Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakukan Restrukturisasi Global, Microsoft Umumkan PHK Massal Terhadap 4.800 Karyawan

Satrio Jati • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:29 WIB
Microsoft PHK ribuan karyawan demi fokus ke pengembangan AI dan pusat data.
Microsoft PHK ribuan karyawan demi fokus ke pengembangan AI dan pusat data.

Jawa Pos Radar Madiun - Gelombang efisiensi dan penataan ulang struktur organisasi internal di jajaran perusahaan teknologi raksasa dunia rupanya masih terus berjalan di pertengahan tahun ini.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Microsoft, pada Senin (6/7) mengatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.800 karyawan di seluruh dunia, atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerjanya secara global, sebagai bagian dari upaya restrukturisasi terbaru perusahaan tersebut.

Langkah perampingan ini diambil manajemen sebagai draf langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan korporasi di tengah ketatnya peta persaingan pasar digital.

Microsoft mengonfirmasi PHK tersebut dalam pesan internal kepada karyawan, dengan menyatakan bahwa langkah ini dilakukan seiring perusahaan beradaptasi dengan perubahan pesat di industri teknologi dan berupaya menyederhanakan operasional.

Baca Juga: Dapat Serangan Rasis oleh Senator Paraguay, Kylian Mbappe Beri Balasan Menohok

Dampak Pengurangan Difokuskan pada Lini Bisnis Penjualan dan Xbox

Kebijakan pengurangan tenaga kerja ini dipastikan tidak merata ke seluruh draf departemen, melainkan menyasar sektor-sektor khusus yang dinilai memerlukan penyegaran model bisnis.

PHK tersebut terutama akan berdampak pada divisi penjualan komersial dan bisnis gim Xbox, imbuh perusahaan itu.

Otoritas manajemen perusahaan menegaskan bahwa kebijakan perampingan ini murni didorong oleh draf dinamika pasar dan pergeseran fokus bisnis jangka panjang global.

Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Chief People Officer Microsoft Amy Coleman mengatakan dalam pesan kepada para karyawan bahwa bisnis perusahaan itu sedang mengalami perubahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permintaan pelanggan, sehingga perusahaan harus beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Dia menegaskan bahwa PHK tersebut bukan merupakan akibat langsung dari penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menggantikan tenaga kerja.

Baca Juga: Jalan Berliku Indonesia Juara AVC Cup 2026: Berawal dari Diragukan, Berakhir Lampaui Ekspektasi

Jaminan Paket Pesangon dan Upaya Penekanan Skala PHK

Bagi para pekerja yang terdampak oleh kebijakan restrukturisasi ini, pihak korporasi berjanji akan bertanggung jawab penuh sesuai regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Microsoft menyatakan akan memberikan paket pesangon, tunjangan kesehatan, dan bantuan transisi karier kepada karyawan yang terdampak.

Perusahaan itu juga menyebut bahwa program pensiun sukarela yang diperkenalkan awal tahun ini membantu mengurangi skala PHK secara keseluruhan.

Langkah PHK terbaru ini terjadi ketika perusahaan-perusahaan teknologi besar terus berinvestasi besar-besaran di bidang AI sembari berupaya mengendalikan biaya dan meningkatkan efisiensi operasional.

Fenomena perampingan ini menjadi potret kontras di mana pendanaan riset digital terus melambung tinggi namun di sisi lain jumlah penyerapan tenaga kerja manusia justru diketatkan.

Berdasarkan laporan tahunannya, Microsoft memiliki sekitar 228.000 karyawan penuh waktu di seluruh dunia per Juni 2025. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#microsoft #amerika #phk karyawan #phk massal