Bukan Cuma di Buenos Aires, Kericuhan Suporter Argentina Juga Pecah di Rio de Janeiro

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:05 WIB
Kerusuhan Pecah di Rio de Janeiro Usai Kekalahan Argentina Atas Spanyol (instagram/@rio24hs)
Kerusuhan Pecah di Rio de Janeiro Usai Kekalahan Argentina Atas Spanyol (instagram/@rio24hs)

Jawa Pos Radar Madiun - Kericuhan besar pecah di kawasan Pantai Copacabana, Zona Selatan Rio de Janeiro, tak lama usai laga final Piala Dunia FIFA 2026 berakhir pada Minggu malam (19/7/2026).

Sepanjang pertandingan, ribuan suporter asal Argentina memadati kawasan pesisir tersebut untuk menyaksikan bersama laga final melawan Spanyol.

Lengkap dengan nyanyian penuh semangat, kembang api biru, dan bendera yang dikibarkan tinggi-tinggi.

Dari Tensi Pertandingan ke Bentrokan Jalanan

Suasana sempat berubah tegang di tengah jalannya pertandingan, seiring dominasi penguasaan bola Spanyol yang membuat suporter Argentina waswas.

Kiper Emiliano "Dibu" Martinez sempat jadi penyelamat lewat sejumlah penyelamatan gemilang, namun gol Ferran Torres di masa perpanjangan waktu akhirnya memastikan Spanyol keluar sebagai juara dengan skor 1-0.

Baca Juga: 15 Orang Ditangkap: Kronologi Kerusuhan Suporter Argentina Usai Kalah dari Spanyol

Usai peluit akhir dibunyikan, kekecewaan mendalam suporter Argentina berubah menjadi kericuhan di jalanan Copacabana.

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sekelompok suporter Argentina mengepung seorang pengendara motor.

Sang pengendara yang sempat dianiaya kemudian melawan balik hingga salah satu suporter terjatuh ke aspal.

Sementara sebuah taksi turut menabrak salah satu anggota kelompok tersebut di tengah kekacauan. Helm sang pengendara motor pecah akibat insiden ini, sebelum ia akhirnya dikepung kelompok yang lebih besar.

Polisi Militer Turun Tangan Redakan Kerusuhan

Rekaman lain memperlihatkan personel Polisi Militer Brasil berusaha membubarkan kerumunan suporter menggunakan pentungan.

Hingga berita ini ditulis, pihak Polisi Militer belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Rahasia Baru Dubrovnik Terbongkar, Jalur Camino Ini Ajak Wisatawan Menjelajah Sisi yang Jarang Terlihat

Kerusuhan Serupa Juga Terjadi di Búzios

Tak hanya di Copacabana, kericuhan serupa turut pecah di Búzios, kawasan Região dos Lagos.

Warga Brasil dan suporter Argentina terlibat perkelahian massal di tenda-tenda yang didirikan Pemerintah Kota di Praça Santos Dumont, lokasi pemasangan layar besar untuk menonton bersama laga final tersebut.

Puluhan orang dilaporkan terlibat dalam perkelahian ini, memicu kepanikan dan kekacauan di antara warga sekitar maupun wisatawan yang tengah melintas di lokasi.

Rentetan Insiden Sepanjang Turnamen

Insiden di Copacabana dan Búzios ini menambah panjang daftar kerusuhan yang melibatkan suporter Argentina sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Termasuk kericuhan di Buenos Aires usai kemenangan dramatis Argentina atas Mesir di babak 16 besar, yang sempat melukai lima polisi dan menyebabkan 19 orang ditahan.

Baca Juga: Sejarah Baru Piala Dunia! Madonna, Shakira, Justin Bieber dan BTS Tampil di Halftime Show Perdana

Situasi Berangsur Terkendali

Meski sempat mencekam, situasi di Copacabana dilaporkan berangsur terkendali usai aparat keamanan turun tangan meredakan kerumunan.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa euforia dan kekecewaan besar dalam ajang sepak bola sebesar Piala Dunia kerap membawa risiko gesekan sosial.

Terutama saat massa dalam jumlah besar berkumpul di ruang publik tanpa pengawasan ketat. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : Terra Esportes
kerusuhan spanyol argentina