Jawa Pos Radar Madiun - Suasana liburan di sebuah pantai di pesisir Laut Hitam berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik.
Ledakan yang terjadi di tengah keramaian pengunjung menewaskan tujuh orang, termasuk tiga anak-anak, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Insiden itu memicu saling tuding antara Rusia dan Ukraina mengenai penyebab jatuhnya drone yang menghantam kawasan wisata tersebut.
Tujuh Orang Tewas di Pantai Gelendzhik
Pemerintah Rusia menyatakan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia setelah puing-puing sebuah pesawat nirawak (drone) jatuh di kawasan pantai Gelendzhik, wilayah Krasnodar, Rusia selatan, pada Senin.
Pemerintah daerah mengonfirmasi tiga dari korban tewas merupakan anak-anak yang tengah berada di lokasi wisata tersebut.
Gubernur Krasnodar, Veniamin Kondratiev, mengatakan para korban meninggal ketika puing-puing drone jatuh ke area pantai yang dipenuhi pengunjung.
Selain korban jiwa, sebanyak 40 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 21 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 19 lainnya memperoleh penanganan medis tanpa harus dirawat inap. Kondratiev turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
Baca Juga: BOOM! Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta dalam Sehari, Spanyol Sebut Ada Permainan Mafia Penyelundup
Penyebab Ledakan Masih Belum Dipastikan
Hingga kini belum diketahui secara pasti apakah drone tersebut jatuh setelah ditembak oleh sistem pertahanan udara Rusia atau mengalami kecelakaan sebelum mencapai target.
Analisis CNN terhadap rekaman video insiden menunjukkan suara tembakan otomatis terdengar beberapa detik sebelum ledakan terjadi.
Dalam rekaman itu, drone tampak berbelok tajam lalu menghantam area pantai setelah melintas melewati sebuah instalasi radar Rusia yang berada di sebelah barat lokasi kejadian.
Ukraina Menuding Pertahanan Udara Rusia
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Pemerintah Ukraina, Andriy Kovalenko, menyatakan korban di pantai merupakan akibat dari sistem pertahanan udara Rusia sendiri.
Ia mengatakan drone ditembak jatuh di atas pantai yang sedang dipenuhi wisatawan.
"This was the work of Russian air defense forces, which shot down the drone over a beach full of vacationers. And pathetic efforts by the Russian authorities, who often conceal air raid alerts or fail to do everything necessary to ensure Russians’ safety during such alerts."
Kovalenko juga menegaskan bahwa Ukraina hanya menargetkan fasilitas industri militer dan infrastruktur ekonomi Rusia yang berkaitan dengan pendanaan perang.
"Ukraine uses its weapons exclusively against Russia’s military-industrial complex (and) economic infrastructure that affects Russia’s ability to finance the war."
Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina Memanas, Gudang Raksasa E-Commerce Kembali Jadi Sasaran Drone Kyiv
Wilayah Krasnodar Kerap Menjadi Sasaran
Wilayah Krasnodar memang menjadi salah satu target serangan Ukraina dalam beberapa waktu terakhir.
Daerah tersebut memiliki sejumlah aset strategis Rusia, termasuk pangkalan Angkatan Laut Novorossiysk yang menjadi markas utama Armada Laut Hitam Rusia.
Pangkalan tersebut berada sekitar 40 kilometer dari Gelendzhik. Kawasan itu juga beberapa kali dikaitkan dengan keberadaan sebuah istana yang disebut-sebut milik Presiden Rusia Vladimir Putin, meski Kremlin berulang kali membantah keterkaitan presiden dengan properti tersebut.
Serangan Lintas Perbatasan Terus Meningkat
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina meningkatkan intensitas serangan ke wilayah Rusia menggunakan drone.
Sasaran yang diserang meliputi fasilitas energi, pabrik persenjataan, instalasi militer hingga pelabuhan.
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, serangan drone dan artileri Ukraina sepanjang 24 hingga 31 Juli menyebabkan sedikitnya 61 orang tewas dan 327 lainnya terluka.
Sebelumnya, pada 18 Juli, sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal akibat serangan drone Ukraina di Rusia, yang disebut sebagai salah satu serangan paling mematikan di wilayah Rusia dalam lebih dari dua tahun terakhir.
Di sisi lain, serangan Rusia ke Ukraina juga terus memakan korban. Pada bulan yang sama, serangan Rusia dilaporkan menewaskan sedikitnya 377 warga sipil dan melukai 2.129 lainnya. Angka tersebut menjadi jumlah korban sipil bulanan tertinggi sejak April 2022. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : CNN