Burnham Janji Selamatkan Pub Lewat Pemotongan Pajak, Tapi Pelaku Usaha Bilang Belum Cukup

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:00 WIB
Andy Burnham mengunjungi sebuah pub sebagai bagian dari komitmennya mendukung sektor perhotelan dan usaha pub di Inggris. (BBC)
Andy Burnham mengunjungi sebuah pub sebagai bagian dari komitmennya mendukung sektor perhotelan dan usaha pub di Inggris. (BBC)

Jawa Pos Radar Madiun - Segelas bir yang dituangkan langsung oleh Perdana Menteri Andy Burnham di sebuah pub menjadi simbol dimulainya kebijakan baru untuk sektor perhotelan dan hiburan di Inggris.

Di hadapan para pemilik usaha, Burnham berjanji "bala bantuan akan datang" melalui pemangkasan business rates atau pajak properti bisnis.

Namun, tak semua pihak yakin langkah itu cukup untuk mengatasi tekanan biaya yang terus menghimpit industri.

Pemerintah Inggris mengumumkan pub, klub, dan tempat pertunjukan musik akan memperoleh diskon 20 persen untuk business rates mulai April mendatang.

Kebijakan tersebut diperkirakan mengurangi penerimaan negara sekitar 100 juta pound sterling.

Pub, Klub, dan Venue Musik Dapat Keringanan Pajak

Dalam pengumuman resminya, Burnham menyatakan pemotongan pajak ditujukan untuk membantu sektor hiburan malam yang masih menghadapi kenaikan biaya operasional.

Baca Juga: Pemkab Madiun Luncurkan Si Ratu, Mobil Rontgen Keliling Gratis untuk Deteksi TBC

Namun, insentif tersebut tidak berlaku bagi kafe maupun restoran. Selain itu, pelaku usaha perhotelan di Skotlandia juga tidak termasuk dalam kebijakan tersebut.

Keputusan itu memicu kritik dari sejumlah pihak, termasuk pemimpin Partai Konservatif, Kemi Badenoch, yang mempertanyakan cakupan kebijakan tersebut.

"Is that it?"

Pelaku Industri: Dampaknya Belum Terlalu Terasa

Meski menyambut baik adanya bantuan, sejumlah pelaku usaha menilai nilai penghematan yang diberikan masih terlalu kecil.

Kelompok pub Fired Up Collective memperkirakan rata-rata pub hanya akan menghemat sekitar 1.000 pound sterling per tahun.

Menurut mereka, angka tersebut belum cukup untuk memberikan dampak nyata terhadap biaya operasional maupun harga minuman bagi pelanggan.

Mereka menilai pemotongan pajak itu kemungkinan besar tidak akan banyak memengaruhi harga segelas bir di pub.

Industri Hiburan Malam Tetap Sambut Positif

Di sisi lain, Night Time Industries Association melihat kebijakan tersebut sebagai langkah positif.

Organisasi itu menyebut insentif pajak dapat memberikan "meaningful relief to businesses facing sustained cost pressures".

Menurut mereka, meski belum menjadi solusi menyeluruh, bantuan tersebut tetap dapat meringankan beban pelaku usaha yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan biaya yang terus meningkat.

Baca Juga: DPRD Pacitan Soroti Jalan Rusak, Kemantapan Jalan Kabupaten Belum Capai Target

Pemerintah Akan Tinjau Insentif Pajak Bisnis Lain

Untuk membiayai program tersebut, pemerintah berencana meninjau kembali berbagai skema keringanan pajak bagi sejumlah bisnis di kawasan pusat kota.

Burnham mengatakan evaluasi akan dilakukan terhadap insentif yang selama ini dinikmati beberapa jenis usaha, termasuk:

Menurut Burnham, sejumlah bisnis tersebut "often bring real harm to communities", sehingga pemerintah ingin memastikan kebijakan perpajakan lebih berpihak pada usaha yang memberikan manfaat sosial lebih besar.

Burnham Sebut Diri "Pembela Pub"

Usai mengumumkan kebijakan tersebut, Burnham mengunjungi The Hare Inn di Essex bersama Menteri Keuangan John Healey. Keduanya bahkan sempat menuangkan bir untuk para pengunjung.

Dalam kesempatan itu, Burnham menyebut dirinya sebagai "defender" bagi pub-pub di Inggris.

Baca Juga: Pilkades Pacitan Sepi Peminat, Dua Desa Belum Punya Bakal Calon Kepala Desa

Ia juga mengakui bahwa kebijakan yang diumumkan belum tentu memenuhi seluruh harapan pelaku usaha.

"May not be everything that they're looking for, but sometimes the small things matter as well."

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah menyadari masih ada tuntutan lebih besar dari sektor perhotelan dan hiburan.

Meski demikian, Burnham berharap pemotongan business rates menjadi langkah awal untuk membantu bisnis lokal bertahan di tengah tekanan ekonomi. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : BBC
Andy Burnham Pub Inggris Business Rates Ekonomi Inggris Inggris