Jawa Pos Radar Madiun - Perjalanan wisata yang seharusnya menyuguhkan pemandangan salah satu warisan dunia UNESCO justru berubah menjadi tragedi.
Sebuah pesawat kecil yang membawa rombongan wisatawan asing jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas menuju kawasan Nazca Lines di Peru. Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan meninggal dunia.
Insiden terjadi pada Sabtu (1/8) waktu setempat di wilayah Nazca, Peru selatan. Otoritas setempat mengonfirmasi sebanyak 13 orang tewas, terdiri atas 11 wisatawan mancanegara dan dua awak pesawat.
Pesawat Hilang Kontak Beberapa Menit Setelah Lepas Landas
Menurut laporan kepolisian Peru, pesawat jenis Cessna Grand Caravan berangkat dari Kota Pisco sekitar pukul 13.00 waktu setempat untuk menjalani penerbangan wisata mengelilingi Nazca Lines.
Namun, hanya beberapa menit setelah mengudara, pesawat kehilangan kontak dengan menara pengawas.
Sekitar pukul 13.20 waktu setempat, pesawat dilaporkan jatuh di kawasan Pueblo Viejo, sekitar 6 kilometer dari Kota Nazca atau sekitar 12 kilometer dari situs Nazca Lines.
Hingga kini penyebab kecelakaan masih belum diketahui. Otoritas Peru telah membuka penyelidikan guna mengungkap penyebab insiden tersebut.
Baca Juga: BOOM! Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta dalam Sehari, Spanyol Sebut Ada Permainan Mafia Penyelundup
Seluruh Penumpang dan Awak Pesawat Tewas
Polisi menyatakan tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut.
Korban terdiri atas:
- 7 wisatawan asal Italia
- 2 wisatawan asal Jerman yang diduga merupakan pasangan
- 2 wisatawan asal Spanyol
- Pilot Americo Salazar Cuellar
- Kopilot Irenka Del Carpio
Mayor Polisi Jorge Andrade menyampaikan bahwa seluruh penumpang dan awak pesawat meninggal akibat kerasnya benturan.
“We have information that 11 passengers and two crew members have died,” Police Major Jorge Andrade told reporters at the crash site.
Ia juga menambahkan:
“Given the severity of the accident, there are no survivors. We have recovered four bodies so far.”
Tim Penyelamat Temukan Bangkai Pesawat Terbakar
Rekaman video dari lokasi memperlihatkan petugas pemadam kebakaran dan polisi bekerja di sekitar bangkai pesawat yang masih mengeluarkan asap di kawasan gurun.
Laporan juga menyebutkan sejumlah jenazah ditemukan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Pemerintah daerah Nazca menegaskan investigasi kecelakaan sepenuhnya menjadi kewenangan otoritas penerbangan yang akan menentukan penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.
Nazca Lines Kembali Diwarnai Kecelakaan Pesawat
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden penerbangan wisata di kawasan Nazca Lines yang selama bertahun-tahun menjadi tujuan favorit wisatawan.
Situs warisan dunia UNESCO tersebut terkenal dengan geoglif raksasa bergambar burung kolibri, monyet, paus, dan berbagai bentuk lainnya yang hanya dapat terlihat jelas dari udara.
Kondisi tersebut membuat penerbangan wisata menjadi salah satu daya tarik utama kawasan tersebut.
Namun, tingginya jumlah operator penerbangan wisata juga memunculkan kekhawatiran mengenai standar keselamatan dan perawatan pesawat.
Baca Juga: Diterpa Kontroversi Atlet Transgender, Sophie Cunningham: Saya Datang untuk Bermain Basket
Beberapa kecelakaan sebelumnya antara lain:
2022: Pesawat wisata jatuh dan menewaskan tujuh orang, termasuk dua warga Chile dan tiga warga Belanda.
Oktober 2010: Empat wisatawan asal Inggris dan dua awak asal Peru meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat AirNasca.
Awal 2010: Tujuh orang tewas setelah pesawat Cessna 206 mengalami kecelakaan.
April 2008: Lima wisatawan asal Prancis meninggal dunia, sementara pilot berhasil selamat.
Pemerintah Peru Sampaikan Belasungkawa
Kementerian Pariwisata Peru menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seluruh wisatawan dan awak pesawat dalam tragedi tersebut.
Sementara itu, proses investigasi masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang kembali menyoroti aspek keselamatan penerbangan wisata di kawasan Nazca Lines. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : The Guardian