Terungkap! Penembakan Kedua Konsulat AS di Toronto Diduga Libatkan Jaringan Penembak Bayaran

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Petugas kepolisian mengamankan area di sekitar lokasi kejadian dengan memasang garis polisi dan menutup akses jalan. (ABC News)
Petugas kepolisian mengamankan area di sekitar lokasi kejadian dengan memasang garis polisi dan menutup akses jalan. (ABC News)

Jawa Pos Radar Madiun - Suasana dini hari di kawasan Konsulat Amerika Serikat di Toronto kembali berubah mencekam ketika suara tembakan memecah keheningan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menjadi serangan kedua terhadap gedung diplomatik yang sama dalam kurun waktu lima bulan.

Kini, polisi menyebut aksi itu bukan kejahatan biasa, melainkan diduga bagian dari jaringan penembak bayaran yang beroperasi secara daring.

Dua Tersangka Berhasil Diamankan

Kepolisian Toronto mengumumkan penangkapan seorang pria berusia 19 tahun dan seorang remaja berusia 15 tahun atas dugaan keterlibatan dalam penembakan Konsulat Amerika Serikat yang terjadi pada 27 Juli lalu.

Tersangka dewasa diidentifikasi sebagai Xen-Ul-Abdeen Syed. Ia menghadapi sejumlah dakwaan, antara lain kepemilikan senjata api, pembakaran, kepemilikan barang hasil kejahatan, serta menyerang fasilitas yang dilindungi hukum internasional.

Sementara itu, identitas tersangka berusia 15 tahun tidak dipublikasikan sesuai ketentuan hukum Kanada.

Baca Juga: Selat Hormuz Menuju Babak Baru? Iran Sebut Negosiasi dengan Oman Tinggal Selangkah Lagi

Diduga Direkrut Lewat Aplikasi Pesan Terenkripsi

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kedua tersangka diduga direkrut melalui aplikasi pesan terenkripsi.

Mereka disebut dijanjikan sejumlah uang untuk melancarkan aksi penembakan terhadap gedung konsulat.

Meski demikian, polisi masih terus menyelidiki siapa pihak yang memerintahkan aksi tersebut.

"There has been significant public interest and speculation about who is behind these crimes. That remains a key focus of our investigation."

Pernyataan itu disampaikan Kepala Kepolisian Toronto, Myron Demkiw, yang menegaskan bahwa identitas aktor intelektual di balik serangan masih menjadi fokus utama penyelidikan.

Penembakan Terjadi Meski Ada Pengamanan Polisi

Menurut polisi, penembakan berlangsung sekitar pukul 04.46 waktu setempat. Sebuah mobil Honda Accord berwarna putih berhenti di depan gedung konsulat, kemudian satu tembakan dilepaskan hingga mengenai bagian depan bangunan.

Petugas sempat melakukan pengejaran terhadap kendaraan tersebut. Namun, pengejaran dihentikan karena mobil melaju dengan kecepatan sangat tinggi sehingga dinilai membahayakan keselamatan.

Yang menarik, insiden ini terjadi meski sebuah mobil patroli telah ditempatkan di sekitar lokasi sejak penembakan pertama pada Maret lalu sebagai langkah pengamanan tambahan.

Baca Juga: BOOM! Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta dalam Sehari, Spanyol Sebut Ada Permainan Mafia Penyelundup

Polisi Soroti Maraknya Jaringan Gun-for-Hire

Penyelidikan juga mengarah pada dugaan keberadaan jaringan gun-for-hire, yaitu kelompok yang merekrut pelaku kejahatan melalui platform digital dengan imbalan uang.

Kepala Superintendent Joe Matthews mengatakan pola tersebut kini semakin sering ditemukan dalam berbagai kasus kriminal, mulai dari penembakan, pembunuhan, hingga pembakaran.

"In many circumstances we know they are not getting paid."

Menurut Matthews, dalam banyak kasus para pelaku bahkan tidak selalu menerima bayaran yang telah dijanjikan setelah menjalankan aksi kriminal tersebut.

Selain penembakan terhadap konsulat, polisi menduga kedua tersangka juga terlibat dalam pembakaran sebuah kendaraan di wilayah sekitar Toronto tiga hari sebelum insiden penembakan terjadi.

Serangan Kedua dalam Lima Bulan

Insiden terbaru merupakan penembakan kedua terhadap Konsulat Amerika Serikat di Toronto sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, gedung yang sama juga menjadi sasaran penembakan pada 10 Maret.

Dua orang telah ditangkap dalam kasus tersebut pada Juni lalu. Beruntung, baik dalam serangan Maret maupun Juli, tidak ada korban luka maupun korban jiwa.

Selain Kepolisian Toronto, Kepolisian Berkuda Kerajaan Kanada (RCMP) juga melakukan penyelidikan terpisah dengan memperlakukan kasus tersebut sebagai insiden yang berkaitan dengan keamanan nasional.

Polisi sebelumnya juga mengungkap dugaan bahwa sejumlah aksi penembakan lain di Toronto, termasuk serangan terhadap beberapa sinagoge, memiliki keterkaitan dengan jaringan penembak bayaran yang beroperasi secara berlapis melalui dunia maya. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : ABC News
Toronto Konsulat Amerika Serikat Gun for Hire kanada penembakan