Belum Sehari Menjabat, Andy Burnham Langsung Diuji Kritik dari Mantan Orang Kepercayaan Starmer

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 22:00 WIB
Darren Jones was sacked as a minister (BBC)
Darren Jones was sacked as a minister (BBC)

Jawa Pos Radar Madiun - Hari pertama sebagai Perdana Menteri Inggris belum benar-benar berlalu, tetapi Andy Burnham sudah menghadapi ujian politik.

Di tengah janjinya memangkas pajak pertambahan nilai (VAT) untuk tagihan listrik rumah tangga, kritik justru datang dari sosok yang hingga sehari sebelumnya berada di lingkaran pemerintahan Sir Keir Starmer.

Darren Jones, mantan pejabat senior di Downing Street, mempertanyakan bagaimana pemerintah baru akan membiayai berbagai kebijakan yang mulai diumumkan Burnham.

Burnham Janjikan Pemotongan VAT Listrik

Pada hari pertamanya memimpin pemerintahan, Andy Burnham mengumumkan rencana memotong VAT pada tagihan listrik rumah tangga mulai 1 Oktober.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mengurangi beban biaya energi sekaligus memberikan efek positif terhadap inflasi.

Namun, tak lama setelah pengumuman itu, muncul tanggapan kritis dari Darren Jones melalui media sosial X.

Baca Juga: Di Tengah Pesta Juara Dunia, Sikap Politik Spanyol terhadap Israel Kembali Jadi Sorotan

Darren Jones Soroti Sumber Pendanaan

Sehari setelah dicopot dari jabatannya, Jones sempat mengunggah foto dirinya sedang menikmati minuman dengan keterangan, "thank you and good night. See you September".

Meski unggahan itu sempat memberi kesan ia akan menghindari komentar politik untuk sementara waktu, beberapa jam kemudian Jones kembali membuat pernyataan yang menjadi sorotan.

Ia menulis:

"Good news that VAT will be cut on electricity bills. It's a simple way for families to save a few quid, and to mechanically help to keep inflation that little bit lower.

But the DigitalID program was unfunded. The government will have to set out how it will pay for its new policies at the budget."

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa meskipun mendukung pemotongan pajak listrik, Jones mempertanyakan kejelasan sumber pembiayaan program-program baru pemerintah.

Program Digital ID Ikut Disorot

Kritik Jones mengacu pada program Digital ID yang sebelumnya telah dibahas dalam laporan Office for Budget Responsibility (OBR).

Dalam Economic and Fiscal Outlook yang diterbitkan pada November tahun lalu, OBR beberapa kali menyebut bahwa pendanaan untuk program tersebut belum memiliki alokasi yang jelas.

Laporan itu antara lain menyatakan bahwa:

Belum ada sumber pendanaan khusus yang ditetapkan untuk kartu identitas digital.

Implementasi Digital ID diperkirakan membutuhkan biaya sekitar £0,6 miliar per tahun, tetapi belum tersedia anggaran yang secara eksplisit disiapkan.

Meski kritik itu juga berkaitan dengan kebijakan yang sebelumnya didukung pemerintahan Sir Keir Starmer, kini perhatian publik tertuju kepada Burnham sebagai pemimpin baru yang harus menjelaskan strategi pembiayaan pemerintahannya.

Baca Juga: NASA Batalkan Rencana Modul Inti ISS, Industri Antariksa Komersial Akhirnya Menang

Reshuffle Tinggalkan Sejumlah Tokoh Starmer

Perombakan kabinet yang dilakukan Burnham juga menjadi perhatian karena sejumlah tokoh yang dikenal dekat dengan Sir Keir Starmer tidak lagi mengisi posisi penting di pemerintahan.

Beberapa nama yang tidak lagi berada di jajaran kabinet antara lain:

Di sisi lain, Wes Streeting dipercaya mengemban jabatan sebagai Menteri Pertahanan setelah sebelumnya mengundurkan diri sebagai Menteri Kesehatan.

Burnham Hadapi Tantangan Menyatukan Partai

Situasi ini muncul hanya beberapa hari setelah Burnham menegaskan pentingnya mengakhiri perpecahan atau "factionalism" di tubuh Partai Buruh.

Pengamat politik kini menilai perhatian publik akan tertuju pada bagaimana Burnham menjaga soliditas partai sekaligus menjelaskan pendanaan berbagai kebijakan baru yang dijanjikan pemerintah.

Selain itu, mantan menteri yang kini kembali menjadi anggota parlemen biasa diperkirakan tetap akan memiliki pengaruh dalam membentuk opini publik terhadap langkah-langkah pemerintahan Burnham di masa mendatang. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : BBC
Andy Burnham Politik Inggris Partai Buruh Inggris Darren Jones Inggris