Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah hamparan kosmos yang luas, para astronom menemukan sebuah dunia yang tampak berbeda dari kebanyakan planet lain.
Saat sebagian planet memantulkan cahaya bintangnya dan terlihat berkilau, TrES-2 b justru hampir tidak memantulkan cahaya sama sekali.
Kondisi inilah yang membuatnya dikenal sebagai salah satu planet tergelap yang pernah ditemukan manusia.
Planet ini berada sekitar 702 tahun cahaya dari Bumi dan menjadi salah satu objek menarik dalam penelitian planet di luar Tata Surya atau eksoplanet.
Mengenal TrES-2 b
TrES-2 b merupakan sebuah planet berjenis gas raksasa atau gas giant. Ukurannya jauh lebih besar dibandingkan Bumi dan memiliki karakteristik yang lebih mirip dengan planet-planet gas seperti Jupiter.
Baca Juga: SATRIA-1: Satelit Raksasa yang Diam-Diam Mengubah Wajah Internet Indonesia di Wilayah 3T
Berdasarkan pengamatan astronomi, planet ini mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya.
Kedekatan tersebut membuat suhu di permukaannya sangat tinggi sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan seperti yang dikenal di Bumi.
Fakta Singkat TrES-2 b
- Berjarak sekitar 702 tahun cahaya dari Bumi
- Termasuk kategori planet gas raksasa
- Merupakan planet transit, yaitu ditemukan melalui metode transit saat melintas di depan bintangnya
- Dijuluki sebagai "A World of Eternal Darkness" atau dunia dengan kegelapan abadi
- Hampir tidak memantulkan cahaya yang diterimanya
Mengapa TrES-2 b Sangat Gelap?
Keunikan terbesar TrES-2 b terletak pada tingkat reflektivitasnya yang sangat rendah.
Planet ini menyerap sebagian besar cahaya yang jatuh ke atmosfernya sehingga tampak jauh lebih gelap dibandingkan banyak planet lain yang telah ditemukan.
Para ilmuwan memperkirakan bahwa atmosfer planet tersebut mengandung unsur-unsur yang mampu menyerap cahaya secara efektif.
Akibatnya, TrES-2 b terlihat hampir sehitam batu bara jika diamati dari kejauhan.
Meski begitu, planet ini tidak benar-benar gelap karena suhunya yang sangat panas dapat menghasilkan pijaran kemerahan yang lemah.
Namun, cahaya tersebut tetap jauh lebih redup dibandingkan cahaya yang dipantulkan oleh planet lain.
Termasuk Kelompok Planet Transit
TrES-2 b ditemukan menggunakan metode transit, yakni teknik yang mengamati penurunan kecil cahaya bintang ketika sebuah planet melintas di depannya.
Metode ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk menemukan eksoplanet. Melalui pengamatan transit, para astronom dapat memperkirakan ukuran, orbit, dan sejumlah karakteristik fisik sebuah planet.
Apa yang Membuat TrES-2 b Menarik?
Bagi para peneliti, TrES-2 b merupakan contoh penting untuk memahami bagaimana atmosfer planet dapat memengaruhi pantulan cahaya.
Planet ini menunjukkan bahwa tidak semua dunia di luar Tata Surya memiliki karakteristik yang sama.
Penelitian terhadap objek seperti TrES-2 b juga membantu ilmuwan memahami keragaman eksoplanet yang tersebar di galaksi.
Setiap penemuan baru memberikan petunjuk mengenai proses pembentukan planet dan kondisi ekstrem yang mungkin terjadi di alam semesta.
Kesimpulan
TrES-2 b adalah planet gas raksasa yang berada sekitar 702 tahun cahaya dari Bumi dan dikenal sebagai salah satu planet tergelap yang pernah ditemukan.
Baca Juga: Nickelodeon Buka Jalan ke Industri Animasi, Ini Program yang Diburu Talenta Muda
Kemampuannya menyerap hampir seluruh cahaya yang diterima membuatnya mendapat julukan sebagai dunia kegelapan abadi.
Meski tidak layak huni, planet ini menjadi objek penelitian penting yang membantu ilmuwan memahami lebih jauh keragaman planet di luar Tata Surya. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun