Jawa Pos Radar Madiun - Suasana Sabtu malam di pusat Kota Moskow yang semula dipenuhi aktivitas warga mendadak berubah menjadi kepanikan.
Dentuman keras mengguncang kawasan Kudrinskaya Square ketika sebuah bom rakitan meledak di dekat sebuah restoran Italia, menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.
Otoritas Rusia menyatakan ledakan tersebut terjadi sesaat sebelum pukul 20.00 waktu setempat di kawasan Kudrinskaya Square, salah satu area ikonik di pusat Moskow yang dikenal memiliki gedung pencakar langit era Stalin.
Sedikitnya tiga orang meninggal dunia, sementara 21 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.
Bom Rakitan Diduga Dibawa Seorang Wanita
Menurut keterangan pihak berwenang, ledakan berasal dari bom rakitan yang dibawa oleh seorang wanita.
Perangkat peledak itu meledak di dekat sebuah restoran Italia yang berada di salah satu dari tujuh gedung pencakar langit peninggalan era Joseph Stalin.
Hingga kini, otoritas belum mengungkap identitas perempuan tersebut maupun statusnya, apakah termasuk korban tewas dalam ledakan atau tidak.
Baca Juga: BOOM! Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta dalam Sehari, Spanyol Sebut Ada Permainan Mafia Penyelundup
Polisi Langsung Amankan Lokasi
Tak lama setelah ledakan terjadi, aparat kepolisian bersama tim ambulans segera mendatangi lokasi kejadian.
Petugas kemudian menutup area sekitar untuk melakukan evakuasi korban sekaligus penyelidikan terhadap penyebab ledakan.
Korban Jiwa dan Puluhan Orang Terluka
Data sementara yang disampaikan pihak berwenang menyebutkan:
- 3 orang meninggal dunia.
- Sedikitnya 21 orang mengalami luka-luka.
- Ledakan terjadi menjelang pukul 20.00 waktu setempat.
- Lokasi kejadian berada di dekat restoran Italia di Kudrinskaya Square, pusat Moskow.
- Kondisi sejumlah korban luka belum dijelaskan lebih lanjut oleh otoritas.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga laporan ini diterbitkan, aparat keamanan Rusia masih menyelidiki motif di balik ledakan tersebut.
Belum ada informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab ataupun dugaan keterkaitan dengan aksi terorisme atau motif kriminal lainnya.
Pihak kepolisian juga belum merilis rincian tambahan mengenai jenis bahan peledak yang digunakan maupun bagaimana bom tersebut dapat dibawa ke lokasi.
Insiden ini menambah daftar peristiwa ledakan yang pernah terjadi di ibu kota Rusia dan memicu peningkatan kewaspadaan aparat keamanan di kawasan pusat kota. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : The Guardian