Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Netizen Terbagi Dua: Romantis atau Egois? Ini Perdebatan Terpanas di Balik Lamaran Viral Empire State

Tim Content Writer Radar Madiun • Senin, 6 Juli 2026 | 10:38 WIB
Dokumentasi Lamaran Angela Nikolau dan kekasihnya ( instagram @angela_nikolau)
Dokumentasi Lamaran Angela Nikolau dan kekasihnya ( instagram @angela_nikolau)

Jawa Pos Radar Madiun - Dalam hitungan jam setelah video itu beredar, kolom komentar di berbagai platform media sosial berubah menjadi arena perdebatan yang sengit.

Di satu sisi, deretan kata-kata seperti "paling romantis", "core memory", dan "goals banget" memenuhi unggahan dari aksi tersebut.

Di sisi lain, tidak sedikit yang menulis: "Ini bukan romantis, ini berbahaya dan egois."

Argumen yang Memuji: Cinta yang Melampaui Batas

Bagi pendukungnya, lamaran Angela Nikolau dan Ivan Beerkus adalah ekspresi cinta yang paling autentik sesuai dengan siapa mereka dan bagaimana mereka menjalani hidup selama bertahun-tahun.

Pasangan yang sudah membangun hidup bersama di atas ketinggian tanpa pengaman ini memang tidak bisa diukur dengan standar lamaran konvensional.

Infopena.com merangkum perasaan kelompok pertama ini dengan tepat: lamaran ini adalah "core memory" yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup dan untuk dua orang yang hidupnya memang di luar norma, momen itu terasa sangat konsisten.

Baca Juga: Angela Nikolau dan Ivan Beerkus: Pasangan Rooftopper Netflix yang Membuktikan Cinta Mereka di Gedung Tertinggi New York

Pesan Damai yang Mengiringi Lamaran

Spanduk yang dibentangkan di ketinggian 443 meter membawa kutipan yang dikaitkan dengan Jimi Hendrix tentang kekuatan cinta yang melampaui kecintaan terhadap kekuasaan.

Bagi para pendukung, ini menambahkan dimensi makna yang lebih dalam dari sekadar lamaran ekstrem sebuah pernyataan damai yang disampaikan dari ketinggian yang paling terlihat di salah satu kota paling berpengaruh di dunia.

Namun bagi para pengkritik, cara menyampaikan pesan damai melalui tindakan yang melanggar hukum justru menciptakan kontradiksi yang merusak pesan itu sendiri.

Argumen yang Mengkritik: Sensasi Berbungkus Romantisme

Kelompok yang mengkritik menekankan bahwa aksi seperti ini membahayakan bukan hanya diri mereka sendiri, tapi juga puluhan petugas yang harus dikerahkan untuk menangani situasi memanjat menara, mengatur lalu lintas, menutup akses jalanan.

Kekhawatiran lain yang banyak disuarakan adalah efek peniruan: ketika aksi ekstrem seperti ini viral dan mendapat jutaan pujian, hal itu bisa memotivasi orang lain untuk melakukan hal serupa tanpa kemampuan dan pengalaman yang dimiliki Nikolau dan Beerkus.

Ironi terbesar yang sering disebut: mereka membawa pesan perdamaian, tapi cara yang dipilih justru membuat mereka berhadapan dengan hukum dan mempersulit posisi mereka di negara tempat mereka tinggal.

Baca Juga: Melamar di Ketinggian 443 Meter Tanpa Izin: Kisah Cinta yang Berakhir di Kantor Polisi New York

Reaksi yang Mengejutkan dari Empire State Building

Di tengah perdebatan publik, manajemen Empire State Building justru memilih respons yang paling tidak terduga.

Alih-alih hanya mengecam, mereka memanfaatkan momen viral ini untuk mempromosikan paket lamaran resmi yang tersedia di dek observasi gedung mulai dari 1.000 dolar AS tanpa risiko dakwaan kriminal apapun.

Respons yang cerdas secara bisnis, dan juga pengingat bahwa ada cara legal untuk melamar di gedung yang sama meski dari ketinggian yang lebih rendah. (*)

*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya 

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#Puncak Empire State Building #Aksi Lamaran #Opini publik