Jawa Pos Radar Madiun - Suasana kemenangan yang semestinya penuh perayaan justru dibayangi kegelisahan.
Saat hasil pemilihan pendahuluan Senat Amerika Serikat di Michigan akhirnya diumumkan, Abdul El-Sayed memang keluar sebagai pemenang.
Namun, selisih suara yang sangat tipis membuat kemenangan itu menyisakan pekerjaan rumah besar: menyatukan kembali Partai Demokrat yang terpecah menjelang pemilu November.
El-Sayed memastikan kemenangan setelah mengungguli rivalnya dengan selisih sekitar 15.000 suara dari lebih dari 1,5 juta suara yang masuk.
Hasil tersebut menjadikannya kandidat Demokrat untuk menghadapi mantan anggota Kongres dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam perebutan kursi Senat yang dinilai sangat menentukan keseimbangan kekuatan politik di Senat AS.
“In the words of Muhammad Ali, ‘We shook up the world,’” kata Abdul El-Sayed kepada wartawan usai memastikan kemenangan.
Perpecahan Internal Jadi Tantangan Utama
Selisih Tipis Memunculkan Kekhawatiran
Meski memenangkan pemilihan pendahuluan, banyak tokoh Demokrat di Michigan belum sepenuhnya yakin partai dapat segera bersatu.
Beberapa pemimpin partai secara terbuka menyatakan optimistis, tetapi di balik layar muncul kekhawatiran bahwa luka politik selama masa kampanye terlalu dalam untuk dipulihkan dalam waktu singkat.
Kursi Senat Michigan dipandang sangat penting karena dapat memengaruhi peluang Partai Demokrat merebut kembali mayoritas di Senat selama dua tahun terakhir masa pemerintahan Presiden Donald Trump.
Baca Juga: Tangis dan Harapan Tim Putri Afghanistan, Kembali Bersatu Setelah Bertahun-Tahun Terpisah
Kampanye Keras Tinggalkan Luka Politik
Serangan terhadap Lawan Jadi Sorotan
Selama masa kampanye, El-Sayed dikenal vokal mengkritik pengaruh kelompok donor besar dalam politik, termasuk menyerang lawannya, Haley Stevens, terkait dukungan organisasi pro-Israel.
Strategi tersebut berhasil menarik dukungan dari kalangan progresif, tetapi juga memicu penolakan dari sebagian Demokrat moderat.
Saat diwawancarai CNN setelah pemungutan suara, El-Sayed mengakui bahwa beberapa pernyataannya selama kampanye seharusnya tidak perlu diucapkan.
“In the heat of a primary, you’re going to say some things you later on would rather have not said,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan kini dirinya dan Haley Stevens memiliki tujuan yang sama, yakni mengalahkan kandidat Partai Republik pada pemilu mendatang.
Demokrat Bergerak Membangun Rekonsiliasi
Hanya Punya Waktu 13 Pekan
Usai hasil pemilihan diumumkan, sejumlah tokoh Demokrat mulai menyerukan persatuan. Mantan kandidat Senat, Mallory McMorrow, langsung menyatakan dukungannya kepada El-Sayed dan menilai masih ada waktu untuk menyatukan kekuatan partai.
“I recognize it may take a few weeks,” kata McMorrow. “But we’ve got 13 weeks between now and November.”
Sebagai langkah awal, Partai Demokrat menjadwalkan acara konsolidasi di Detroit yang akan dihadiri Pete Buttigieg.
Selain itu, puluhan organisasi lapangan telah dikerahkan untuk memperkuat kampanye menjelang pemilu umum.
Baca Juga: BOOM! Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta dalam Sehari, Spanyol Sebut Ada Permainan Mafia Penyelundup
Isu Israel dan Pendanaan Politik Mendominasi
Salah satu isu yang paling banyak memengaruhi dinamika pemilihan adalah kritik El-Sayed terhadap pendanaan politik dari kelompok lobi serta sikapnya mengenai konflik Israel-Gaza.
Bagi para pendukungnya, keberanian menolak pengaruh uang besar dalam politik menjadi alasan utama memberikan suara.
Namun bagi sebagian Demokrat lainnya, pendekatan tersebut justru memperlebar jurang perbedaan di internal partai.
Beberapa tokoh Demokrat bahkan mengaku tetap akan mendukung El-Sayed demi mempertahankan kursi Senat, meski mengakui keputusan itu bukan hal yang mudah.
Sementara sebagian pemilih masih mempertimbangkan apakah akan memberikan dukungan penuh kepada kandidat tersebut.
El-Sayed Berupaya Merangkul Semua Kelompok
Setelah resmi menjadi kandidat Demokrat, El-Sayed mulai mengubah fokus kampanyenya menjadi ajakan untuk bersatu.
Ia menegaskan komitmennya terhadap keamanan komunitas Yahudi di Amerika Serikat dan berharap dapat membangun kembali kepercayaan dari berbagai kelompok yang sempat berbeda pandangan selama pemilihan pendahuluan.
“I want you to know that my commitment to your safety, my commitment to Jewish safety, is the same commitment that I have to the safety of my own daughters,” kata El-Sayed.
Meski demikian, ia tetap menolak anggapan bahwa kehadirannya bersama sejumlah influencer progresif merupakan kesalahan dan menegaskan fokus utamanya kini adalah menghadapi Mike Rogers dalam pemilu November.
Dengan waktu kampanye yang tersisa sekitar 13 pekan, Partai Demokrat kini menghadapi tantangan yang tak kalah besar dibanding memenangkan pemilihan pendahuluan: memastikan seluruh faksi di dalam partai dapat kembali bersatu demi mempertahankan kursi penting di Senat Amerika Serikat. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Sumber : CNN