Jawa Pos Radar Madiun - Dentuman rudal kembali memecah langit Ukraina. Saat stok sistem pertahanan udara semakin tertekan dan serangan Rusia terus meningkat, secercah harapan muncul dari pengembangan rudal Patriot generasi baru yang diklaim memiliki harga jauh lebih terjangkau.
Meski belum akan tersedia dalam waktu dekat, proyek tersebut mulai dipandang sebagai salah satu solusi jangka panjang bagi pertahanan Ukraina.
Pembahasan Produksi Patriot Masih Berlanjut
Laporan Reuters menyebut pembicaraan mengenai kemungkinan keterlibatan Ukraina dalam produksi sistem pertahanan udara Patriot masih terus berlangsung.
Hal ini terjadi meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya sempat menyampaikan keraguan terhadap rencana pemberian akses teknologi Patriot kepada Ukraina.
Sumber pertahanan Amerika Serikat mengatakan tidak ada instruksi untuk menghentikan negosiasi.
Diskusi tetap melibatkan perusahaan persenjataan AS, pejabat militer, serta berbagai pihak terkait.
Salah satu opsi yang dinilai paling realistis adalah memproduksi sebagian komponen Patriot di Ukraina, kemudian merakitnya di Jerman.
Negara tersebut saat ini telah memproduksi varian Patriot generasi lama dan diproyeksikan juga akan membuat sistem PAC-3 yang lebih modern.
Baca Juga: BOOM! Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta dalam Sehari, Spanyol Sebut Ada Permainan Mafia Penyelundup
Lockheed Martin Kembangkan Rudal Patriot Lebih Murah
Perusahaan pertahanan Lockheed Martin tengah mengembangkan interceptor baru bernama PAC-3 Adapted Capability Effector (ACE).
Keunggulan Patriot PAC-3 ACE
Beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain:
- Harga diperkirakan kurang dari setengah biaya rudal Patriot standar.
- Tetap menggunakan peluncur dan perangkat lunak Patriot yang sudah ada.
- Pengembangan diklaim bisa berlangsung lebih cepat dibanding sistem baru.
Namun, para pejabat mengingatkan bahwa apabila Ukraina benar-benar terlibat dalam proses produksi, realisasinya masih membutuhkan waktu cukup lama.
Jalur produksi baru umumnya memerlukan waktu antara satu hingga tujuh tahun setelah perjanjian lisensi ditandatangani.
Serangan Rusia Terus Memakan Korban
Sementara pembahasan proyek pertahanan berlangsung, situasi di lapangan masih sangat berat bagi Ukraina.
Pada Rabu (5/8), sedikitnya 17 orang tewas akibat serangan rudal Rusia yang kembali menghantam Kyiv.
Keterbatasan rudal pencegat membuat pasukan Ukraina dilaporkan tidak mampu mencegat satu pun rudal yang diluncurkan Rusia dalam serangan tersebut.
Kondisi itu memperlihatkan betapa mendesaknya kebutuhan Ukraina terhadap tambahan sistem pertahanan udara.
Baca Juga: Pantai Ramai Mendadak Jadi Lokasi Maut, Serangan Drone Tewaskan Tujuh Orang di Rusia
Ancaman Baru Muncul di Jerman
Ketegangan perang juga mulai berdampak ke negara lain. Menteri Dalam Negeri Jerman memperingatkan adanya "tingkat bahaya baru" setelah drone bermuatan bahan peledak ditemukan di Bandara Leipzig. Perangkat tersebut berhasil dijinakkan menggunakan robot penjinak bom.
Bandara Leipzig memiliki posisi strategis karena menjadi pusat logistik militer NATO sekaligus basis operasi Antonov Airlines di Eropa.
Dugaan sementara mengarah pada keterlibatan Rusia, meski penyelidikan masih berlangsung.
Rusia dan Ukraina Terus Saling Melancarkan Serangan
Konflik juga berlanjut di berbagai wilayah lain. Di Rusia, Vladimir Tkachuk, pimpinan perusahaan pembuat drone Uraldronzavod, mengalami luka kritis setelah mobilnya meledak akibat bom yang dipasang di bawah kendaraan. Ledakan tersebut menewaskan pengawalnya.
Sementara itu, otoritas Ukraina memerintahkan evakuasi paksa terhadap 525 anak beserta wali mereka dari Kota Kramatorsk, wilayah yang semakin terancam karena pasukan Rusia telah berada sekitar 20 kilometer dari sisi timur kota.
Di sektor energi, kilang minyak Saratov milik Rosneft juga dilaporkan menghentikan proses pengolahan minyak sejak 2 Agustus setelah serangan drone Ukraina merusak fasilitas produksinya.
Kerusakan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga pekan untuk diperbaiki.
Baca Juga: Kasus Tembus 18.000, Wabah Parasit Usus di Amerika Serikat Kini Sebabkan Kematian Pertama
Masa Depan Pertahanan Ukraina Masih Penuh Tantangan
Pengembangan Patriot versi murah memang memberi harapan baru bagi Ukraina untuk memperkuat pertahanan udaranya dalam jangka panjang.
Namun, proses produksi yang masih membutuhkan waktu berarti solusi tersebut belum mampu menjawab kebutuhan mendesak di medan perang saat ini.
Di sisi lain, serangan rudal Rusia yang terus berlanjut, ancaman keamanan yang meluas hingga Eropa, serta saling serang terhadap infrastruktur penting menunjukkan bahwa konflik masih jauh dari kata mereda. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : The Guardian