Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Selamat dari Kebakaran Mematikan di Spanyol, Pasangan Inggris Kembali ke Desa yang Hangus Dilalap Api

Tim Content Writer Radar Madiun • Senin, 13 Juli 2026 | 15:17 WIB

 

Emma and Simon Michell were relieved to find their home had not been damaged by the fire (BBC)
Emma and Simon Michell were relieved to find their home had not been damaged by the fire (BBC)

Jawa Pos Radar Madiun - Di balik hamparan bukit yang kini berubah hitam akibat kobaran api, masih ada rasa syukur yang tersisa.

Emma dan Simon Mitchell akhirnya bisa kembali ke rumah mereka di Desa Bédar, Spanyol tenggara, setelah kebakaran hutan besar yang menewaskan sedikitnya 13 orang.

Meski rumah mereka selamat, pemandangan di sekelilingnya menjadi pengingat betapa dekatnya mereka dengan bencana.

Kebakaran hutan yang melanda Provinsi Almeria pada Kamis lalu menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Spanyol.

Hingga Minggu (12/7), jumlah korban meninggal bertambah menjadi 13 orang, setelah seorang perempuan berusia 93 tahun yang diyakini berkewarganegaraan Inggris meninggal akibat luka-lukanya di rumah sakit.

Otoritas Spanyol menyebut lima korban diduga merupakan warga negara Inggris, meski identitas resmi para korban masih dalam proses konfirmasi.

Api yang kini telah berhasil dikendalikan menghanguskan sekitar 7.000 hektare lahan.

Baca Juga: Daftar Skuad Indonesia di Japan Open 2026: Tunggal Putri Hanya Kirim 1 Pemain

Kencangnya angin dengan kecepatan hingga 50 kilometer per jam membuat kobaran api menyebar sangat cepat dan meluluhlantakkan kawasan perbukitan.

Rumah Selamat di Tengah Kawasan yang Hangus

Emma dan Simon Mitchell termasuk sekitar 600 warga yang diizinkan kembali ke rumah mereka setelah sebelumnya dievakuasi bersama hampir 1.500 penduduk dari wilayah terdampak.

Pasangan asal Inggris itu pindah ke Bédar tiga tahun lalu. Saat kembali, mereka mendapati rumahnya masih berdiri dan 15 ayam peliharaan mereka tetap hidup.

Layanan listrik dan air di rumah juga masih berfungsi meski kawasan sekitarnya dipenuhi pepohonan yang hangus terbakar.

Namun, Emma mengaku perasaannya campur aduk karena beberapa rumah milik teman mereka tidak berhasil diselamatkan.

"This is our house and it survived," kata Emma Mitchell sambil menunjukkan rumahnya yang masih utuh di tengah lanskap yang terbakar.

Ia mengaku baru menyadari betapa dekat keluarganya dengan ancaman maut ketika melihat kerusakan di sekitar rumah.

Kritik terhadap Sistem Peringatan Darurat

Selain bersyukur karena selamat, pasangan tersebut menyoroti minimnya informasi yang mereka terima saat kebakaran mulai terjadi.

Emma mengatakan mereka tidak pernah memperoleh petunjuk yang jelas mengenai prosedur evakuasi apabila terjadi kebakaran hutan.

Baca Juga: Galaxy S26 Ultra dan Era Baru Smartphone AI: Layar Privat hingga Kamera Malam yang Lebih Tajam

Menurutnya, sistem peringatan melalui telepon seluler seharusnya dapat digunakan agar warga mengetahui bahaya lebih cepat.

Ia juga mengkritik pernyataan sejumlah pejabat lokal yang sebelumnya menyebut beberapa korban, termasuk warga Inggris, tidak mengikuti arahan petugas.

Emma menilai pernyataan tersebut tidak adil karena para korban, menurutnya, tidak menerima instruksi yang memadai sebelum kebakaran meluas.

Otoritas Jelaskan Alasan Tidak Mengirim Peringatan

Pemerintah daerah Andalusia sebelumnya menjelaskan bahwa peringatan darurat tidak dikirimkan pada malam kejadian karena dikhawatirkan akan diterima masyarakat di luar wilayah terdampak sehingga berpotensi mengganggu proses evakuasi.

Sebagai gantinya, polisi dan petugas disebut mendatangi rumah warga secara langsung atau menghubungi mereka melalui telepon untuk memberikan arahan mengenai evakuasi maupun tempat berlindung.

Hingga kini, pemerintah daerah Andalusia dan Kepolisian Garda Sipil Spanyol belum memberikan tanggapan lebih lanjut terhadap kritik yang disampaikan warga.

Salah Satu Kebakaran Paling Mematikan di Spanyol

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dijadwalkan mengunjungi kawasan Los Gallardos pada Senin untuk meninjau langsung dampak kebakaran.

Baca Juga: DPRD Pacitan Dorong Silpa Rp 56 Miliar Diprioritaskan untuk Perbaikan Jalan

Sementara itu, media lokal melaporkan sepasang warga Inggris lainnya ditemukan di dasar jurang dalam kondisi luka bakar serius setelah diduga terjebak saat sedang mendaki ketika api menyebar.

Keduanya kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kebakaran di Almeria menambah daftar bencana hutan paling mematikan di Spanyol.

Para ahli juga kembali mengingatkan bahwa perubahan iklim berkontribusi terhadap meningkatnya suhu ekstrem, gelombang panas, dan risiko kebakaran hutan yang semakin besar di berbagai wilayah Eropa. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#Almeria #Pasangan Inggris #Bédar #spanyol