Kelsey Plum Tinggalkan Sparks, Awal Baru atau Pertaruhan Besar Phoenix Mercury?

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:00 WIB
After trading Kelsey Plum (left) to the Mercury, the Sparks must decide how hard of a restart they need, including the future of coach Lynne Roberts (right). (si.com)
After trading Kelsey Plum (left) to the Mercury, the Sparks must decide how hard of a restart they need, including the future of coach Lynne Roberts (right). (si.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Harapan itu sempat terlihat nyata. Los Angeles Sparks pernah yakin bahwa menghadirkan pemain bintang bisa mempercepat jalan menuju persaingan gelar.

Namun hanya dalam waktu dua musim, mimpi tersebut berubah menjadi kenyataan yang pahit.

Kini, kepergian Kelsey Plum menjadi penanda bahwa Sparks kembali harus membangun tim dari awal.

Keputusan tersebut terjadi setelah Los Angeles melepas guard bintang Kelsey Plum ke Phoenix Mercury menjelang batas akhir bursa transfer WNBA 2026.

Sebagai gantinya, Sparks mendapatkan Monique Akoa Makani, satu pilihan putaran pertama Draft WNBA 2027, serta satu pilihan putaran kedua pada 2028.

Upaya Instan Sparks Berakhir Lebih Cepat

Transfer Plum menutup proyek ambisius yang dimulai sebelum musim 2025. Saat itu, Los Angeles memilih mengejar hasil instan dengan mendatangkan pemain berpengalaman dibanding melanjutkan proses regenerasi.

Langkah tersebut ternyata tidak membuahkan hasil sesuai harapan. Selama dua musim, Sparks hanya mencatat rekor 31 kemenangan dan 40 kekalahan.

Manajemen juga mengalami perubahan besar setelah pergantian general manager, sementara posisi pelatih Lynne Roberts kini turut menjadi sorotan.

Musim ini Los Angeles masih tercecer dengan rekor 10-17, terpaut 5,5 pertandingan dari zona playoff.

Situasi tersebut membuat organisasi akhirnya memilih kembali fokus pada pembangunan jangka panjang.

Baca Juga: BOOM! Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta dalam Sehari, Spanyol Sebut Ada Permainan Mafia Penyelundup

Phoenix Mercury Tambah Senjata Baru

Di sisi lain, Phoenix Mercury mengambil langkah berani dengan merekrut salah satu pencetak angka terbaik WNBA.

Sebelum mengalami cedera kaki, Plum tampil impresif dengan rata-rata 23,9 poin per pertandingan dalam 12 laga musim ini.

Kehadirannya diproyeksikan memperkuat lini serang Mercury yang sebelumnya kesulitan menjaga konsistensi performa.

Jika pulih sepenuhnya, Plum akan bergabung bersama Alyssa Thomas dan Kahleah Copper untuk membentuk trio baru yang diharapkan mampu membawa Phoenix mengejar tiket playoff.

Namun perjudian ini juga memiliki risiko. Mercury harus merelakan pilihan putaran pertama Draft WNBA 2027, yang diperkirakan akan dihuni banyak talenta muda berkualitas apabila Plum hanya bertahan satu musim sebelum berstatus free agent.

Mengapa Sparks Memilih Melepas Plum?

Keputusan Los Angeles dinilai lebih realistis dibanding mempertahankan pemain yang berpotensi hengkang pada akhir musim.

Selain memperoleh aset draft yang bernilai tinggi, Sparks juga mendapatkan Monique Akoa Makani, guard muda yang tampil cukup menjanjikan selama dua musim bersama Phoenix. Kehadirannya diharapkan menjadi bagian dari fondasi baru tim.

Pilihan putaran pertama Draft 2027 juga memberi peluang bagi Sparks untuk memiliki dua pilihan awal jika posisi klasemen mereka tetap berada di papan bawah.

Baca Juga: Mengapa Warga Estonia Rela Membuka Rumah untuk Orang Tak Dikenal?

Jalan Panjang Menuju Kebangkitan

Dalam beberapa tahun terakhir, Sparks beberapa kali mencoba mempercepat proses pembangunan tim.

Mereka merekrut pemain veteran, mengganti pelatih, hingga melakukan berbagai pertukaran pemain. Namun hasil di lapangan belum sesuai ekspektasi.

Kini arah organisasi mulai berubah. Manajemen mengakui bahwa seluruh keputusan harus difokuskan pada masa depan, bukan sekadar mengejar hasil instan.

Salah satu langkah yang telah diumumkan adalah pembangunan fasilitas latihan senilai 150 juta dolar AS yang ditargetkan selesai pada 2027.

Selain itu, perubahan struktur kepemimpinan juga diharapkan membantu organisasi menyusun strategi jangka panjang yang lebih matang.

Masa Depan Kedua Tim

Bagi Phoenix Mercury, kedatangan Kelsey Plum menjadi peluang terakhir untuk memperbaiki musim yang mengecewakan.

Mereka berharap tambahan pemain bintang mampu mengangkat performa tim dalam sisa pertandingan musim reguler.

Sementara itu, Los Angeles Sparks memilih menerima kenyataan bahwa proses membangun tim tidak bisa dipercepat.

Dengan tambahan aset draft dan pemain muda, mereka kini memiliki kesempatan menyusun fondasi yang lebih kuat untuk beberapa musim mendatang.

Transfer Kelsey Plum bukan sekadar pertukaran pemain. Kesepakatan ini menjadi simbol dua arah berbeda: Phoenix memilih mengejar peluang saat ini, sedangkan Los Angeles memutuskan kembali menata masa depan dari awal. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : SI.com
WNBA Kelsey Plum Phoenix Mercury Los Angeles Sparks Bursa Transfer WNBA