Jawa Pos Radar Madiun - Suasana di luar arena pertandingan kembali dipenuhi sekelompok demonstran. Namun di dalam lapangan, perhatian Sophie Cunningham tetap tertuju pada satu hal: basket.
Guard Indiana Fever itu menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang muncul setelah pernyataannya mengenai atlet transgender tidak memengaruhi fokus maupun performa timnya di kompetisi WNBA.
Pernyataan tersebut disampaikan Cunningham menjelang pertandingan Indiana Fever melawan Portland Fire pada Jumat (1/8).
Demonstrasi yang mendukung pandangannya berlangsung untuk kedua kalinya secara beruntun setelah aksi serupa sebelumnya digelar sebelum laga melawan Seattle Storm.
Cunningham: Fokus Saya Tetap Bermain Basket
Cunningham mengatakan dirinya tidak merasa aksi protes tersebut mengganggu konsentrasinya maupun rekan-rekan setimnya.
“I think at the end of the day, I come in and I do my job,” Cunningham said. “I think everyone who knows me personally, they know that I’m full of love. I’m bubbly. I love the people around me. I love basketball.
I love inspiring the next generation and doing that in a positive light. And so that doesn’t even cross my mind. Doesn’t cross my teammates’ minds."
Baca Juga: Balap Greyhound Dilarang di Selandia Baru, Mengapa Ratusan Anjing Justru Diterbangkan ke Australia?
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengubah kepribadian atau menyembunyikan pendapatnya hanya karena ada pihak yang tidak sepakat.
“And again, I’m here to play basketball, but I’m also here to be me, and I’m not gonna like shadow that or hide or, you know, dim my light just because maybe people don’t agree with that.”
Menurut Cunningham, aksi yang dilakukan para pendukung bukan merupakan sesuatu yang ia koordinasikan.
“I have honestly had nothing to do with them,” Cunningham said. “I think it’s people just practicing their rights of freedom of speech and doing what other fans have been doing since the WNBA has started.
And so props to them, props to everyone who is able to be competent and be bold and courageous enough to to speak their truths.”
Aksi Dukungan Berlanjut di Beberapa Kota
Demonstrasi yang berlangsung di Portland merupakan lanjutan dari aksi serupa di Seattle beberapa hari sebelumnya. Kedua aksi tersebut hanya diikuti sekitar dua lusin peserta, namun menarik perhatian banyak penonton yang berada di sekitar arena.
Aksi di Seattle juga dikaitkan dengan kampanye inisiatif pemungutan suara IL26-638 yang mengusulkan larangan bagi siswa transgender untuk berpartisipasi dalam olahraga putri di sekolah-sekolah Washington.
Dalam aksi tersebut, para peserta juga menyatakan dukungan terhadap Cunningham setelah ia menyampaikan pandangannya mengenai partisipasi atlet transgender dalam olahraga perempuan.
Salah seorang penyelenggara aksi, Amy Souza, mengatakan dukungannya diberikan karena menganggap Cunningham berani menyuarakan pendapatnya.
“I am here to be a cheerleader for Sophie Cunningham, who has so bravely put her head above the parapet to protect women and girls in our sports and in our locker rooms.”
Souza juga menyebut dirinya ikut mengorganisasi aksi di Seattle maupun Portland sebagai bentuk solidaritas kepada Cunningham dan sejumlah remaja perempuan yang menurutnya mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat mendukung pemain tersebut.
Baca Juga: Ketika Pemukim Israel Terang-Terangan Membela Kekerasan terhadap Warga Palestina di Tepi Barat
Insiden di Seattle Berujung Sanksi
Kontroversi di luar lapangan turut memunculkan insiden pada pertandingan melawan Seattle Storm.
Dua pendukung Cunningham yang duduk di sisi lapangan membawa papan bertuliskan dukungan.
Setelah terjadi interaksi dengan kedua pendukung tersebut, salah satu pemilik Seattle Storm, Celeste Keaton, dijatuhi denda dengan nominal yang tidak diumumkan serta skorsing lima pertandingan oleh WNBA.
Seattle Storm kemudian mengeluarkan permintaan maaf melalui pernyataan resmi tanpa menjelaskan detail insiden tersebut.
“We remain committed to creating a welcoming and respectful environment for anyone who attends a Storm game.”
Tetap Menang di Tengah Sorotan
Meski isu di luar lapangan terus menjadi perhatian, Indiana Fever berhasil mempertahankan performa positif.
Tim menundukkan Portland Fire dengan skor 112-98 sekaligus mencatat kemenangan kelima secara beruntun.
Cunningham menyumbang 13 poin dalam pertandingan tersebut. Sementara itu, Caitlin Clark tampil impresif dengan mencetak triple-double keempat sepanjang kariernya setelah membukukan 26 poin, 10 rebound, dan 10 assist.
Pelatih Indiana Fever, Stephanie White, mengakui kontroversi tersebut memang berpotensi mengalihkan perhatian tim. Namun ia berharap fokus utama tetap berada pada perkembangan permainan.
“You know there is a frustration, of course, because we want to we want to talk about basketball and we want to continue to work on our game and we want to continue to grow as a team,” White said.
“But I also understand this is part of our growth edge as a league, right? It’s part of our growth as a league, and we have to to be able to manage, we have to be able to insulate as much as we can, and then we have to be able to lead with conversation.”
Bagi Indiana Fever, kemenangan di lapangan menjadi bukti bahwa kontroversi yang berkembang di luar arena belum memengaruhi performa tim.
Sementara itu, aksi demonstrasi yang berkaitan dengan isu tersebut dijadwalkan kembali berlangsung saat Fever menghadapi Minnesota Lynx pada Minggu. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : The Guardian