Kasus Tembus 18.000, Wabah Parasit Usus di Amerika Serikat Kini Sebabkan Kematian Pertama

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:01 WIB
Kematian pertama yang dikaitkan dengan wabah cyclosporiasis di Amerika Serikat. (CNN)
Kematian pertama yang dikaitkan dengan wabah cyclosporiasis di Amerika Serikat. (CNN)

Jawa Pos Radar Madiun - Wabah penyakit akibat parasit yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan gangguan pencernaan kini memakan korban jiwa.

Untuk pertama kalinya sejak lonjakan kasus cyclosporiasis terjadi di Amerika Serikat tahun ini, dua pasien di negara bagian Michigan dilaporkan meninggal dunia.

Di tengah meningkatnya jumlah kasus hingga puluhan ribu, otoritas kesehatan masih terus menyelidiki sumber penyebaran wabah yang diduga berkaitan dengan produk sayuran segar.

Dua Korban Meninggal Dilaporkan di Michigan

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan mengonfirmasi dua kematian yang berkaitan dengan wabah cyclosporiasis.

Menurut catatan medis, kedua pasien memiliki penyakit penyerta yang cukup serius dan kondisinya diduga semakin memburuk akibat infeksi cyclosporiasis serta dehidrasi.

Pihak berwenang menyatakan tidak akan memberikan informasi tambahan mengenai identitas maupun kondisi kedua korban. 

Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan bahwa kematian akibat cyclosporiasis tergolong sangat jarang karena penyakit tersebut umumnya bukan infeksi yang mengancam nyawa.

Baca Juga: BOOM! Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta dalam Sehari, Spanyol Sebut Ada Permainan Mafia Penyelundup

Lebih dari 11 Ribu Kasus Terjadi di Michigan

Michigan menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi dalam wabah kali ini. Hingga laporan terbaru, tercatat:

11.234 kasus cyclosporiasis di Michigan.
193 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dua kematian dikaitkan dengan wabah tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga menyatakan telah mengetahui adanya dua kematian terkait cyclosporiasis pada pasien dengan penyakit penyerta di Michigan sebagai bagian dari wabah yang sedang berlangsung.

Kasus Nasional Lampaui 18 Ribu

Lonjakan kasus tidak hanya terjadi di Michigan. CDC melaporkan lebih dari 18.000 kasus cyclosporiasis telah teridentifikasi di Amerika Serikat sepanjang musim penyebaran tahun ini.

Rinciannya meliputi:

6.707 kasus telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Sekitar 11.500 kasus lainnya masih menjalani proses pengujian untuk memastikan apakah infeksi diperoleh di dalam negeri.

Menurut CDC, jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan musim penyebaran pada tahun-tahun sebelumnya.

Apa Itu Cyclosporiasis?

Cyclosporiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit mikroskopis Cyclospora. Parasit ini dapat mencemari makanan segar maupun air yang kemudian dikonsumsi manusia.

Gejala paling umum berupa diare berat yang dapat berlangsung cukup lama apabila tidak mendapat penanganan.

Sebagian penderita memang dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, tanpa terapi yang tepat, gejala bisa bertahan selama satu bulan atau lebih.

Diare berkepanjangan juga meningkatkan risiko dehidrasi, yang pada kondisi tertentu dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada orang dengan penyakit penyerta.

Baca Juga: Mengapa Warga Estonia Rela Membuka Rumah untuk Orang Tak Dikenal?

Diduga Berasal dari Selada Iceberg

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) bersama CDC serta dinas kesehatan di berbagai negara bagian masih menyelidiki sejumlah klaster penyebaran penyakit tersebut.

Salah satu fokus penyelidikan adalah wabah besar yang terjadi di kawasan Midwest. Dalam proses investigasi, selada iceberg yang dipasok oleh Taylor Farms telah ditarik dari peredaran.

Otoritas kesehatan memperkirakan sebagian produk yang terkontaminasi kemungkinan sudah terlanjur dikonsumsi masyarakat atau tidak lagi berada di rak penjualan.

Kasus Umumnya Meningkat Saat Musim Panas

CDC menjelaskan bahwa kasus cyclosporiasis biasanya meningkat pada musim semi hingga musim panas di Amerika Serikat, dengan periode penyebaran yang umumnya berlangsung dari awal Mei hingga akhir Agustus.

Meski pola musiman tersebut bukan hal baru, jumlah kasus pada tahun ini dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan biasanya sehingga mendorong penyelidikan berskala nasional untuk mengidentifikasi sumber kontaminasi dan mencegah penyebaran lebih lanjut. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : CNN
Cyclosporiasis Wabah Parasit Michigan amerika serikat