Tragedi Panti Asuhan Aljazair, Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran yang Merenggut Nyawa Anak-anak

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:00 WIB
People gathered outside the orphanage after the fire, news of which has caused shock and outrage (BBC)
People gathered outside the orphanage after the fire, news of which has caused shock and outrage (BBC)

Jawa Pos Radar Madiun - Suasana dini hari yang seharusnya tenang berubah menjadi kepanikan di sebuah panti asuhan di Aljazair.

Api tiba-tiba membesar dan melahap bangunan, memaksa petugas penyelamat bekerja keras selama berjam-jam untuk mengevakuasi para penghuni. 

Tragedi tersebut menewaskan belasan orang dan memicu duka mendalam sekaligus tuntutan publik agar penyebab insiden diusut secara terbuka.

Hasil penyelidikan terbaru dari kepolisian Aljazair menyebut kebakaran yang terjadi di panti asuhan kawasan Mohammadia, pinggiran timur ibu kota Aljir, dipicu oleh percikan listrik dari unit pendingin ruangan (AC) yang mengalami kerusakan.

Peristiwa itu menewaskan 11 orang dan menyebabkan 19 lainnya mengalami luka-luka.

Investigasi Sebut AC Rusak Jadi Sumber Kebakaran

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, kebakaran berasal dari percikan listrik pada sebuah unit AC yang terus beroperasi di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Aljazair.

Api mulai muncul pada Kamis dini hari dan dengan cepat menyebar ke berbagai bagian bangunan panti asuhan.

Hingga kini, otoritas belum merinci usia seluruh korban. Namun, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune memastikan bahwa anak-anak termasuk di antara korban meninggal.

Baca Juga: Spesifikasi Galaxy Z Fold 8 yang Baru Meluncur: Bobot Ringan Hanya 201 Gram, Dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5

Dalam pernyataannya, Tebboune mengatakan: 

"It is with a heart resigned to the will of God that I learned of the death of children and the injury of others."

Proses Evakuasi Berlangsung Selama Tiga Jam

Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mengendalikan kobaran api di panti asuhan tersebut.

Operasi penyelamatan melibatkan:

Laporan juga menyebut seorang pengasuh panti turut menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Sifi Ghrieb mengunjungi para korban selamat yang menjalani perawatan di dua rumah sakit.

Mereka mengalami luka bakar, menghirup asap, hingga mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Lima Anak Berhasil Diselamatkan

Di tengah proses evakuasi, petugas berhasil menyelamatkan lima anak penyandang disabilitas atau memiliki keterbatasan mobilitas.

Keberhasilan penyelamatan tersebut menjadi satu-satunya kabar baik di tengah tragedi yang mengejutkan masyarakat Aljazair.

Baca Juga: 11 Penyelamatan di Final Tetap Tak Cukup, Begini Curhat Dibu Martinez usai Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026

Gelombang Panas Perburuk Risiko Kebakaran

Peristiwa ini terjadi ketika Aljazair sedang dilanda gelombang panas yang cukup ekstrem.

Selain kebakaran di panti asuhan, petugas pemadam juga masih berjibaku memadamkan sejumlah kebakaran hutan di wilayah utara negara tersebut.

Kondisi cuaca panas diduga membuat penggunaan pendingin ruangan meningkat sehingga memperbesar risiko gangguan pada perangkat listrik.

Publik Desak Investigasi Transparan

Tragedi ini memicu reaksi luas dari berbagai kalangan, mulai dari partai oposisi, media, hingga masyarakat di media sosial.

Partai oposisi Jil Jadid meminta penyelidikan dilakukan secara transparan sekaligus menuntut pertanggungjawaban hukum apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran standar keselamatan.

Selain itu, mereka juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kebakaran di berbagai fasilitas publik, seperti:

Jurnalis Akram Kharief bahkan menyebut insiden tersebut sebagai "national tragedy".

Ia menyerukan audit keselamatan kebakaran di seluruh institusi publik dan mempertanyakan mengapa masyarakat Aljazair belum dapat menikmati standar keselamatan yang lebih baik.

Di media sosial, banyak warganet mempertanyakan siapa yang bertugas mengawasi anak-anak pada malam kejadian. Sebagian lainnya mendesak pejabat terkait untuk mengundurkan diri.

Baca Juga: Insiden Jalanan di Ho Chi Minh, Pengemudi Van Jadi Korban Perusakan Setelah Membunyikan Klakson

Sementara itu, situs berita Le Matin d'Algérie menyoroti tidak hadirnya wali kota maupun gubernur provinsi saat proses penyelamatan berlangsung.

Media Algérie Patriotique juga meminta seluruh fakta diungkap "without complacency" guna memastikan apakah tragedi tersebut sebenarnya dapat dicegah.

Tragedi Jadi Pengingat Pentingnya Standar Keselamatan

Kebakaran di panti asuhan Mohammadia menjadi salah satu insiden paling memilukan yang terjadi di Aljazair tahun ini.

Selain meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tragedi tersebut memunculkan kembali sorotan terhadap pentingnya sistem keselamatan bangunan, terutama di fasilitas yang menampung anak-anak dan kelompok rentan.

Hasil investigasi resmi memang telah mengarah pada kerusakan unit AC sebagai penyebab awal kebakaran.

Namun, tuntutan publik agar seluruh aspek pengawasan dan standar keamanan dievaluasi diperkirakan akan terus mengemuka seiring berjalannya penyelidikan lebih lanjut. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : BBC
aljazair Kebakaran Panti Asuhan Berita Dunia Kebakaran Aljazair gelombang panas