Malaysia Gratiskan Langganan AI, Syaratnya Usia 18-30 Tahun

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 08:38 WIB
Ilustrasi ChatGPT.
Ilustrasi ChatGPT.

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Malaysia kembali melahirkan gebrakan baru di sektor teknologi digital.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan rencana ambisius untuk menyediakan akses langganan (subscription) Kecerdasan Buatan (AI) secara gratis.

Program subsidi teknologi ini ditargetkan khusus bagi kaum muda yang berada di rentang usia 18 hingga 30 tahun.

Tujuannya adalah untuk mendongkrak kemampuan serta pemahaman masyarakat terhadap pengembangan kecerdasan buatan di negara tersebut.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Anwar Ibrahim dalam pidatonya pada acara Peluncuran AI Malaysia yang digelar di Selangor, Selasa (28/7).

"Kami ingin memastikan bahwa program AI untuk Rakyat ini, yang gratis untuk usia 18 hingga 30 tahun, dibuka mulai 31 Agustus 2026, bertepatan Hari Kemerdekaan Malaysia," ujar Anwar Ibrahim.

Baca Juga: 230 CPNS Resmi Jadi PNS, Pemkab Magetan Langsung Kebut Isi 58 Jabatan Kosong

Syarat Wajib: Lulus Kursus Digital People

Pemberian akses AI gratis ini bukanlah tanpa syarat. Untuk bisa menikmati fasilitas tersebut, kaum muda diwajibkan untuk mendaftar dan menyelesaikan modul kursus di bawah naungan program Digital People.

Kementerian Digital Malaysia telah ditugaskan untuk menyusun modul kursus khusus sebagai prasyarat utama. Kurikulum yang dihadirkan dirancang untuk membekali peserta dengan fondasi pemahaman AI yang komprehensif.

Beberapa materi krusial yang akan dipelajari di dalam modul tersebut meliputi AI safety, cybersecurity, agentic AIGenerative AI, dan Cloud untuk Rakyat.

"Kami menyediakan perangkat lunak AI secara gratis dengan syarat mereka mengikuti modul kursus khusus yang telah ditetapkan. Pastikan lulus, dan tentu saja kursusnya mudah karena pemerintah ingin mendorong," jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Ponorogo Bagikan 239 Alsintan untuk 44 Poktan, DPRD Minta Dimanfaatkan Maksimal

Anwar Ibrahim memperkirakan bahwa program edukasi progresif ini akan memberikan manfaat langsung kepada sedikitnya 100.000 anak muda di Malaysia.

Bagi mereka yang telah menyelesaikan dan lulus kursus, pemerintah akan memberikan hadiah berupa akses langganan gratis selama tiga bulan untuk menggunakan berbagai aplikasi AI terkemuka di dunia.

Kebijakan ini diambil lantaran Anwar tidak ingin pesatnya perkembangan teknologi AI di Malaysia justru memicu kesenjangan digital yang baru.

Ia berharap tidak ada warga yang merasa terpinggirkan, tertinggal, atau tidak terlindungi di era disrupsi teknologi ini.

Langkah konkret berupa kampanye informasi dan penyediaan perangkat lunak gratis ini sejalan dengan tekad besar Malaysia untuk bertransformasi menjadi negara berbasis kecerdasan buatan.

Sebagai bentuk keseriusan mewujudkan visi tersebut, pemerintah Malaysia saat ini juga telah resmi membentuk National AI Office (NAIO) yang beroperasi langsung di bawah kewenangan Kementerian Digital. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
ai gratis anwa ibrahim gratis langganan ai malaysia