Jawa Pos Radar Madiun - Tidak banyak makanan penutup yang mampu bertahan lintas generasi.
Namun, Jell-O menjadi salah satu pengecualian.
Teksturnya yang kenyal, warna-warni menarik, dan mudah dikreasikan membuat hidangan berbahan dasar gelatin ini tetap memiliki tempat di hati banyak orang.
Karena popularitasnya, Amerika Serikat bahkan menetapkan 12 Juli sebagai National Eat Your Jello Day.
Perayaan ini menjadi momen bagi pecinta kuliner untuk menikmati sekaligus mengenang perjalanan panjang Jell-O yang telah menjadi bagian dari budaya makanan penutup selama lebih dari satu abad.
Mengenal National Eat Your Jello Day
National Eat Your Jello Day diperingati setiap 12 Juli di Amerika Serikat.
Hari tersebut didedikasikan untuk merayakan Jell-O, dessert berbahan gelatin yang dikenal karena teksturnya yang lembut dan bergoyang.
Baca Juga: Kecerdasan Buatan Makin Canggih, PBB Peringatkan Risiko yang Tak Boleh Diabaikan
Momentum ini mendorong masyarakat untuk mencoba berbagai kreasi Jell-O, mulai dari resep klasik hingga bentuk-bentuk unik yang dibuat menggunakan cetakan khusus.
Selain dinikmati di rumah, sejumlah restoran, toko roti, hingga supermarket juga kerap menghadirkan menu maupun promo bertema Jell-O saat perayaan berlangsung.
Sejarah Jell-O Berawal dari Akhir Abad ke-19
Meski gelatin telah dikenal sejak abad ke-19, nama Jell-O baru resmi dipatenkan pada 1897 oleh Pearle Bixby Wait bersama istrinya, May Wait.
Pearle Wait berhasil mengembangkan gelatin berperisa yang lebih praktis sehingga mudah digunakan oleh masyarakat.
Inovasi tersebut kemudian menjadi awal berkembangnya Jell-O sebagai salah satu merek makanan penutup paling populer di Amerika Serikat.
Tak lama kemudian, hak merek tersebut dijual kepada Orator Frank Woodward, yang memperkenalkan strategi pemasaran besar-besaran sehingga nama Jell-O semakin dikenal luas.
Baca Juga: Emas Melemah ke Rp2,46 Juta per Gram, Investor Mulai Mengincar Peluang Baru
Kini, merek tersebut berada di bawah naungan Kraft Heinz dan tetap dipasarkan di berbagai negara dengan beragam pilihan rasa.
Perjalanan Jell-O dari Masa ke Masa
Popularitas Jell-O terus berkembang melalui berbagai inovasi.
Beberapa tonggak penting dalam sejarahnya antara lain:
- 1897 – Nama dagang Jell-O resmi didaftarkan.
- 1930 – Varian rasa lime (jeruk nipis) mulai diperkenalkan dan menjadi salah satu favorit hingga kini.
- 1950-an – Musisi Tom Lehrer memperkenalkan konsep Jell-O shots dengan mencampurkan minuman beralkohol ke dalam gelatin.
- 2001 – Negara bagian Utah menetapkan Jell-O sebagai camilan resmi.
- 2017 – Konsumsi Jell-O dan makanan berbahan gelatin tercatat mencapai lebih dari 164 juta porsi.
Mengapa Jell-O Masih Populer?
Jell-O tetap diminati karena menawarkan banyak pilihan rasa, warna, serta bentuk penyajian.
Dessert ini juga dapat dipadukan dengan buah-buahan, krim, kacang-kacangan, hingga bahan lain sesuai selera.
Fleksibilitas tersebut membuat Jell-O tidak hanya menjadi makanan penutup biasa, tetapi juga sering digunakan sebagai dekorasi pesta maupun hidangan keluarga.
Selain itu, gelatin sebagai bahan utama mengandung protein dan kolagen yang banyak dikaitkan dengan kesehatan kulit, rambut, serta tulang.
Meski demikian, manfaat tersebut tetap bergantung pada komposisi produk dan pola konsumsi secara keseluruhan.
Cara Merayakan National Eat Your Jello Day
Ada banyak cara sederhana untuk ikut merayakan National Eat Your Jello Day, di antaranya:
- Membuat Jell-O sendiri menggunakan bubuk gelatin berperisa.
- Bereksperimen dengan resep baru menggunakan buah atau topping favorit.
- Mengadakan tantangan membuat cetakan Jell-O dengan bentuk unik.
- Membagikan hasil kreasi melalui media sosial menggunakan tema National Eat Your Jello Day.
- Menikmati Jell-O bersama keluarga atau teman sebagai hidangan penutup.
Perayaan ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha kuliner untuk menghadirkan menu spesial maupun promo bertema Jell-O.
Tradisi Kuliner yang Tetap Bertahan
Meski telah hadir lebih dari satu abad, Jell-O masih mampu mempertahankan popularitasnya berkat inovasi rasa dan kemudahan penyajiannya.
National Eat Your Jello Day bukan sekadar ajang menikmati makanan penutup, tetapi juga menjadi pengingat bagaimana sebuah produk sederhana dapat berkembang menjadi bagian dari budaya kuliner yang dikenal luas dan tetap dinikmati lintas generasi. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun