjang dari Tanjung Verde menuju Miami, Amerika Serikat,
demi menyaksikan langsung pertandingan krusial putranya melawan Uruguay di Grup H Piala Dunia.
Perjalanan yang seharusnya sederhana ini ternyata penuh rintangan, dan baru bisa terwujud berkat uluran tangan tak terduga dari seorang perantau asal China.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026, Oranye dalam Tekanan
Visa yang Hampir Memupus Mimpi Seorang Ibu
Kisah ini bermula dari kekecewaan yang menyayat hati. Setelah penampilan gemilang Vozinha dalam debut bersejarahnya melawan Spanyol,
sang kiper menjelaskan bahwa ibunya tidak bisa hadir menyaksikan momen besar dalam kariernya itu.
Menurut laporan Al Jazeera, alasannya adalah persyaratan deposit jaminan visa wajib untuk masuk ke Amerika Serikat.
"Ibu saya tidak berhasil hadir di sini karena masalah visa. Uang untuk visa, kami tidak berhasil kumpulkan tepat waktu,
dan saya sangat ingin beliau ada di sini," ungkap Vozinha, sebagaimana dikutip Al Jazeera.
Persoalan ini bukan masalah sepele. Pemerintah AS menempatkan Cape Verde dalam daftar negara yang warganya diwajibkan menyetor deposit jaminan sebesar $15.000 di luar biaya visa biasa untuk bisa masuk ke negara tersebut.
Meski pemerintah AS sempat mencabut persyaratan ini khusus untuk pemegang tiket Piala Dunia bulan lalu,
namun keputusan itu datang terlambat. Biaya yang sudah terlanjur tinggi membuat perjalanan ini mustahil,
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 Brasil vs Haiti: Selecao Menang 3-0, Cunha Brace
bagi Évora seorang tukang bersih-bersih rumah berusia 59 tahun, ibu dari kiper berusia 40 tahun tersebut.
Ketika Seorang Perantau Asal Wenzhou Turun Tangan
Di tengah situasi yang tampak buntu, kisah Évora justru menarik perhatian seorang pengusaha asal China bernama Lin Jie,
yang telah tinggal di Cape Verde selama lebih dari dua dekade. Ketika cerita tentang Évora yang tidak bisa menyaksikan penampilan luar biasa putranya melawan Spanyol viral di dunia maya,
Lin sudah lebih dulu menjalin kontak dengan keluarga tersebut bahkan sebelum jurnalis dan media internasional berhasil menjangkau mereka.
Lin menceritakan kepada Global Times bahwa ia memutuskan mengunjungi keluarga sang kiper tidak lama setelah pertandingan tersebut berlangsung.
Lewat koneksi lokal toko pakaian milik istrinya, tempat sepupu Vozinha bekerja Lin berhasil menjalin kontak langsung dengan keluarga itu.
Lin kemudian membagikan video di platform media sosial China, Douyin, yang memperlihatkan ibu dan sepupu Vozinha,
sedang merayakan penampilan gemilang sang kiper sekaligus mempersiapkan hadiah untuk menyambut kepulangannya.
Video lain menunjukkan Lin mendampingi ibunda Vozinha menuju bandara lokal saat ia berangkat menuju Amerika Serikat.
Kolaborasi Lintas Pihak yang Membuka Jalan
Keberhasilan perjalanan ini bukan hasil dari satu pihak saja. Lin mengungkapkan bahwa Josina Freitas,
anggota Majelis Nasional Cape Verde, turut membantu memfasilitasi keseluruhan proses ini.
Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Nasional Cape Verde menanggung biaya visa serta tiket penerbangan Évora menuju ibu kota, dan selanjutnya ke Amerika Serikat.
Lin bahkan turut membekali Évora dengan perlengkapan perjalanan, termasuk koper buatan Yiwu,
Provinsi Zhejiang sentuhan personal yang melambangkan kepedulian lintas budaya dalam kisah ini.
Hingga Jumat malam waktu Beijing, Lin mengabarkan kepada Global Times bahwa sepengetahuannya,
Évora sedang transit di Portugal dalam perjalanannya menuju Amerika Serikat.
"Terima Kasih, Fans China"
Momen paling menyentuh dari keseluruhan kisah ini datang saat keberangkatan Évora.
Ia berbicara dengan CGTN dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para penggemar di China,
menyebut China sebagai "negara yang sangat baik dan teman kami" bagi rakyat Cape Verde.
Ia bahkan secara khusus menyampaikan pesan dalam bahasa Mandarin: "Terima kasih, fans China."
Ungkapan sederhana namun tulus ini menjadi simbol nyata bagaimana solidaritas bisa melampaui batas negara, bahasa, dan budaya.
Kisah perjalanan Évora dari Cape Verde menuju Amerika Serikat menarik perhatian luas netizen China,
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 Kanada vs Qatar: Les Rouges Pesta Gol, Dua Pemain Lawan Kartu Merah
mencatat lebih dari 16,99 juta penayangan sebagai topik trending di platform Sina Weibo.
Banyak netizen mengirimkan doa dan harapan terbaik setelah mengetahui bahwa Évora akhirnya bisa melakukan perjalanan untuk menyaksikan pertandingan putranya.
"Saat saya melihatnya, saya ingin memberinya pelukan seorang ibu dan mendoakan keberuntungan untuknya," ungkap Évora kepada CGTN, penuh haru.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Kisah ini mengingatkan bahwa di balik gemerlap dan sorotan Piala Dunia, ada cerita-cerita kecil yang justru paling bermakna,
tentang kepedulian seorang asing yang memilih bertindak, tentang seorang ibu yang tidak menyerah pada keadaan,
dan tentang harapan sederhana untuk sekadar bisa hadir dan memberi pelukan kepada anak yang telah berjuang begitu jauh.
Saat Évora akhirnya tiba di tribun untuk menyaksikan laga Cape Verde melawan Uruguay,
kemenangan sesungguhnya sudah terjadi jauh sebelum peluit pertandingan dibunyikan. (*)
*Dwiki Dermawn, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun