Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Nyaris 3 Ribu Jiwa, 190 Bangunan Roboh

Suci Oktavia • Minggu, 5 Juli 2026 | 08:55 WIB
Jumlah korban tewas gempa Venezuela capai 2.954 jiwa per Minggu (5/7). (FACEBOOK)
Jumlah korban tewas gempa Venezuela capai 2.954 jiwa per Minggu (5/7). (FACEBOOK)

Jawa Pos Radar Madiun - Skala dampak kerusakan dan korban jiwa akibat bencana alam dahsyat yang mengguncang wilayah utara Venezuela pada akhir bulan lalu dilaporkan terus mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela merilis data terbaru yang menyatakan jumlah korban tewas akibat gempa bumi tersebut kini telah bertambah menjadi 2.954 orang per Minggu (5/7).

Selain angka kematian yang terus bertambah, pihak otoritas mencatat sebanyak 16.592 orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi dan tengah mendapatkan perawatan medis instan.

Kendati demikian, mukjizat kemanusiaan masih terjadi di mana tim pencari dan penyelamat sejauh ini berhasil mengevakuasi sebanyak 6.462 orang korban dari balik puing-puing reruntuhan bangunan dalam kondisi selamat.

Secara akumulatif, guncangan gempa tektonik berkekuatan besar tersebut merusak sedikitnya 856 bangunan di berbagai kota, dengan 190 bangunan di antaranya dilaporkan rata dengan tanah.

Baca Juga: Hashim Ungkap Alasan Prabowo Ngotot Perjuangkan Program MBG, Sebut Sudah Digagas sejak 2006

Mobilisasi Puluhan Ribu Personel Gabungan dan Bantuan Asing

Pemerintah Venezuela mengonfirmasi adanya pergerakan masif dari sebanyak 3.281 petugas penyelamat internasional yang telah diterjunkan langsung di daerah-daerah episentrum bencana.

Untuk memperkuat pergerakan evakuasi di lapangan, pemerintah pusat di Caracas juga mengerahkan sebanyak 29.567 personel keamanan internal guna mempercepat penyaluran logistik bantuan darurat.

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, memaparkan bahwa sinergi penanggulangan bencana ini berjalan sangat solid berkat kehadiran tenaga ahli asing yang bahu-membahu dengan tentara nasional.

Rodriguez merinci, armada penyelamat asing tersebut bertugas bersama 26.000 personel militer, kepolisian, pemadam kebakaran nasional, serta disokong oleh kehadiran 17.832 relawan kemanusiaan lokal.

Hingga pertengahan pekan ini, gelombang solidaritas dunia internasional yang masuk ke pintu darurat bandara Venezuela dilaporkan telah melampaui volume total sebesar 7.063 ton paket bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Sinyal CPNS Dibuka di 2027? Mendikdasmen Ungkap Kekurangan 561 Ribu Guru akan Dipenuhi Tahun Depan

Kronologi Gempa Kembar 39 Detik Menurut Catatan USGS

Berdasarkan data instrumen yang dihimpun oleh Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), petaka ini bermula pada tanggal 24 Juni lalu saat negara Amerika Selatan tersebut dihantam dua gempa kuat secara berurutan.

Gempa bumi kembar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 tersebut menghentak kerak bumi dengan selang waktu jeda yang sangat singkat, yakni hanya terpaut selama 39 detik saja.

Kementerian terkait menyatakan bahwa kondisi geopolitik di dalam perut bumi Venezuela utara hingga saat ini masih belum sepenuhnya stabil, dengan catatan rekam jejak mencapai 942 kali gempa susulan.

Tim penyelamat gabungan dipastikan akan tetap disiagakan di zona-zona zona merah yang paling parah terdampak demi memastikan aspek keselamatan publik serta mengawal jalannya proses rekonstruksi jangka panjang.

Angka korban ini melesat tajam dari data resmi pertengahan pekan lalu yang sempat mencatat jumlah korban meninggal dunia berada di angka 2.295 orang dengan korban luka sebanyak 11.267 orang. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#gempa venezuela #bencana alam #gempa bumi #korban #jumlah korban