Jawa Pos Radar Madiun - Langit berubah jingga, udara dipenuhi asap pekat, dan ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Pemandangan yang dulu dianggap langka kini mulai menjadi kenyataan baru di sejumlah negara Eropa.
Kebakaran hutan yang melanda Prancis dan Spanyol tidak lagi sekadar bencana musiman, tetapi menunjukkan perubahan besar yang dikhawatirkan para ilmuwan sebagai awal dari era "mega fires" atau kebakaran berskala raksasa.
Besarnya kobaran api membuat petugas pemadam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bahkan, sejumlah fenomena ekstrem yang selama ini lebih sering terjadi di Amerika Utara dan Australia kini mulai muncul di Eropa.
Kebakaran Terbesar dalam Sejarah Prancis
Kebakaran hutan yang melanda wilayah barat daya Prancis telah menghanguskan lebih dari 116.000 hektare lahan.
Luas tersebut menjadikannya sebagai kebakaran terbesar yang pernah tercatat di negara itu, sementara musim kebakaran masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan situasi tersebut sebagai kondisi paling berat yang pernah dihadapi negaranya sejak Perang Dunia II.
"The situation we face today is the hardest we’ve ever recorded, the hardest since the Second World War."
Ia juga menyebut kebakaran kali ini sebagai peristiwa yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca Juga: Alexandre Christie Smartwatch Gen 3 Resmi Hadir, Layar AMOLED dan Baterai 15 Hari Jadi Andalan
Fenomena Awan Api Mulai Muncul di Eropa
Salah satu kejadian yang paling menyita perhatian adalah munculnya pyrocumulonimbus atau awan badai yang terbentuk akibat panas ekstrem dari kebakaran hutan.
Fenomena tersebut terjadi di wilayah Gironde, dekat Bordeaux, ketika panas dari kobaran api membentuk awan badai yang mampu menghasilkan angin, hujan, bahkan sambaran petir sendiri. Kondisi itu membuat arah penyebaran api semakin sulit diprediksi.
Selama ini pyrocumulonimbus lebih sering ditemukan di Australia, Kanada, maupun Amerika Serikat.
Jika dikonfirmasi sebagai yang pertama di Prancis, peristiwa ini menjadi penanda meningkatnya intensitas kebakaran di Eropa.
Api Disebut Membakar Seperti "Bom Atom"
Para ilmuwan menilai kebakaran saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu.
Api tidak hanya menyebar lebih cepat, tetapi juga menghasilkan energi yang jauh lebih besar.
Víctor Resco de Dios, dosen teknik kehutanan dan perubahan global di University of Lleida, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perubahan besar dalam karakter kebakaran hutan.
"We have entered an era of fires that cannot be extinguished."
Ia menambahkan:
"These are fires that burn with the intensity of several atomic bombs."
Menurutnya, kebakaran seperti ini hampir mustahil dipadamkan sepenuhnya hingga bahan bakarnya habis atau hujan turun dalam waktu yang cukup lama.
Baca Juga: Insiden Jalanan di Ho Chi Minh, Pengemudi Van Jadi Korban Perusakan Setelah Membunyikan Klakson
Perubahan Iklim Jadi Faktor Utama
Para peneliti menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kebakaran ekstrem di Eropa.
Musim dingin yang lebih basah dari biasanya menyebabkan vegetasi tumbuh sangat lebat.
Namun, sejak Mei, wilayah Eropa Barat diterjang gelombang panas berturut-turut yang mengeringkan seluruh vegetasi tersebut hingga berubah menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar.
Matthew Jones dari University of East Anglia menyebut kondisi itu sebagai "whiplash effect", yaitu perubahan cuaca yang sangat cepat dari kondisi basah menjadi sangat kering.
Selain itu, Prancis dan Spanyol kini bersiap menghadapi gelombang panas keempat pada musim panas tahun ini, yang dikhawatirkan semakin memperburuk situasi.
Ratusan Ribu Warga Dievakuasi
Besarnya kebakaran memaksa pemerintah melakukan evakuasi besar-besaran. Sejauh ini lebih dari 300.000 orang telah dievakuasi dari berbagai wilayah di Prancis dan Spanyol.
Api juga mengancam kawasan wisata, daerah penghasil anggur, hingga wilayah strategis lainnya.
Menurut para ahli, kebakaran bersamaan dalam skala sebesar ini tergolong sangat jarang terjadi di Eropa.
Baca Juga: 400 Aset Pemkab Madiun Belum Bersertifikat, Bupati Pacu Percepatan hingga Tingkat Desa
Ancaman Jangka Panjang
Selain merusak lingkungan dan perekonomian, asap kebakaran juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Secara global, polusi akibat kebakaran hutan diperkirakan menyebabkan lebih dari 100.000 kematian setiap tahun.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa selama emisi gas rumah kaca terus meningkat, kebakaran ekstrem diperkirakan akan semakin sering terjadi, baik di Eropa maupun wilayah lain di dunia.
Víctor Resco de Dios bahkan mengingatkan kemungkinan munculnya kebakaran dengan skala yang menyerupai bencana di California atau Australia.
"It’s difficult to predict how far things might go."
Ia melanjutkan:
"We will soon be unable to rule out Dantean scenarios like those seen in California or Australia, with fires or fire complexes reaching hundreds of thousands of hectares or even a million hectares." (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : CNN