Jawa Pos Radar Madiun - Ratusan imigran ilegal asal Maroko nekat menyeberang laut untuk memasuki wilayah Ceuta, Spanyol.
Sembilan orang dilaporkan tewas dalam Insiden itu.
Terkait kejadian itu, otoritas Spanyol menyatakan bakal mengirim pasukan tambahan untuk menjaga keamanan di Ceuta.
Baca Juga: China Balas Telak Tuntutan Kompensasi Trump soal Selat Hormuz
Sementara, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan pemerintah akan memberikan respons cepat atas krisis di Ceuta.
"Kami memobilisasi semua sumber daya yang diperlukan, bekerja sama dengan otoritas Maroko dan internasional," ujarnya.
Migrasi dari Maroko ke Spanyol sudah lama terjadi.
Namun, semakin tak terbendung sejak Sanchez meluncurkan program Regularisasi Luar Biasa Warga Asing yang bisa mengubah status migran ilegal menjadi legal.
Baca Juga: Setelah Gencatan Senjata Berakhir: Trump Perintahkan Serangan Baru, Iran Bereaksi Keras di PBB
Faktor kemiskinan dan minimnya lapangan kerja yang layak di Maroko mendorong warga mencari penghidupan lebih baik di Spanyol.
Selain itu, kedekatan geografis antara kedua negara.
Dikutip dari Wikipedia, warga asal Maroko merupakan kelompok imigran terbesar di Spanyol.
Pada tahun lalu tercatat lebih dari 1 juta warga Maroko tinggal di Spanyol.
(isd)
Editor : Wawan Isdarwanto