15 Orang Ditangkap, Begini Kronologi Kerusuhan Suporter Argentina usai Kalah dari Spanyol

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:38 WIB
Kerusuhan di Obelisk Buenos Aires Usai Argentina Gagal Juara Dunia (instagram/@thenationalnews.com)
Kerusuhan di Obelisk Buenos Aires Usai Argentina Gagal Juara Dunia (instagram/@thenationalnews.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Kerusuhan pecah antara suporter sepak bola dan aparat kepolisian di Buenos Aires pada Minggu malam, tak lama usai Argentina takluk 0-1 lewat babak perpanjangan waktu dari Spanyol di partai final Piala Dunia FIFA 2026.

Ribuan suporter yang sebelumnya berkumpul di kawasan Obelisk, titik ikonik yang biasa menjadi pusat perayaan sepak bola di ibu kota Argentina berubah menjadi lautan amuk begitu peluit akhir dibunyikan.

Suasana Berubah Drastis Jelang Tengah Malam

Suasana sebenarnya berlangsung cukup damai sepanjang pertandingan berlangsung.

Namun situasi berubah drastis sekitar pukul 23.45 waktu setempat, ketika sekelompok suporter mencoba menerobos pagar pembatas yang mengelilingi monumen Obelisk.

Eskalasi semakin memburuk saat sejumlah suporter mulai melempar botol kaca dan berbagai benda lain ke arah petugas kepolisian.

Yang kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon guna membubarkan kerumunan massa.

Baca Juga: Sejarah Baru Piala Dunia! Madonna, Shakira, Justin Bieber dan BTS Tampil di Halftime Show Perdana

15 Orang Ditangkap, Sejumlah Korban Luka

Gambar dari lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing berserakan di sepanjang jalanan Buenos Aires.

Salah satu foto bahkan menunjukkan momen kontroversial berupa seorang petugas polisi yang tampak menendang seorang suporter yang sudah terjatuh di tanah.

Kepolisian mengonfirmasi telah menahan sedikitnya 15 orang akibat kerusuhan ini, dengan sejumlah pihak dilaporkan mengalami luka-luka meski tingkat keparahannya belum sepenuhnya diketahui.

Kerusuhan di Obelisk Buenos Aires Usai Argentina Gagal Juara Dunia (instagram/@thenationalnews.com)
Kerusuhan di Obelisk Buenos Aires Usai Argentina Gagal Juara Dunia (instagram/@thenationalnews.com)

Bukan Kali Pertama, Buenos Aires Rawan Kerusuhan Suporter

Insiden semacam ini sebenarnya bukan hal baru bagi Buenos Aires sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

 ebelumnya, perayaan kemenangan dramatis Argentina atas Mesir di babak 16 besar juga sempat diwarnai kericuhan serupa di kawasan yang sama, dengan sembilan orang ditangkap.

Bahkan, dalam insiden terpisah di Provinsi Buenos Aires, seorang pria berusia 46 tahun dilaporkan tewas akibat cedera kepala saat berusaha melerai perkelahian di tengah euforia perayaan tersebut.

Baca Juga: G-SHOCK DW-5600BB-1 Masih Jadi Favorit, Ini Alasan Jam Tangan Serba Hitam Ini Diburu

Kekalahan yang Menyakitkan bagi Argentina

Kekalahan di partai puncak ini tentu menjadi pukulan berat bagi Argentina, yang sempat berambisi mempertahankan status juara dunia usai gelar mereka di Qatar 2022.

Laga final sendiri berlangsung dramatis hingga babak tambahan waktu, dengan situasi di lapangan turut diwarnai ketegangan antar pemain usai laga usai.

Termasuk kartu merah yang diterima salah satu pemain Argentina akibat insiden dorong-mendorong dengan pemain Spanyol.

Otoritas Buenos Aires Diminta Waspada

Rentetan insiden kerusuhan suporter sepanjang turnamen ini menegaskan besarnya tantangan menjaga ketertiban di tengah euforia besar publik Argentina terhadap sepak bola.

Otoritas keamanan setempat kini dituntut lebih siap mengantisipasi potensi kerusuhan serupa di masa mendatang.

Terutama saat momen-momen emosional seperti kemenangan besar maupun kekalahan menyakitkan dalam turnamen sekelas Piala Dunia. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : Buenos Aires Times
kerusuhan spanyol argentina