Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hantu Laut Dalam yang Baru: Rhinochimaera costaricana, Spesies Ghost Shark yang Ditemukan di Perairan Pasifik Kosta Rika

Tim Magang Radar Madiun • Jumat, 26 Juni 2026 | 22:54 WIB
Rhinochimaera costaricana (shark-referenves.com)
Rhinochimaera costaricana (shark-referenves.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Di kedalaman gelap samudra Pasifik yang jarang disentuh cahaya matahari, sebuah makhluk purba yang selama ini tersembunyi akhirnya terungkap.

Tim ilmuwan dari Kosta Rika dan Brasil berhasil mengidentifikasi spesies baru ghost shark atau hiu hantu, yang diberi nama Rhinochimaera costaricana.

Penemuan ini bukan hanya menambah daftar biodiversitas laut Kosta Rika, tetapi juga mengingatkan dunia betapa sedikitnya pengetahuan manusia tentang ekosistem laut dalam.

Apa Itu Ghost Shark dan Mengapa Penemuan Ini Penting?

Ghost shark, atau lebih tepat disebut chimaera, adalah kelompok ikan bertulang rawan yang berbeda dari hiu dan pari meski masih satu kerabat.

Baca Juga: Sea Dragon, Roket Raksasa yang Nyaris Mengubah Sejarah Eksplorasi Antariksa

Mereka telah ada sejak ratusan juta tahun lalu dan sering disebut “fosil hidup” karena morfologi yang primitif.

 Rhinochimaera termasuk dalam subkelompok long-nosed chimaeras yang hidup di kedalaman ekstrem, biasanya 300-800 meter di bawah permukaan.

Rhinochimaera costaricana menjadi spesies keempat dalam genus Rhinochimaera. Penamaannya menghormati negara asal penemuan, Kosta Rika, yang dikenal sebagai salah satu hotspot biodiversitas dunia.

Detail Penemuan dan Proses Identifikasi

Penelitian ini dipublikasikan pada Juni 2026 di jurnal ilmiah Zootaxa. Tim melibatkan peneliti dari INCOPESCA (Institut Perikanan dan Akuakultur Kosta Rika), Universitas Kosta Rika, dan Federal University of Pará di Brasil.

Mereka menganalisis tiga spesimen jantan yang dikumpulkan antara tahun 2000 hingga 2023 dari perairan Pasifik Kosta rika

Spesimen ditemukan pada kedalaman 390 hingga 787 meter. Dibandingkan dengan lebih dari 90 individu dari tiga spesies Rhinochimaera yang sudah dikenal,

ikan baru ini memiliki kombinasi ciri unik: moncong yang lebih pendek, sirip dorsal pertama yang lebih tinggi beserta durinya, jarak antar sirip dorsal yang lebih lebar, serta lebih sedikit tuberkel di ekor.

Baca Juga: BMW Perkuat Transformasi Mobilitas Masa Depan Lewat Inovasi Kendaraan Listrik dan Teknologi Modern

Analisis DNA semakin memperkuat bukti bahwa ini adalah spesies yang berbeda. Perbedaan genetik yang jelas memastikan Rhinochimaera costaricana bukan variasi dari spesies yang sudah ada.

Ciri-ciri Fisik dan Habitat

Seperti kerabatnya, ghost shark ini memiliki tubuh yang aneh dengan kepala besar, moncong panjang seperti paruh, dan kulit yang halus. Mereka hidup di dasar laut yang gelap, memakan moluska, krustasea, dan ikan kecil.

Karena habitatnya yang ekstrem, sangat sedikit yang diketahui tentang perilaku dan reproduksinya. Penemuan ini menunjukkan bahwa perairan Pasifik Timur masih menyimpan banyak misteri, meski Kosta Rika sudah terkenal dengan konservasi lautnya.

Implikasi bagi Konservasi dan Penelitian

Penemuan ini menekankan pentingnya eksplorasi laut dalam dan penggunaan teknologi genetik modern untuk mengidentifikasi spesies yang sebelumnya disalahartikan.

Kosta Rika terus membuktikan diri sebagai pemimpin biodiversitas regional, tapi juga mengingatkan bahwa banyak area di luar continental shelf masih belum terpetakan dengan baik.

Baca Juga: The Watch Co Hadirkan Koleksi Jam Tangan Original dengan Garansi Resmi dan Diskon Menarik

Para ilmuwan berharap penemuan ini mendorong lebih banyak penelitian dan upaya perlindungan ekosistem laut dalam dari ancaman seperti penangkapan ikan berlebih, perubahan iklim, dan polusi.

Spesies baru ini juga berpotensi ditemukan di perairan Peru dan sekitar Galapagos.

Bagi dunia ilmiah, Rhinochimaera costaricana menjadi pengingat bahwa samudra masih penuh kejutan. Di era di mana banyak spesies terancam punah,

setiap penemuan baru seperti ini memperkaya pemahaman kita tentang kehidupan di Bumi dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem yang rapuh. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#hiu #kosta rika