Jawa Pos Radar Madiun - Setiap bulan Maret, pemandangan tidak biasa muncul di pusat Kota Chicago, Amerika Serikat.
Air Sungai Chicago yang biasanya berwarna kecokelatan mendadak berubah menjadi hijau terang.
Ribuan warga dan wisatawan pun memadati tepian sungai untuk menyaksikan tradisi yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade tersebut.
Fenomena ini menjadi salah satu perayaan paling ikonik dalam rangka menyambut St. Patrick’s Day, hari besar yang identik dengan budaya dan warisan Irlandia.
Tradisi yang Berawal dari Temuan Tak Sengaja
Tradisi mewarnai Sungai Chicago bermula pada 1961. Saat itu, Stephen Bailey, manajer bisnis Chicago Journeymen Plumbers Local 130, memperhatikan noda hijau mencolok pada pakaian seorang pekerja pipa.
Pewarna tersebut sebenarnya digunakan untuk mendeteksi kebocoran di aliran sungai.
Baca Juga: Jokowi Rayakan Ulang Tahun ke-65, Warga Padati Kediamannya di Solo
Namun Bailey yang juga terlibat dalam penyelenggaraan parade St. Patrick’s Day melihat potensi lain dari pewarna itu.
Ia kemudian mengusulkan ide untuk mengubah warna Sungai Chicago menjadi hijau sebagai bagian dari perayaan tahunan.
Setahun kemudian, usulan tersebut mendapat dukungan dari Wali Kota Chicago saat itu, Richard J. Daley.
Pada 1962, sekitar 100 pon pewarna dituangkan ke sungai dan berhasil menciptakan pemandangan spektakuler yang langsung menarik perhatian publik.
Kapan Sungai Chicago Berubah Hijau?
Tradisi ini biasanya dilaksanakan beberapa jam sebelum Parade St. Patrick’s Day Chicago yang digelar pada Sabtu sebelum 17 Maret.
Pada 2026, pewarnaan sungai dilaksanakan pada 14 Maret. Proses dimulai sekitar pukul 10.00 waktu setempat dan berlangsung pada pagi hingga siang hari.
Dalam waktu relatif singkat, air sungai berubah menjadi hijau terang yang mencolok dan menjadi daya tarik utama perayaan.
Baca Juga: The Economist Nilai Indonesia Hadapi Risiko Fiskal dan Demokrasi di Era Prabowo
Bagaimana Proses Pewarnaannya?
Menggunakan Formula Rahasia
Awalnya, pewarna yang digunakan berasal dari bahan fluorescein, zat kimia yang lazim dipakai untuk mendeteksi kebocoran saluran air.
Namun pada 1966, muncul kekhawatiran mengenai dampak lingkungan sehingga penyelenggara mengganti bahan tersebut dengan pewarna berbasis nabati yang lebih aman.
Hingga kini, serikat pekerja pipa Chicago masih menjaga komposisi pewarna tersebut sebagai rahasia.
Menariknya, bubuk yang digunakan berwarna oranye, tetapi akan berubah menjadi hijau terang setelah bereaksi dengan air sungai.
Dikerjakan dari Atas Perahu
Proses pewarnaan dilakukan menggunakan dua perahu motor yang bergerak beriringan.
- Perahu pertama menebarkan bubuk pewarna.
- Perahu kedua membantu mengaduk dan menyebarkan warna ke seluruh aliran sungai.
- Tim yang bertugas terdiri dari sekitar enam orang.
- Sekitar 40 pon bubuk digunakan setiap tahun.
Dibutuhkan waktu kurang lebih dua jam hingga sungai berubah menjadi hijau sepenuhnya. Warna tersebut biasanya bertahan selama empat hingga lima jam.
Apakah Pewarna Itu Aman?
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Illinois, pewarna yang digunakan dalam tradisi ini tergolong tidak beracun dan aman bagi lingkungan.
Meski demikian, beberapa kelompok pemerhati sungai tetap memberikan catatan kritis.
Baca Juga: SATRIA-1: Satelit Raksasa yang Diam-Diam Mengubah Wajah Internet Indonesia di Wilayah 3T
Mereka menilai tradisi tersebut berpotensi menimbulkan kesan bahwa sungai hanyalah media yang bisa diperlakukan sesuka hati.
Namun hingga saat ini tidak ada laporan yang menunjukkan bahwa pewarna tersebut menyebabkan kerusakan ekosistem sungai.
Daya Tarik Wisata yang Mendunia
Tradisi mewarnai Sungai Chicago telah berkembang menjadi salah satu ikon St. Patrick’s Day di Amerika Serikat.
Setiap tahun, ribuan orang berkumpul di kawasan Chicago Riverwalk untuk menyaksikan perubahan warna sungai secara langsung.
Bagi banyak warga Chicago, tradisi ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol kebersamaan yang dapat dinikmati siapa saja, baik keturunan Irlandia maupun masyarakat umum.
Simbol Perayaan yang Tetap Bertahan
Lebih dari 60 tahun sejak pertama kali dilakukan, tradisi mengubah warna Sungai Chicago menjadi hijau masih terus dipertahankan.
Berawal dari penggunaan pewarna pendeteksi kebocoran, perayaan ini kini menjelma menjadi salah satu atraksi tahunan paling terkenal di dunia.
Setiap bulan Maret, Sungai Chicago kembali menjadi pusat perhatian, membuktikan bahwa
sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi tradisi yang melekat kuat dalam identitas sebuah kota. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun