Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Api Tak Terkendali di Selatan Prancis: 10.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rumah Semalam

Tim Content Writer Radar Madiun • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:13 WIB
Petugas pemadam kebakaran terlihat di sebuah kawasan hutan yang terbakar. ANTARA/Anadolu/as
Petugas pemadam kebakaran terlihat di sebuah kawasan hutan yang terbakar. ANTARA/Anadolu/as

Jawa Pos Radar Madiun - Ribuan warga Komune Trevillach di Departemen Pyrenees-Orientales, selatan Prancis, meninggalkan rumah mereka semalam suntuk pada Senin (6/7/2026).

Bukan karena perayaan atau acara apapun melainkan karena api yang tidak kunjung bisa dikendalikan terus merayap mendekati permukiman mereka dalam kegelapan.

Ketika pagi tiba, angka yang terekam sudah mencengangkan: sedikitnya 4.600 hektare lahan hangus, dan sekitar 10.000 warga terpaksa mengungsi.

Skala Bencana yang Terus Meluas

Kebakaran utama yang berkobar di Komune Trevillach hingga kini belum berhasil dikendalikan dan terus merambat ke kawasan hutan di sekitarnya.

Sedikitnya lima orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat kebakaran tersebut, sementara ribuan warga dievakuasi sepanjang malam sebagai langkah antisipasi terhadap meluasnya kobaran api.

Pemadaman listrik massal turut terjadi di sejumlah kota di sekitar lokasi kebakaran dan teknisi dari operator jaringan listrik Enedis belum bisa melakukan perbaikan karena kondisi di lapangan masih dinilai terlalu berbahaya.

Baca Juga: Hakim Tidur Saat Sidang Terekam Kamera Ini Bukti yang Dibawa Kubu Nadiem ke Komisi Yudisial

Status Siaga dan Respons Pemerintah

Pemerintah Prancis menetapkan tujuh departemen dalam status siaga merah akibat risiko kebakaran hutan yang sangat tinggi pada Senin.

Sebanyak 41 departemen lainnya berada dalam status siaga oranye karena tingginya potensi kebakaran yang masih mengintai.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengunjungi Pyrenees-Orientales pada Senin sore dan menegaskan bahwa risiko penyebaran api masih sangat tinggi karena cuaca yang kembali memburuk.

Musim Kebakaran Dua Kali Lebih Parah

Yang membuat situasi ini semakin mengkhawatirkan adalah konteksnya: ini bukan kebakaran pertama musim ini di Prancis.

Sejak awal musim kebakaran tahun ini, total lahan yang hangus di seluruh Prancis sudah melampaui 11.000 hektare meningkat dua kali lipat dibanding sekitar 5.500 hektare pada periode yang sama tahun lalu.

Prancis hanya menerima separuh dari curah hujan normal sepanjang bulan Juni, menjadikan vegetasi sangat kering dan rentan terhadap percikan api sekecil apapun.

Ancaman Gelombang Panas Baru

Situasi semakin diperparah oleh prediksi gelombang panas baru yang diprakirakan meningkatkan suhu hingga 38 derajat Celsius di wilayah selatan Prancis dalam beberapa hari ke depan.

Departemen Herault bahkan mencatat lebih dari 30 titik kebakaran hutan aktif pada hari Minggu dengan beberapa di antaranya dikonfirmasi masih terus berkobar.

Ancaman cuaca ekstrem ini tidak hanya melanda Prancis, melainkan juga mengancam wilayah Eropa lainnya termasuk Inggris, Spanyol, Portugal, dan Yunani.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 Belgia vs Amerika Serikat: Menang 4-1, Setan Merah ke Perempat Final 

Ketika perubahan iklim terus mendorong suhu Eropa ke rekor tertinggi, kebakaran-kebakaran seperti yang melanda Prancis hari ini bukan lagi anomali ia sedang menjadi kenormalan baru yang menakutkan. (*)

*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya 

 

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#Pyrenees Orientales #kebakaran hutan