Studi NHTSA Ungkap Fakta Mengejutkan, Perempuan Lebih Berisiko Cedera saat Kecelakaan Mobil

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 22:32 WIB
Boneka uji tabrak laki-laki dan perempuan yang digunakan dalam penelitian keselamatan kendaraan oleh NHTSA. (NHTSA.gov)
Boneka uji tabrak laki-laki dan perempuan yang digunakan dalam penelitian keselamatan kendaraan oleh NHTSA. (NHTSA.gov)

Jawa Pos Radar Madiun - Sebuah kecelakaan lalu lintas tidak selalu memberikan dampak yang sama bagi setiap orang.

Di balik teknologi keselamatan kendaraan yang terus berkembang, para peneliti menemukan bahwa perempuan masih menghadapi risiko cedera yang lebih tinggi dibanding laki-laki ketika kecelakaan terjadi.

Temuan inilah yang mendorong pemerintah Amerika Serikat terus mengembangkan boneka uji tabrak (crash test dummy) yang dirancang khusus untuk mewakili tubuh perempuan.

Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (National Highway Traffic Safety Administration/NHTSA) merilis hasil penelitian terbaru yang menunjukkan perempuan memiliki risiko cedera yang secara statistik lebih tinggi dibanding laki-laki dalam berbagai jenis kecelakaan kendaraan.

Laporan tersebut sekaligus memperkuat pentingnya penggunaan boneka uji tabrak perempuan generasi terbaru untuk meningkatkan standar keselamatan kendaraan.

Baca Juga: Pemkab Madiun Luncurkan Si Ratu, Mobil Rontgen Keliling Gratis untuk Deteksi TBC

Perempuan Lebih Rentan Cedera pada Berbagai Jenis Kecelakaan

Penelitian NHTSA menganalisis enam jenis kecelakaan, yakni tabrakan depan (frontal), samping dekat (near-side), samping jauh (far-side), belakang (rear), gabungan keempat jenis tabrakan tersebut, serta kecelakaan terguling (rollover).

Dari 150 model cedera yang dianalisis, perempuan memiliki risiko cedera yang lebih tinggi secara statistik pada 26 persen model. Risiko tersebut juga lebih sering muncul pada kategori cedera tingkat sedang.

Administrator NHTSA Jonathan Morrison mengatakan hasil studi tersebut memperkuat pentingnya pengembangan boneka uji tabrak perempuan yang telah disetujui pemerintah Amerika Serikat.

“Under President Trump and Secretary Duffy’s leadership, USDOT streamlined efforts to approve the first-of-its-kind female crash test dummy.

The Administration did this because acknowledging the biological differences between men and women can save lives,” said NHTSA Administrator Jonathan Morrison.

Ia menambahkan: “This study reaffirms the importance of the THOR and will help the Department further build on the progress its already made in lowering traffic fatalities.”

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Rayakan Hari Anak Nasional Bersama Anak Disabilitas di Stasiun

Risiko Cedera Lebih Tinggi pada Tabrakan Depan dan Kendaraan Terguling
Temuan Utama Penelitian

Laporan tersebut mencatat beberapa perbedaan risiko cedera yang cukup signifikan, di antaranya:

Faktor Usia dan Obesitas Ikut Mempengaruhi Risiko Cedera

Selain membandingkan risiko antara perempuan dan laki-laki, penelitian juga mengidentifikasi sejumlah faktor lain yang memengaruhi tingkat keparahan cedera.

Usia Meningkatkan Risiko Cedera

NHTSA menemukan bahwa risiko cedera sedang hingga fatal meningkat seiring bertambahnya usia.

Dibandingkan kelompok usia 13–24 tahun, kelompok usia yang lebih tua cenderung memiliki risiko cedera lebih tinggi pada hampir semua jenis kecelakaan, kecuali kecelakaan terguling.

Baca Juga: DPRD Pacitan Soroti Jalan Rusak, Kemantapan Jalan Kabupaten Belum Capai Target

Indeks Massa Tubuh Berpengaruh

Penelitian juga menunjukkan bahwa individu dengan indeks massa tubuh (Body Mass Index/BMI) 30 atau lebih sering memiliki risiko cedera yang lebih tinggi, terutama dalam tabrakan depan.

Sementara itu, tinggi badan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap risiko cedera pada sekitar 86 persen jenis cedera yang dianalisis.

Didukung Data Kecelakaan Selama Lebih dari Dua Dekade

Penelitian ini menggunakan data dari National Automotive Sampling System-Crashworthiness Data System periode 2000–2015 serta Crash Investigation Sampling System periode 2017–2022.

Kedua basis data tersebut merupakan survei nasional yang mencatat kecelakaan kendaraan penumpang berdasarkan laporan kepolisian di Amerika Serikat.

NHTSA juga merilis laporan terbaru kepada Kongres Amerika Serikat mengenai perkembangan penggunaan THOR-05F dan WorldSID-05F, yaitu boneka uji tabrak perempuan berukuran persentil kelima yang dikembangkan untuk meningkatkan akurasi pengujian keselamatan kendaraan.

Temuan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan teknologi keselamatan kendaraan yang lebih inklusif sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh pengguna jalan, baik perempuan maupun laki-laki. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : NHTSA.gov
NHTSA Crash Test Dummy Keselamatan Kendaraan Penelitian Otomotif kecelakaan mobil