74 Tahun Jadi Misteri, Bangkai Pesawat Pan Am Ini Akhirnya Ditemukan di Dasar Atlantik

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:34 WIB
Bangkai pesawat Pan Am "Clipper Endeavor" ditemukan di lepas pantai Puerto Rico. (today.com)
Bangkai pesawat Pan Am "Clipper Endeavor" ditemukan di lepas pantai Puerto Rico. (today.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Tim pencari kedirgantaraan berhasil menemukan bangkai pesawat Pan American World Airways yang jatuh di perairan lepas pantai Puerto Rico pada 1952, mengakhiri misteri berpuluh-puluh tahun soal lokasi persis kecelakaan yang menewaskan 52 orang tersebut.

Yayasan Air/Sea Heritage, bekerja sama dengan program "Expedition Unknown" milik Discovery Channel, mengumumkan penemuan ini lewat rilis resmi pada Selasa (21/7/2026).

Kronologi Tragedi yang Mengubah Standar Keselamatan Penerbangan

Pesawat bernama Clipper Endeavor, jenis Douglas DC-4, jatuh tak lama usai lepas landas dari San Juan, Puerto Rico, menuju New York pada 11 April 1952, membawa 64 penumpang dan lima awak kabin.

Pesawat mengalami pendaratan darurat di laut usai kehilangan tenaga dari kedua mesinnya.

Baca Juga: Perang Dayung vs Tongkat: Duel Terpanas Antara China dan Filipina di Laut China Selatan

Dari total penumpang, 17 orang berhasil selamat, meski kepanikan sempat terjadi karena banyak penumpang kesulitan menemukan jaket pelampung, sementara awak kabin juga kesulitan mengeluarkan rakit penyelamat.

 Tragedi inilah yang kemudian mendorong lahirnya kebijakan wajib pengarahan keselamatan penumpang sebelum penerbangan lepas landas, aturan yang masih diterapkan di seluruh maskapai komersial dunia hingga saat ini.

Ditemukan Berkat Peta Buatan Pilot Militer

Proses pencarian bangkai pesawat ini memakan waktu bertahun-tahun, melibatkan penelusuran mendalam arsip Pan Am dan Penjaga Pantai AS, hingga laporan dari Dewan Penerbangan Sipil (cikal bakal FAA).

Kunci utama penemuan ternyata berasal dari catatan sidang dengar pendapat di Puerto Rico terkait kecelakaan tersebut,

Dilengkapi peta perkiraan lokasi kejadian yang dibuat oleh pilot Angkatan Udara AS yang kebetulan menyaksikan langsung insiden itu saat tengah menjalani penerbangan latihan.

Baca Juga: Bukan Lagi Soal 5G, Persaingan AS-China Kini Bergeser ke Kabel Internet Bawah Laut

Bangkai pesawat Pan Am "Clipper Endeavor" ditemukan di lepas pantai Puerto Rico. (today.com)
Bangkai pesawat Pan Am "Clipper Endeavor" ditemukan di lepas pantai Puerto Rico. (today.com)

Ditemukan di Kedalaman 2.000 Kaki

Bangkai pesawat akhirnya ditemukan pada 2 Juni lalu di kedalaman sekitar 2.000 kaki di dasar Samudra Atlantik, dalam kondisi terbelah menjadi dua bagian.

Penemuan dilakukan menggunakan drone bawah laut otonom berteknologi sonar resolusi tinggi.

Survei foto lanjutan berhasil mengonfirmasi identitas pesawat secara meyakinkan, dengan logo ikonik bersayap Pan American serta nama pesawat masih terlihat jelas pada bangkai tersebut.

Baca Juga: China Balas Telak Tuntutan Kompensasi Trump soal Selat Hormuz

Situs Bangkai Akan Dijadikan Kuburan Bersejarah

Pihak "Expedition Unknown" menegaskan tidak ada rencana untuk mengangkat bangkai pesawat tersebut atau mengganggunya dengan cara apa pun.

Mengingat lokasi tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir para korban yang tewas dalam kecelakaan itu.

Yayasan Air/Sea Heritage kini tengah berkoordinasi dengan pemerintah Puerto Rico untuk memperluas perlindungan terhadap situs bangkai tersebut, sekaligus mengusulkan pembangunan monumen peringatan bagi para korban.

Keluarga yang terdampak langsung tragedi ini, termasuk dua penyintas yang masih hidup, juga telah dihubungi terkait penemuan tersebut.

Akan Diangkat dalam Episode Khusus

Penemuan bersejarah ini rencananya akan diangkat dalam salah satu episode "Expedition Unknown" Discovery Channel yang tayang akhir tahun ini.

Memberikan penutup emosional bagi kisah tragedi penerbangan yang sempat mengubah wajah standar keselamatan industri penerbangan dunia. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : today.com
Atlantik tragedi pesawat pesawat jatuh