Jawa Pos Radar Madiun - Berdasarkan laporan awal, gempa berkekuatan magnitudo 6,5 dan terjadi pada kedalaman sekitar 62 kilometer.
Gempa bumi kuat mengguncang wilayah dekat Honmachi, Kota Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat.
Hingga laporan pertama dirilis, gempa diperkirakan menimbulkan guncangan yang dirasakan secara luas di sekitar wilayah episentrum.
Meski demikian, data mengenai kekuatan gempa masih berpotensi berubah seiring proses analisis yang dilakukan oleh berbagai lembaga pemantau seismik.
Data Awal Masih Berpotensi Direvisi
Laporan awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat gempa berkekuatan magnitudo 6,5 yang terjadi sekitar Honmachi, Yatsushiro Shi, Kumamoto.
Namun, sejumlah lembaga pemantau gempa internasional merilis angka yang berbeda. European-Mediterranean Seismological Centre (EMSC) mencatat gempa bermagnitudo 3,9, sementara Réseau National de Surveillance Sismique (RéNaSS) dari Prancis melaporkan magnitudo 5,7.
Baca Juga: MA Putus Bebas, Status Terdakwa Notaris Nafiaturrohmah Resmi Berakhir
Di sisi lain, Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanologia (INGV) Italia juga mencatat magnitudo 6,5, sedangkan jaringan RaspberryShake melaporkan magnitudo 3,9.
Perbedaan tersebut merupakan hal yang umum terjadi pada tahap awal setelah gempa karena masing-masing lembaga menggunakan metode analisis dan data yang berbeda.
Nilai magnitudo maupun kedalaman biasanya akan diperbarui setelah proses verifikasi selesai.
Getaran Diperkirakan Terasa Luas
Berdasarkan data awal, guncangan diperkirakan dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat di sekitar pusat gempa.
Intensitas gempa diperkirakan mampu menimbulkan kerusakan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah. Beberapa kota yang berada dekat dengan episentrum antara lain:
- Uki, sekitar 7 kilometer dari pusat gempa.
- Honmachi, sekitar 8 kilometer.
- Koto, sekitar 26 kilometer.
- Kumamoto, sekitar 28 kilometer.
- Okino, sekitar 37 kilometer.
- Koshi, sekitar 39 kilometer.
- Tamana, sekitar 44 kilometer.
- Amakusa, sekitar 45 kilometer.
Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan mengalami guncangan dengan intensitas sedang.
Baca Juga: 400 Aset Pemkab Madiun Belum Bersertifikat, Bupati Pacu Percepatan hingga Tingkat Desa
Menunggu Pembaruan Resmi
Hingga saat ini, lembaga pemantau gempa masih melakukan analisis lanjutan untuk memastikan parameter akhir, termasuk magnitudo, kedalaman, serta lokasi episentrum yang lebih akurat.
VolcanoDiscovery menyatakan akan memperbarui informasi apabila terdapat perubahan data maupun laporan mengenai dampak gempa di lapangan.
Warga yang berada di sekitar lokasi juga diminta melaporkan pengalaman mereka guna membantu penyusunan informasi yang lebih lengkap.
Sampai berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat gempa tersebut. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : volcanodiscovery.com