Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

NASA Batalkan Rencana Modul Inti ISS, Industri Antariksa Komersial Akhirnya Menang

Tim Magang Radar Madiun • Minggu, 28 Juni 2026 | 23:04 WIB
Sebuah konsep yang diusulkan oleh NASA pada 24 Maret mengusulkan agar badan antariksa tersebut memperoleh sebuah modul yang dipasang pada ISS dan dapat berfungsi sebagai inti dari stasiun antariksa komersial. (NASA)
Sebuah konsep yang diusulkan oleh NASA pada 24 Maret mengusulkan agar badan antariksa tersebut memperoleh sebuah modul yang dipasang pada ISS dan dapat berfungsi sebagai inti dari stasiun antariksa komersial. (NASA)

Jawa Pos Radar Madiun - Harapan perusahaan antariksa swasta untuk membangun penerus Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tanpa campur tangan pemerintah kini semakin terbuka.

NASA resmi membatalkan rencana pembangunan "core module" atau modul inti milik pemerintah yang sebelumnya akan menjadi fondasi stasiun antariksa komersial generasi berikutnya.

Keputusan ini diambil setelah gelombang kritik dari perusahaan-perusahaan yang tengah mengembangkan stasiun luar angkasa komersial.

Langkah tersebut menandai kembalinya NASA pada strategi awal, yakni mendukung pengembangan

stasiun antariksa komersial melalui kerja sama pendanaan dan pembelian layanan dari perusahaan swasta.

NASA Kembali ke Strategi Awal Pengembangan Stasiun Komersial

Dalam pernyataan yang dirilis pada 1 Juni 2026, juru bicara NASA, Bethany Stevens,

menyampaikan bahwa lembaganya tidak lagi melanjutkan konsep pembangunan modul inti milik pemerintah yang akan dipasang pada ISS.

Sebelumnya, gagasan tersebut diperkenalkan dalam acara Ignition pada Maret 2026.

Baca Juga: Nickelodeon Buka Jalan ke Industri Animasi, Ini Program yang Diburu Talenta Muda

Saat itu NASA menilai pasar stasiun antariksa komersial berkembang lebih lambat dari perkiraan sehingga dibutuhkan fasilitas

milik pemerintah sebagai jembatan menuju stasiun komersial yang sepenuhnya mandiri.

Namun setelah menerima berbagai masukan dari pelaku industri, NASA memutuskan mempertahankan pendekatan semula.

Industri Menilai Pasar Sudah Siap

Perusahaan Antariksa Tolak Konsep Modul Pemerintah

Sejumlah perusahaan besar yang tengah mengembangkan stasiun luar angkasa komersial menilai keberadaan modul inti milik pemerintah justru tidak diperlukan.

Chief Executive Officer Axiom Space, Jonathan Cirtain, mengaku konsep tersebut mengejutkan industri dan tidak mendapat sambutan positif.

Sementara itu, CEO Vast, Max Haot, menilai permintaan terhadap stasiun komersial sebenarnya terus meningkat,

terutama dari berbagai pemerintah negara yang belum menjadi bagian dari program ISS, serta sektor penelitian mikrogravitasi dan manufaktur luar angkasa.

CEO Starlab Space, Marshall Smith, juga menyebut perusahaannya telah mengajukan ratusan halaman analisis kepada NASA

Baca Juga: Begadang Kerjakan Skripsi hingga Dini Hari, Mahasiswi di Tulungagung Meninggal Dunia

sebagai bukti bahwa pasar stasiun komersial memiliki prospek yang kuat. Bahkan, menurutnya, kapasitas komersial Starlab telah terjual melebihi target awal.

Kekhawatiran Perpanjangan Usia ISS

Selain mempertanyakan kebutuhan akan modul inti, pelaku industri juga meragukan proyek pemerintah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Mereka menilai pembangunan modul baru berpotensi memperpanjang operasional ISS hingga dekade 2030-an dan justru memperlambat transisi menuju stasiun komersial yang benar-benar independen.

Menurut Max Haot, konsep tersebut berisiko menciptakan "ISS 2.0" alih-alih menghadirkan ekosistem komersial yang lebih kompetitif.

NASA Akan Susun Tender Baru

Industri Kini Menjadi Acuan

Bethany Stevens mengatakan berbagai masukan dari perusahaan antariksa menjadi dasar NASA dalam menentukan arah kebijakan berikutnya.

NASA akan bekerja sama dengan industri untuk menyusun persyaratan yang lebih fleksibel sekaligus mempersiapkan rancangan

permintaan proposal (Request for Proposal/RFP) baru yang dijadwalkan dirilis dalam waktu dekat.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan persaingan yang sehat dalam pengembangan stasiun antariksa komersial,

di mana NASA hanya berperan sebagai salah satu pelanggan, bukan pemilik infrastruktur utama.

Baca Juga: Pria Thailand Bawa Uang Tunai Rp6,3 Miliar ke Indonesia, Berakhir Diamankan Bea Cukai

Dukungan dari Pelaku Industri

Keputusan NASA mendapat sambutan positif dari perusahaan-perusahaan yang terlibat.

Max Haot menyampaikan apresiasi kepada NASA karena membuka kesempatan bagi industri untuk bersaing membangun penerus ISS bagi Amerika Serikat dan negara-negara mitranya.

Dengan perubahan kebijakan ini, transisi dari ISS menuju era stasiun luar angkasa komersial diperkirakan akan semakin mengandalkan inovasi sektor swasta.

NASA sendiri tetap berkomitmen mendukung pengembangan tersebut melalui kemitraan dan pembelian layanan, bukan lagi melalui pembangunan modul inti milik pemerintah. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#ISS #Pembangunan Modul #nasa