Balap Greyhound Dilarang di Selandia Baru, Mengapa Ratusan Anjing Justru Diterbangkan ke Australia?

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 13:38 WIB
Owners gathered at Manukau Stadium, Auckland, for one of the final meets in June. (BBC)
Owners gathered at Manukau Stadium, Auckland, for one of the final meets in June. (BBC)

Jawa Pos Radar Madiun - Nasib ratusan anjing greyhound memasuki babak baru setelah Selandia Baru resmi mengakhiri olahraga balap anjing.

Ketika lintasan balap ditutup mulai Sabtu (1/8), sebagian anjing justru bersiap menempuh perjalanan lintas negara menuju Australia agar tetap bisa berlaga, sementara ribuan lainnya akan menjalani masa pensiun dan menunggu rumah baru.

Setidaknya dua penerbangan charter dijadwalkan membawa hingga 150 greyhound ke sejumlah negara bagian di Australia timur.

Langkah tersebut dilakukan oleh sejumlah pelatih yang memilih melanjutkan karier di negara tetangga, karena balap greyhound masih legal di sebagian besar wilayah Australia.

Larangan Balap Greyhound Mulai Berlaku

Pemerintah Selandia Baru pertama kali mengumumkan larangan balap greyhound pada Desember 2024.

Kebijakan itu kemudian disahkan menjadi undang-undang pada April 2025 dan resmi diberlakukan mulai 1 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah tiga kajian independen yang dilakukan pada 2013, 2017, dan 2021 menyimpulkan tingkat cedera maupun kematian anjing balap masih terlalu tinggi.

Juru bicara Menteri Balap Selandia Baru, Winston Peters, mengatakan industri tersebut telah kehilangan dukungan masyarakat.

"We acknowledge the industry made advances in safety, but the high injury and death rates persisted with no sign of improvement."

Pemerintah memperkirakan sekitar 1.400 greyhound akan pensiun dari dunia balap dan harus menjalani proses adopsi dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Ketika Pemukim Israel Terang-Terangan Membela Kekerasan terhadap Warga Palestina di Tepi Barat

Sebagian Pelatih Memilih Pindah ke Australia

Meski balap greyhound berakhir di Selandia Baru, olahraga tersebut masih diperbolehkan di hampir seluruh wilayah Australia.

Chief Executive Greyhound Racing New Zealand (GRNZ), Edward Rennell, mengatakan enam hingga sepuluh pelatih telah menyatakan minat untuk pindah ke Australia bersama anjing-anjing mereka.

GRNZ akan menanggung biaya penerbangan, sedangkan pengeluaran lainnya menjadi tanggung jawab pemilik dan pelatih.

"We will be supporting people that are looking to transfer over."

Namun Rennell mengakui performa anjing asal Selandia Baru kemungkinan tidak akan sekompetitif sebelumnya karena program pembiakan telah banyak dihentikan sejak larangan diumumkan sekitar 18 bulan lalu.

Australia Terima Greyhound sebagai Hewan Pendamping

Otoritas Australia menjelaskan bahwa greyhound yang masuk dari Selandia Baru akan dikategorikan sebagai hewan pendamping (companion animals), bukan hewan balap.

Setiap anjing wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining terhadap penyakit seperti rabies, sesuai aturan biosekuriti yang berlaku.

Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia menegaskan persyaratan impor didasarkan pada risiko kesehatan hewan, bukan tujuan penggunaan anjing tersebut.

Industri Balap Australia Jauh Lebih Besar

Australia memiliki industri balap greyhound yang jauh lebih besar dibandingkan Selandia Baru.

Data Greyhounds Australasia menunjukkan nilai industri di Queensland, New South Wales, dan Victoria mencapai hampir 2 miliar dolar Australia pada 2022–2023.

Sebagai perbandingan, industri balap greyhound di Selandia Baru hanya bernilai sekitar 147 juta dolar Selandia Baru.

Tak heran jika sejumlah pelatih melihat Australia sebagai tempat untuk melanjutkan profesi mereka setelah larangan diberlakukan.

Baca Juga: Tragedi di Broad Peak Pakistan, Longsor Salju Sisakan Tujuh Pendaki yang Belum Ditemukan

Aktivis Khawatir Masalah Hanya Dipindahkan

Rencana pemindahan anjing balap menuai kritik dari kelompok pemerhati kesejahteraan hewan.

Senator Partai Hijau Australia, Mehreen Faruqi, mengaku prihatin masih adanya celah yang memungkinkan anjing balap dikirim ke Australia.

"deeply concerned about loopholes that allow the continued export of racing dogs to this country that neither New Zealand nor Australia seem to care about".

Sementara itu, Direktur Coalition for the Protection of Greyhounds, Kylie Field, mengatakan Australia sendiri masih menghadapi persoalan besar dalam mencari rumah bagi ribuan greyhound yang telah pensiun.

Di New South Wales saja, sekitar 4.100 greyhound masih menunggu proses adopsi.

Sebelumnya, industri bahkan mengirim lebih dari 2.000 anjing pensiun ke Amerika Serikat dan Kanada sebagai bagian dari program penempatan kembali.

Tren Larangan Balap Greyhound Meluas

Selandia Baru bukan satu-satunya negara yang menghentikan balap greyhound. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah wilayah mulai mengambil langkah serupa karena alasan kesejahteraan hewan.

Beberapa di antaranya meliputi:

Perpindahan ratusan greyhound ke Australia diperkirakan menjadi babak terakhir industri balap anjing di Selandia Baru. 

Namun, di tengah berakhirnya olahraga tersebut, perdebatan mengenai kesejahteraan hewan dan masa depan ribuan greyhound pensiun diperkirakan masih akan terus berlanjut. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : BBC
Greyhound Kesejahteraan Hewan Balap Anjing Selandia Baru australia