Jawa Pos Radar Madiun - Keheningan menyelimuti Galeri Apollo di Museum Louvre, Paris, saat pintunya kembali dibuka untuk publik.
Berbeda dengan masa lalu ketika ruangan ini dipenuhi mahkota kerajaan, perhiasan berharga, dan benda-benda bersejarah, kini pengunjung hanya menemukan ruang kosong yang menampilkan kemegahan arsitektur dan dekorasi klasiknya.
Keputusan tersebut diambil beberapa bulan setelah galeri menjadi lokasi salah satu pencurian museum terbesar di Prancis.
Galeri Dibuka Lagi Setelah Ditutup Sejak Oktober 2025
Galeri Apollo resmi menerima kembali pengunjung pada Rabu (22/7/2026) setelah ditutup sejak 19 Oktober 2025.
Penutupan dilakukan menyusul aksi pencurian yang menggemparkan dunia, ketika empat pelaku berhasil membawa kabur perhiasan kerajaan Prancis senilai sekitar US$102 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.
Salah satu benda paling berharga yang menjadi sasaran adalah mahkota milik Permaisuri Eugénie, yang terbuat dari emas, berlian, dan zamrud.
Mahkota tersebut kemudian ditemukan kembali di luar museum setelah diduga terjatuh saat pelaku melarikan diri.
Namun, sebagian besar perhiasan lainnya hingga kini masih belum berhasil ditemukan.
Baca Juga: Insiden Jalanan di Ho Chi Minh, Pengemudi Van Jadi Korban Perusakan Setelah Membunyikan Klakson
Louvre Ubah Konsep Galeri
Pihak Museum Louvre memutuskan memindahkan seluruh koleksi beserta etalase pajangan dari Galeri Apollo.
Dalam keterangan resminya, museum menyebut langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan perhatian pengunjung pada keindahan dekorasi dinding, lukisan, dan pahatan yang menghiasi ruangan sejak abad ke-17.
Kini Galeri Apollo difungsikan sebagai ruang bagi pengunjung untuk berjalan santai dan menikmati nilai artistik interior bangunan, bukan lagi sebagai tempat penyimpanan koleksi perhiasan kerajaan.
Presiden Museum Louvre, Christophe Leribault, mengatakan koleksi perhiasan yang tidak dicuri nantinya akan ditempatkan di ruang penyimpanan baru dengan tingkat keamanan lebih tinggi dan tanpa jendela.
Galeri Bersejarah yang Menginspirasi Istana Versailles
Galeri Apollo dibangun lebih dari 350 tahun lalu sebagai ruang penerimaan tamu bagi Raja Louis XIV. Interiornya dihiasi karya seniman ternama seperti Charles Le Brun dan Eugène Delacroix.
Keindahan galeri ini bahkan disebut menjadi inspirasi bagi pembangunan Hall of Mirrors di Istana Versailles, menjadikannya salah satu ruang paling bersejarah sekaligus paling ikonik di Museum Louvre.
Kasus Perampokan Masih Berlanjut
Aksi pencurian yang terjadi pada Oktober 2025 memicu penyelidikan besar-besaran oleh aparat Prancis.
Para pelaku diketahui memasuki museum melalui balkon lantai dua menggunakan tangga pada siang hari.
Hingga kini, polisi telah menangkap 11 orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Jari Siswa SD di Madiun Terjepit Lubang Meja, Damkar Turun Tangan Evakuasi
Dua tersangka diamankan ketika mencoba meninggalkan Prancis, lima lainnya ditangkap di kawasan pinggiran Paris beberapa hari kemudian, sedangkan empat tersangka tambahan ditangkap hampir satu bulan setelah kejadian.
Dari seluruh tersangka, enam orang telah dibebaskan dari penahanan, sementara sisanya masih menunggu proses persidangan.
Meski koleksi berharganya belum kembali, pembukaan Galeri Apollo menandai babak baru bagi Museum Louvre.
Pengunjung kini diajak menikmati kemegahan ruang bersejarah tersebut dari sisi arsitektur dan seni, sembari menunggu perkembangan penyelidikan atas perampokan yang masih menjadi perhatian dunia. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : ABC News