Jawa Pos Radar Madiun - Delapan bulan hidup di lingkungan tanpa gravitasi akhirnya mencapai garis akhir.
Sebuah kapsul Soyuz membawa tiga awak Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali ke Bumi dengan selamat pada Minggu (27/7), menandai berakhirnya misi selama 241 hari yang penuh eksperimen ilmiah dan kerja sama internasional.
Pendaratan berlangsung mulus di padang stepa Kazakhstan menggunakan parasut.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antariksa antara Amerika Serikat dan Rusia masih terus berjalan meski hubungan politik kedua negara tetap diwarnai ketegangan.
Soyuz Mendarat Mulus di Kazakhstan
Kapsul Soyuz MS-28 membawa tiga awak, yakni astronaut NASA Chris Williams, serta dua kosmonaut Rusia, Sergei Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev.
Ketiganya menyelesaikan misi selama 241 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional sebelum akhirnya mendarat di area yang telah ditentukan di tenggara Dzhezkazgan, Kazakhstan.
Bagi Williams dan Mikaev, penerbangan ini menjadi misi luar angkasa pertama mereka. Sementara itu, Kud-Sverchkov menjalani penerbangan keduanya ke luar angkasa.
Baca Juga: Terinspirasi Din Djarin, Ini Spesifikasi Alexandre Christie The Mandalorian Limited Edition
Awak Kembali ke Negara Masing-Masing
Setelah proses pendaratan selesai, ketiga awak dievakuasi menggunakan helikopter menuju Karaganda.
Dari sana, Chris Williams akan melanjutkan perjalanan dengan pesawat menuju Johnson Space Center milik NASA di Houston, Amerika Serikat.
Sementara dua kosmonaut Rusia akan diterbangkan menuju Star City, pusat pelatihan kosmonaut yang berada di pinggiran Moskow.
Kerja Sama AS-Rusia di ISS Tetap Berlanjut
Meski Amerika Serikat dan Rusia pernah menjadi rival utama dalam perlombaan antariksa pada era Perang Dingin, kedua negara hingga kini masih mempertahankan kerja sama di ISS.
Hubungan tersebut memang sempat memburuk setelah Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 2022. Namun, kolaborasi di sektor antariksa tetap dipertahankan.
Astronaut Amerika masih menggunakan wahana Rusia untuk menuju ISS, begitu pula kosmonaut Rusia yang sesekali terbang menggunakan pesawat antariksa Amerika sebagai bagian dari program pertukaran awak.
Baca Juga: Kecelakaan Kerja Berujung Maut, Satu Kelalaian Kecil Berakhir Tragis bagi Seorang Petani
Kru Baru Sudah Bertugas di ISS
Sebelum kru Soyuz MS-28 kembali ke Bumi, ISS lebih dulu menerima awak baru pada 14 Juli 2026.
Tim tersebut terdiri atas:
- Astronaut NASA Anil Menon
- Kosmonaut Roscosmos Pyotr Dubrov
- Kosmonaut Roscosmos Anna Kikina
Mereka diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan untuk menjalankan misi selama sekitar delapan bulan.
Peluncuran ini turut dihadiri Administrator NASA Jared Isaacman, yang menjadi pimpinan NASA pertama dalam delapan tahun terakhir yang mengunjungi Baikonur.
Bergabung dengan Ekspedisi 75
Setibanya di ISS, ketiga awak baru bergabung dengan anggota Ekspedisi 75, yaitu:
- Astronaut NASA Jessica Meir
- Astronaut NASA Jack Hathaway
- Astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Sophie Adenot
- Kosmonaut Roscosmos Andrei Fedyaev
Mereka akan melanjutkan berbagai penelitian ilmiah, pengujian teknologi, serta pemeliharaan Stasiun Luar Angkasa Internasional selama beberapa bulan ke depan.
ISS Tetap Menjadi Simbol Kolaborasi Global
Di tengah dinamika geopolitik dunia, ISS masih menjadi salah satu contoh nyata kerja sama internasional yang terus bertahan.
Program ini mempertemukan astronaut dan kosmonaut dari berbagai negara untuk bekerja bersama dalam penelitian mengenai kesehatan manusia di luar angkasa, teknologi penerbangan antariksa, hingga eksperimen yang hasilnya dapat dimanfaatkan di Bumi.
Kepulangan Chris Williams bersama Sergei Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev sekaligus membuka babak baru bagi awak Ekspedisi 75 yang kini melanjutkan berbagai misi ilmiah di laboratorium luar angkasa terbesar milik manusia. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : CNN