Jawa Pos Radar Madiun - Kebakaran hutan yang melanda kawasan Patagonia, Argentina, tidak hanya meninggalkan kerusakan lingkungan yang luas, tetapi juga memicu penyebaran teori konspirasi bernuansa antisemitisme.
Di tengah proses penyelidikan penyebab kebakaran, sejumlah narasi di media sosial menuding
wisatawan asal Israel sebagai dalang di balik bencana tersebut, meski hingga kini tidak ada bukti yang mendukung tuduhan itu.
Kebakaran yang mulai terjadi pada awal Januari di wilayah Pueblo Patriada, Provinsi Chubut, telah menghanguskan lebih dari 12 ribu hektare kawasan hutan.
Pemerintah daerah menyatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Meski terdapat indikasi salah satu titik api kemungkinan sengaja dipicu, aparat belum menyimpulkan siapa pelakunya.
Namun, sebelum hasil investigasi diumumkan, berbagai unggahan di media sosial lebih dulu menyebarkan tuduhan terhadap turis Israel.
Narasi tersebut bermula dari sebuah video yang memperlihatkan seorang warga menegur dua wisatawan asing karena diduga menyalakan api di kawasan taman nasional.
Dalam rekaman itu, warga hanya menyebut keduanya "kemungkinan berasal dari Israel", tetapi potongan video tersebut kemudian
berkembang menjadi klaim bahwa para wisatawan sengaja membakar hutan sebagai bagian dari rencana tertentu.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform digital.
Sejumlah akun bahkan mengaitkan peristiwa itu dengan teori konspirasi Plan Andinia,
sebuah narasi lama yang menyebut komunitas Yahudi dan Israel memiliki agenda mendirikan negara baru di wilayah Patagonia.
Teori tersebut telah lama dinilai sebagai propaganda antisemit dan tidak pernah memiliki dasar fakta.
Dalam perkembangannya, berbagai klaim baru bermunculan.
Ada yang menuduh bekas tentara Israel menyamar sebagai wisatawan untuk memetakan wilayah Patagonia,
sementara unggahan lain menyebarkan gambar serta poster yang menyerukan pengusiran warga Israel dari Argentina.
Beberapa tuduhan bahkan mengklaim bahwa kebakaran dilakukan untuk mempermudah penguasaan lahan di kawasan tersebut.
Padahal, sejumlah pemeriksa fakta di Argentina menemukan bahwa bukti yang digunakan untuk mendukung tuduhan tersebut hanya berasal dari satu video singkat tanpa verifikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Masih Banyak yang Keliru Memberi Makanan pada Kucing
Klaim lain mengenai granat buatan Israel yang disebut ditemukan di lokasi kebakaran juga terbukti keliru.
Barang yang dimaksud sebenarnya merupakan amunisi produksi industri militer Argentina.
Selain menyasar wisatawan Israel, narasi lain juga menuding kelompok masyarakat adat Mapuche sebagai pelaku pembakaran hutan.
Tuduhan tersebut ikut beredar luas melalui sejumlah media dan akun media sosial,
meski aparat penegak hukum tidak pernah memasukkan kelompok tersebut sebagai tersangka dalam penyelidikan resmi.
Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi membuat berbagai tokoh di Argentina menyampaikan peringatan.
Organisasi masyarakat Yahudi setempat mengimbau publik agar tidak mudah mempercayai informasi yang berpotensi memicu kebencian terhadap kelompok tertentu.
Mereka menilai penyebaran teori konspirasi semacam itu hanya akan memperkeruh situasi dan meningkatkan risiko diskriminasi.
Baca Juga: Toy Story 5 Hadir dengan Konflik Baru, Apakah Pixar Berhasil Menghidupkan Keajaiban Lama?
Sejumlah tokoh politik dari berbagai kubu juga meminta masyarakat mengedepankan hasil penyelidikan resmi dibanding mempercayai spekulasi yang beredar di internet.
Mereka mengingatkan bahwa teori Plan Andinia merupakan narasi lama yang pernah berkembang
pada masa pemerintahan militer Argentina dan telah berulang kali dibantah karena tidak memiliki dasar fakta.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya mengendalikan kobaran api di sejumlah wilayah Patagonia.
Pemerintah daerah fokus pada penanganan kebakaran serta penyelidikan penyebabnya,
sembari mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak memperburuk situasi di tengah bencana. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun