Jawa Pos Radar Madiun - Ibu kota Ukraina kembali menjadi sasaran serangan udara besar-besaran Rusia.
Sedikitnya 27 orang dilaporkan tewas, sementara 113 lainnya mengalami luka-luka setelah ratusan drone
dan puluhan rudal menghantam berbagai wilayah di Kyiv pada Kamis (3/7) dini hari waktu setempat.
Pemerintah Ukraina menyebut serangan tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Ledakan terdengar di berbagai penjuru kota,
sementara tim penyelamat terus melakukan evakuasi dan pencarian korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Permukiman Jadi Lokasi yang Paling Terdampak
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan lebih dari 20 lokasi di Kyiv mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Baca Juga: BMW Perkuat Transformasi Mobilitas Masa Depan Lewat Inovasi Kendaraan Listrik dan Teknologi Modern
Sebagian besar merupakan kawasan permukiman, namun fasilitas umum seperti stasiun ambulans, lembaga penelitian, hotel, hingga sejumlah tempat usaha juga terdampak.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengungkapkan seluruh distrik di ibu kota mengalami kerusakan.
Kawasan Darnytskyi menjadi wilayah yang paling parah setelah sebagian bangunan apartemen sembilan lantai runtuh dan menyebabkan sejumlah warga terjebak di bawah puing-puing.
Di distrik Holosiivskyi, kebakaran melanda atap sebuah gedung apartemen, sementara sebuah hotel di kawasan Shevchenkivskyi juga dilaporkan terbakar akibat serangan tersebut.
Rusia Lepaskan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal
Menurut Zelenskyy, Rusia meluncurkan lebih dari 70 rudal, hampir setengahnya merupakan rudal balistik, serta hampir 500 drone dalam serangan semalam.
Selama serangan berlangsung, otoritas setempat terus mengeluarkan peringatan bahaya udara dan meminta warga tetap berada di tempat perlindungan.
Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah militer Ukraina mengklaim menyerang kilang minyak
Baca Juga: Malam itu Madiun Berubah Jadi Panggung Raksasa, Ada Apa di Balik Spektra Carnival 2026?
di Ufa, kompleks militer di wilayah Penza, serta pusat komunikasi satelit di sekitar Moskow.
Tekanan Perang Terus Meningkat
Konflik Rusia-Ukraina yang telah memasuki tahun kelima masih menunjukkan eskalasi.
Laporan lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut total korban
di kedua belah pihak diperkirakan telah melampaui dua juta orang, termasuk korban tewas, luka-luka, maupun hilang.
Ketua parlemen Ukraina, Ruslan Stefanchuk, menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil melalui serangan rudal dan drone.
Ia kembali mendesak komunitas internasional untuk memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina serta meningkatkan tekanan terhadap Moskow melalui sanksi yang lebih keras. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun