Jawa Pos Radar Madiun - Perang Rusia dan Ukraina kembali memakan korban jiwa di kedua belah pihak.
Saat rentetan serangan lintas perbatasan terus berlangsung, Ukraina kembali menargetkan gudang milik Wildberries, perusahaan e-commerce terbesar di Rusia.
Di sisi lain, serangan balasan Rusia juga menewaskan sejumlah warga Ukraina, menambah panjang daftar korban dalam konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas akibat saling serang yang terjadi pada Minggu (2/8), menurut pejabat Rusia dan Ukraina.
Gudang Wildberries Kembali Diserang Drone Ukraina
Salah satu target utama serangan drone Ukraina adalah gudang Wildberries di wilayah Samara, sekitar 800 kilometer dari posisi militer Ukraina yang paling maju.
Gubernur Samara, Vyacheslav Fedorishchev, mengatakan serangan tersebut memicu kebakaran, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Serangan ini bukan yang pertama. Sejak 18 Juli, pasukan Ukraina telah menyerang sekitar 12 fasilitas Wildberries sebagai upaya mengganggu aktivitas perusahaan yang menjadi tulang punggung perdagangan daring di Rusia dan kerap disebut sebagai "Amazon versi Rusia".
Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Feri di Laut Indonesia, Operasi Pencarian Puluhan Penumpang Terus Berlangsung
Korban Jiwa Bertambah di Rusia
Selain Samara, beberapa wilayah Rusia juga menjadi sasaran serangan drone Ukraina.
Di wilayah Udmurtia, tiga orang dilaporkan tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka akibat serangan drone.
Sementara di Belgorod yang berbatasan langsung dengan Ukraina, tiga orang tewas dan lima lainnya terluka.
Seorang anak juga meninggal dunia setelah drone Ukraina menghantam area di dekat taman bermain. Dua orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Di wilayah Saratov, serangan terhadap sebuah bangunan permukiman di Kota Engels menewaskan dua orang.
Gubernur Roman Busargin mengatakan infrastruktur sipil di Engels dan Saratov turut mengalami kerusakan.
Militer Ukraina mengklaim pihaknya juga menyerang kilang minyak Saratov, pangkalan udara militer Engels, serta depot minyak di wilayah Kaluga hingga memicu kebakaran.
Serangan Rusia Tewaskan Warga Ukraina
Di sisi lain, Rusia juga melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Ukraina. Pemerintah daerah melaporkan dua orang tewas di Dnipropetrovsk.
Korban jiwa juga dilaporkan masing-masing satu orang di wilayah Zaporizhzhia dan Kherson.
Selain itu, sebuah terminal milik perusahaan jasa pengiriman Nova Poshta di wilayah Kharkiv hancur akibat serangan Rusia. Perusahaan tersebut menyatakan seorang pekerjanya meninggal dunia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya turut menyerang infrastruktur militer dan dua kapal yang mengangkut perlengkapan militer di Pelabuhan Mykolaiv, serta sebuah kapal logistik militer di Laut Hitam.
Baca Juga: BOOM! Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta dalam Sehari, Spanyol Sebut Ada Permainan Mafia Penyelundup
Uni Eropa Periksa Kapal "Shadow Fleet" Rusia
Di tengah meningkatnya konflik, Uni Eropa juga mengambil langkah terhadap armada kapal yang diduga membantu Rusia menghindari sanksi minyak internasional.
Misi angkatan laut Uni Eropa yang dipimpin Italia memeriksa kapal tanker Toa Payoh, yang telah masuk daftar sanksi Uni Eropa.
Kapal tersebut dicegat di sebelah barat Pulau Pantelleria, Sisilia, saat berlayar dari Benin menuju Istanbul.
Menurut Kementerian Pertahanan Italia, kapal itu baru mengganti registrasi menjadi berbendera Kamerun pada pekan lalu.
Operasi tersebut menjadi pemeriksaan kedua terhadap kapal "shadow fleet" Rusia dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.
Pertukaran serangan antara Rusia dan Ukraina terus berlangsung di berbagai wilayah, sementara negara-negara Eropa semakin meningkatkan pengawasan terhadap jalur logistik yang diduga membantu Moskow mempertahankan ekspor minyaknya di tengah sanksi internasional. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : The Guardian