Jawa Pos Radar Madiun - Tak banyak bangunan di dunia yang membutuhkan waktu lebih dari satu abad untuk mendekati garis akhir pembangunannya.
Di Barcelona, Spanyol, Sagrada Família akhirnya memasuki babak baru setelah menara utama yang didedikasikan untuk Yesus Kristus selesai dibangun.
Momen ini menjadi penanda penting bagi basilika karya Antoni Gaudí yang telah melewati perang, krisis pendanaan, hingga perkembangan teknologi selama 144 tahun.
Penyelesaian Menara Yesus Kristus membuat gereja ikonik tersebut kini mencapai tinggi penuh sekitar 566 kaki atau sekitar 172,5 meter, menjadikannya sebagai gereja tertinggi di dunia.
Puncak menara dilengkapi salib raksasa yang dipasang pada Februari 2026 sebagai elemen struktural terakhir bangunan.
Menara Terakhir Resmi Diresmikan
Peresmian menara ke-18 dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan misa khidmat dan pemberkatan yang dipimpin Paus Leo XIV.
Peristiwa ini memiliki makna historis karena bertepatan dengan 100 tahun wafatnya Antoni Gaudí, arsitek visioner yang mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk proyek tersebut.
Baca Juga: Malam itu Madiun Berubah Jadi Panggung Raksasa, Ada Apa di Balik Spektra Carnival 2026?
Meski beberapa pekerjaan nonstruktural masih akan dilanjutkan dalam beberapa tahun ke depan, tahun 2026 sejak lama telah ditetapkan sebagai tonggak pembukaan besar basilika tersebut.
Perjalanan Panjang yang Penuh Tantangan
Sejak peletakan batu pertama pada 1882, pembangunan Sagrada Família menghadapi berbagai hambatan.
Perang Saudara Spanyol, dinamika politik, hingga keterbatasan dana membuat proyek ini berkali-kali tertunda.
Situasi semakin rumit pada 1936 ketika bengkel kerja Antoni Gaudí dibakar saat Perang Saudara Spanyol.
Banyak gambar rancangan dan model plester yang menjadi acuan pembangunan ikut hancur.
Beruntung, sebagian dokumentasi berupa foto, gambar, buku, dan catatan berhasil diselamatkan oleh murid serta kolaborator Gaudí sehingga dapat menjadi pedoman bagi generasi arsitek berikutnya.
Teknologi Modern Bantu Wujudkan Visi Gaudí
Menyatukan Warisan Lama dan Inovasi Baru
Menyelesaikan menara utama bukan sekadar membangun struktur tinggi, tetapi juga menjaga agar hasil akhirnya tetap setia pada konsep asli Gaudí.
Baca Juga: SUNRA Pamer Kekuatan di Wuxi 2026, Motor Listrik Terbarunya Jadi Sorotan
Arsitek Mauricio Cortés menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah mempertahankan visi sang maestro sambil memenuhi standar teknik modern.
"Obviously, the times have changed the technology has evolved, as have the regulations."
Menurut Cortés, seluruh tim berupaya memastikan tampilan luar bangunan tetap mendekati rancangan awal Gaudí.
"We believe we're pretty close to (his plans for) the exterior, for sure."
Salib yang menjadi mahkota Menara Yesus Kristus dibuat di Jerman dalam 14 bagian prefabrikasi menggunakan kombinasi beton dan baja tahan karat.
Material tersebut dipilih agar struktur tetap kuat namun lebih ringan dibandingkan bahan konvensional.
Setelah tiba di Barcelona, setiap bagian dirakit di bengkel yang berada sekitar 200 kaki di atas permukaan tanah sebelum diangkat menggunakan derek ke posisi akhir.
Selain itu, seluruh komponen dimodelkan menggunakan teknologi tiga dimensi (3D) sehingga prinsip geometri khas Gaudí dapat diterapkan secara presisi dengan bantuan perangkat digital modern.
Tetap Bertahan Berkat Wisatawan
Sebagai gereja penebusan (expiatory temple), pembangunan Sagrada Família sepenuhnya dibiayai melalui donasi dan pendapatan dari tiket pengunjung.
Model pendanaan tersebut sempat terpukul ketika pandemi Covid-19 membuat jumlah wisatawan turun drastis.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Ini Alasan Petugas BPS Akan Menanyakan Kondisi Keuangan dan Usaha Warga
Namun setelah sektor pariwisata pulih, kunjungan kembali meningkat. Sepanjang 2025 saja, hampir lima juta orang datang mengunjungi basilika tersebut, memberikan dukungan finansial bagi kelanjutan proyek.
Masih Ada Pekerjaan yang Belum Tuntas
Walaupun menara tertinggi telah selesai, pembangunan Sagrada Família belum benar-benar berakhir.
Bagian interior diperkirakan masih membutuhkan penyelesaian hingga 2028.
Selain itu, perhatian kini beralih ke pembangunan Glory Facade, fasad utama yang dirancang sebagai pintu masuk megah menuju basilika.
Namun proyek ini memunculkan kontroversi karena rencana pembangunan tangga monumental di bagian depan berpotensi membutuhkan pembongkaran sejumlah bangunan tempat tinggal dan usaha milik warga sekitar.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat yang hingga kini masih menunggu kepastian mengenai masa depan lingkungan mereka.
Simbol Ketekunan Selama Lebih dari Satu Abad
Sagrada Família tidak hanya dikenal sebagai mahakarya arsitektur, tetapi juga menjadi simbol kegigihan lintas generasi.
Selama lebih dari satu abad, puluhan arsitek, insinyur, dan pekerja melanjutkan gagasan Antoni Gaudí dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang tanpa meninggalkan filosofi desain aslinya.
Rampungnya Menara Yesus Kristus menjadi penanda bahwa salah satu proyek konstruksi paling panjang dalam sejarah dunia akhirnya memasuki fase akhir, sekaligus membuka babak baru bagi ikon kota Barcelona tersebut. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : CNN