Kanada Dilanda Kebakaran Hutan Terparah, Muncul Desakan "Pengadilan Nuremberg" untuk Raksasa Minyak

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 23:00 WIB
Asap tebal membubung dari kebakaran hutan yang melanda Kanada. Kebakaran yang semakin ekstrem memicu kembali perdebatan mengenai dampak perubahan iklim dan penggunaan bahan bakar fosil. (X/TaraBull)
Asap tebal membubung dari kebakaran hutan yang melanda Kanada. Kebakaran yang semakin ekstrem memicu kembali perdebatan mengenai dampak perubahan iklim dan penggunaan bahan bakar fosil. (X/TaraBull)

Jawa Pos Radar Madiun - Langit yang biasanya cerah berubah kelabu. Asap pekat dari kebakaran hutan di Kanada melayang hingga menutupi sejumlah kota besar di Amerika Serikat.

Di tengah upaya ribuan petugas memadamkan api, muncul seruan keras dari kelompok aktivis iklim yang menilai bencana tersebut bukan lagi sekadar fenomena alam, melainkan konsekuensi dari krisis iklim yang telah lama diperingatkan para ilmuwan.

Ratusan titik api masih membakar berbagai wilayah Kanada. Situasi ini memicu evakuasi massal, merusak permukiman, serta memperburuk kualitas udara di Amerika Utara.

Bersamaan dengan itu, sejumlah organisasi lingkungan mendesak agar perusahaan bahan bakar fosil dimintai pertanggungjawaban atas perannya dalam mempercepat perubahan iklim.

Ratusan Kebakaran Masih Berkobar

Berdasarkan data otoritas kebakaran hutan Kanada, terdapat 884 kebakaran hutan yang masih aktif. Dari jumlah tersebut, 124 kebakaran berstatus tidak terkendali.

Provinsi Ontario menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dengan lebih dari 100 titik api.

Baca Juga: Dari Rumah 10 Meter Persegi hingga Rumah untuk Kucing, Ini 10 Desain Hunian Jepang Paling Unik

Kebakaran memaksa sedikitnya 15 komunitas pedesaan mengungsi, menghancurkan rumah-rumah di komunitas adat Collins First Nation (Namaygoosisagagun), sekaligus menyelimuti wilayah Amerika Serikat bagian Midwest dan Timur Laut dengan asap tebal.

Pada Kamis malam waktu setempat, menurut IQAir, empat kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah:

Asap Lintas Negara Ganggu Aktivitas Warga

Dampak kebakaran tidak berhenti di Kanada. Asap tebal menyebar hingga ke berbagai kota besar di Amerika Serikat sehingga menurunkan kualitas udara secara signifikan.

Di media sosial, berbagai rekaman memperlihatkan dahsyatnya kebakaran. Salah satunya menunjukkan kereta api melintasi kobaran api di dekat Armstrong, Ontario. Seluruh awak kereta dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat.

Sementara itu, fotografer adat Nadya Kwandibens membagikan kondisi kampung halamannya di Collins, Ontario, yang hangus dilalap api.

Warga disebut harus menyelamatkan diri menggunakan perahu sebelum sejumlah rumah dan bangunan rusak akibat kebakaran.

Baca Juga: NASA Batalkan Rencana Modul Inti ISS, Industri Antariksa Komersial Akhirnya Menang

Aktivis Serukan "Pengadilan Nuremberg" untuk Industri Minyak

Di tengah memburuknya kondisi, sejumlah organisasi lingkungan melontarkan kritik tajam kepada industri minyak dan gas.

Kelompok Sunrise Movement melalui media sosial menyerukan, "We need Nuremberg trials for Big Oil."

Organisasi Climate Defiance juga menyampaikan tuntutan serupa dengan menyatakan, "Nuremberg-style trials are in order for the fossil fuel executives who knew what they were doing to our children’s futures and did anyway."

Pernyataan tersebut mencerminkan tuntutan agar para petinggi perusahaan bahan bakar fosil dimintai pertanggungjawaban atas dampak perubahan iklim yang dinilai semakin ekstrem.

Ilmuwan: Perubahan Iklim Memperparah Kebakaran

Para peneliti menegaskan bahwa kebakaran memang merupakan bagian alami dari siklus hutan boreal Kanada.

Namun, pemanasan global akibat pembakaran minyak, gas, dan batu bara membuat kebakaran menjadi lebih sering terjadi dan jauh lebih ekstrem.

Profesor Geografi dan Lingkungan dari University of Western Ontario, Laura Chasmer, mengatakan kebakaran besar di Kanada meningkat sejak 2015.

"This is associated with some of the extreme climate warming that we've been seeing, and the atmospheric drying of the surface," ujarnya.

Perwakilan wilayah Ontario, Lise Vaugeois, juga menyebut perubahan iklim menjadi faktor yang memperburuk situasi.

"Fires are part of a natural cycle, but the extreme temperatures we are experiencing across the county and the growing severity of weather events are indicators of climate change."

Baca Juga: Di Balik Euforia Piala Dunia, Inggris Waspadai Lonjakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Kritik terhadap Kebijakan Energi Kanada

Di tengah bencana tersebut, kritik juga diarahkan kepada pemerintah Kanada yang pada Juli ini tetap melanjutkan pembangunan tiga proyek pipa bahan bakar fosil.

Jurnalis Brandi Morin menilai setiap proyek baru justru memperbesar pemanasan global yang membuat hutan boreal semakin mudah terbakar.

Sementara itu, regulator di negara bagian Michigan, Amerika Serikat, juga menyetujui izin penting untuk proyek pipa Enbridge Line 5 yang selama ini menuai kontroversi.

Seruan Beralih ke Energi Bersih

Sejumlah tokoh politik dan kelompok lingkungan mendesak pemerintah mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

Senator Amerika Serikat Ed Markey menulis bahwa krisis iklim kini terjadi secara nyata ketika asap kebakaran menyelimuti Massachusetts.

Direktur Fossil Free Media, Jamie Henn, bahkan menyampaikan kritik keras terhadap industri bahan bakar fosil.

"Climate change isn't a tragedy, it's a crime. The fossil fuel industry are arsonists at a global scale. It's their pollution that's fueling these horrific wildfires."

Ia juga meminta pemerintah Kanada menghentikan persetujuan proyek pipa baru dan menggunakan keuntungan besar industri minyak serta gas untuk membantu masyarakat yang berada di garis depan krisis iklim. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : therealnews.com
Kebakaran Hutan Kanada Krisis Iklim kanada perubahan iklim pemanasan global