Jawa Pos Radar Madiun - Di balik tingkah lucunya, seekor anjing peliharaan ternyata memikul tugas besar. Bukan mengejar bola atau menjaga rumah, melainkan membantu menghentikan penyebaran salah satu hama paling merusak di Amerika Serikat.
Dengan mengandalkan indra penciumannya yang tajam, anjing-anjing ini kini menjadi bagian dari upaya ilmiah untuk melindungi kebun anggur, lahan pertanian, hingga hutan dari ancaman spotted lanternfly.
Program berbasis sains warga (citizen science) yang dikembangkan Virginia Tech melatih anjing peliharaan agar mampu menemukan kumpulan telur spotted lanternfly sebelum menetas.
Langkah ini menjadi salah satu strategi untuk menekan penyebaran serangga invasif yang telah menyebabkan kerugian ekonomi jutaan dolar di berbagai negara bagian Amerika Serikat.
Hama Invasif yang Mengancam Industri Anggur
Spotted lanternfly merupakan serangga invasif yang berasal dari China dan Vietnam.
Hama ini pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat pada dekade 2010-an setelah diduga terbawa melalui barang impor.
Serangga sepanjang sekitar 25 milimeter tersebut mengisap cairan tanaman menggunakan mulut berbentuk seperti sedotan.
Selain merusak jaringan tanaman, spotted lanternfly juga menghasilkan cairan lengket bernama honeydew yang memicu pertumbuhan jamur hitam pada buah dan daun sehingga menurunkan kualitas hasil panen.
Hingga kini, spotted lanternfly diketahui menyerang lebih dari 70 spesies tanaman di Amerika Utara, termasuk tanaman anggur, pohon buah, hingga pohon kayu keras.
Industri Anggur Paling Terancam
Dampak terbesar diperkirakan akan dirasakan sektor perkebunan anggur. Menurut para peneliti, serangga ini mampu menyebabkan kehilangan hasil panen anggur hingga 90 persen.
Kerugian ekonomi yang ditimbulkan pun tidak kecil, di antaranya:
- Industri kehutanan dan pertanian Pennsylvania diperkirakan merugi sekitar 50 juta dolar AS per tahun, dengan potensi meningkat hingga sepuluh kali lipat jika penyebaran terus meluas.
- Industri anggur New York diperkirakan kehilangan lebih dari 14 juta dolar AS selama tiga tahun pertama invasi.
- Di Virginia, kerugian tahunan diproyeksikan mencapai sekitar 324 juta dolar AS jika penyebaran tidak terkendali.
Saat ini spotted lanternfly telah ditemukan di 19 negara bagian AS serta District of Columbia.
Para peneliti juga memperingatkan bahwa perubahan iklim dapat mempercepat penyebarannya ke wilayah barat, termasuk California antara tahun 2027 hingga 2033.
Padahal California menghasilkan sekitar 95 persen ekspor anggur Amerika Serikat, sementara industri anggur dan wine nasional bernilai sekitar 320 miliar dolar AS setiap tahunnya.
Anjing Peliharaan Dilatih Menemukan Telur Hama
Salah satu solusi yang kini dikembangkan adalah memanfaatkan kemampuan penciuman anjing.
Di sebuah perkebunan buah beri di Blacksburg, Virginia, seekor anjing bernama Fozzie bersama puluhan anjing lainnya dilatih untuk mengenali aroma telur spotted lanternfly yang tersembunyi di batang maupun semak-semak.
Setiap kelompok telur biasanya berisi sekitar 30 hingga 50 butir, sehingga jika ditemukan lebih awal dapat segera dimusnahkan sebelum menetas dan memperluas penyebaran hama.
Program ini dimulai pada 2021 melalui kerja sama Virginia Tech dan Texas Tech untuk melibatkan pemilik anjing sebagai relawan.
Baca Juga: BRI Lampaui Target KUR Perumahan, Sudah Biayai 77.592 Unit Rumah hingga Juli 2026
Tidak Harus Ras Tertentu
Penelitian menunjukkan hampir semua ras anjing memiliki peluang menjadi pendeteksi hama yang baik.
Profesor Applied Animal Behavior and Welfare Virginia Tech, Erica Feuerbacher, mengatakan:
"Any breed can be an olfactory detection dog. In fact, there's data suggesting that pugs can outperform German shepherds on some tasks."
Menurut hasil penelitian tahun 2025, anjing peliharaan yang dilatih pemiliknya mampu:
- Mengidentifikasi telur spotted lanternfly dengan akurasi 82 persen pada uji aroma.
- Mencapai akurasi 61 persen dalam uji lapangan.
- Menemukan hingga tiga kali lebih banyak kelompok telur dibandingkan manusia pada area vegetasi yang rapat.
Hingga saat ini, sekitar 80 tim relawan telah lulus sertifikasi, sementara lebih dari 50 tim telah mengikuti uji lapangan.
Warga Juga Diajak Berperan
Selain melibatkan anjing peliharaan, pemerintah Amerika Serikat juga mengimbau masyarakat untuk membantu mengendalikan penyebaran spotted lanternfly dengan memusnahkan serangga tersebut ketika ditemukan.
Profesor entomologi Penn State University, Julie Urban, menegaskan pentingnya langkah sederhana tersebut.
"If you don't kill it, you'll carry it."
Ia menambahkan:
"Stomping spotted lanternflies buys important time for these other solutions to improve."
Para peneliti optimistis bahwa kombinasi antara pelibatan masyarakat, penggunaan anjing pendeteksi, pengendalian biologis, serta metode lainnya dapat memperlambat penyebaran hama invasif ini sebelum mencapai wilayah penghasil anggur terbesar di Amerika Serikat. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : BBC