Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gelombang Panas Pecahkan Rekor di Eropa, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius di Sejumlah Negara

Tim Magang Radar Madiun • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:32 WIB
Eropa Diterpa Cuaca Panas Ekstrem (Vietnam.vn)
Eropa Diterpa Cuaca Panas Ekstrem (Vietnam.vn)

Jawa Pos Radar Madiun - Gelombang panas yang menyapu kawasan Eropa terus menunjukkan dampak yang semakin serius.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah,

sementara jutaan warga menghadapi cuaca ekstrem yang mengganggu aktivitas sehari-hari, membebani layanan kesehatan, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Fenomena tersebut tidak hanya memicu kondisi darurat di berbagai wilayah, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap meningkatnya korban jiwa akibat suhu yang terus melonjak.

Sejumlah Negara Catat Rekor Suhu Baru

Gelombang panas bergerak ke wilayah timur Eropa setelah sebelumnya melanda kawasan barat.

Data menunjukkan lebih dari 191 juta orang mengalami suhu udara mencapai 35 derajat Celsius atau lebih tinggi,

sementara sejumlah negara bahkan mencatat temperatur di atas 40 derajat Celsius.

Di Jerman, badan meteorologi nasional mencatat suhu 41,7 derajat Celsius di Coschen, Brandenburg,

Baca Juga: TrES-2 b, Planet Misterius yang Dijuluki Dunia Kegelapan Abadi

melampaui rekor sebelumnya sebesar 41,5 derajat Celsius yang baru tercipta sehari sebelumnya di Drewitz.

Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan suhu yang sangat cepat dalam waktu singkat.

Polandia juga mengalami rekor baru setelah suhu di Słubice mencapai 40,5 derajat Celsius.

Angka tersebut melampaui rekor nasional sebelumnya yang tercatat pada 1921 sebesar 40,2 derajat Celsius.

Tak hanya itu, Hungaria mencatat suhu 40,7 derajat Celsius di Budakalász. Republik Ceko bahkan mencatat suhu mencapai 41,9 derajat Celsius di Doksany,

sementara badan meteorologi setempat memperingatkan suhu masih berpotensi meningkat.

Di Slovakia, suhu di Mužla mencapai 39,3 derajat Celsius. Denmark pun mencetak rekor suhu tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1874 dengan temperatur 36,6 derajat Celsius di Odense.

Dampak Mulai Terasa di Berbagai Sektor

Cuaca panas berkepanjangan turut meningkatkan ancaman kebakaran hutan di sejumlah wilayah.

Di kawasan Gohrischheide, Jerman timur, kebakaran melanda hutan yang masih menyimpan amunisi peninggalan Perang Dunia II sehingga proses pemadaman menjadi jauh lebih berbahaya.

Baca Juga: Menuju Era Baru, Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Beragam Festival dan Agenda Besar

Sementara itu, di dekat Desa Traisen, petugas pemadam kebakaran menghentikan operasi setelah terjadi ledakan di bekas lokasi penyimpanan amunisi. Sedikitnya 650 warga terpaksa dievakuasi karena api terus meluas.

Di Berlin, kepolisian menggunakan meriam air untuk membantu warga dan wisatawan mendinginkan tubuh di tengah suhu ekstrem.

Operator kereta api Deutsche Bahn juga mengimbau masyarakat agar menunda perjalanan yang tidak mendesak guna mengurangi risiko akibat cuaca panas.

Di Polandia, pemerintah mengeluarkan peringatan resmi agar masyarakat menghindari paparan sinar matahari langsung,

membatasi aktivitas fisik berat, memperbanyak konsumsi air, serta menggunakan pelindung kepala ketika berada di luar ruangan.

Beberapa kota juga memasang sistem penyemprotan kabut untuk membantu menurunkan suhu di ruang publik.

Dampak paling mengkhawatirkan terjadi di sektor kesehatan.

Di Prancis, otoritas kesehatan melaporkan jumlah kematian meningkat sekitar 1.000 kasus selama periode 24 hingga 27 Juni dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya.

Sebagian besar korban merupakan warga lanjut usia berusia di atas 65 tahun, meskipun kelompok usia yang lebih muda juga mulai terdampak.

Peningkatan kematian paling banyak terjadi pada warga yang meninggal di rumah, terutama di kawasan Île-de-France yang meliputi Paris dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga: Benteng Terakhir Harimau Sumatera, Upaya Konservasi di Kerinci Seblat Terus Diperkuat

Dokter gawat darurat Philippe Juvin memperingatkan jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah karena masih terdapat kasus koma maupun kematian di rumah yang belum seluruhnya teridentifikasi.

Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menyatakan rumah sakit dan layanan darurat diperkirakan akan terus menghadapi tekanan dalam beberapa hari mendatang.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengungkapkan layanan darurat menerima lebih dari 122.000 panggilan selama puncak gelombang panas.

Di Spanyol, data sementara menunjukkan sedikitnya 327 kematian diduga berkaitan dengan cuaca panas ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, badai petir yang menyusul gelombang panas menyebabkan lebih dari 60.000 rumah tangga di Prancis mengalami pemadaman listrik.

Di Belgia, seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah mobil yang dikendarainya tertimpa pohon tumbang di luar Brussels.

Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Baru bagi Eropa

Rangkaian rekor suhu yang tercipta di berbagai negara memperlihatkan bahwa Eropa kini menghadapi cuaca ekstrem dengan intensitas yang semakin tinggi.

Gelombang panas tidak lagi hanya menjadi fenomena musiman, tetapi telah berkembang menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat,

infrastruktur perkotaan, sistem transportasi, pasokan energi, hingga kemampuan layanan darurat dalam merespons berbagai kondisi krisis. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#Suhu 40 Derajat #eropa #perubahan iklim #panas ekstrem