Penerbangan Air India Diguncang Insiden Serius, Hasil Tes Pilot Jadi Sorotan

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB

 

An Air India Airbus A350-900 plane at the Farnborough International Airshow, in Farnborough, Britain on Jul 24, 2024. (channelnewsasia.com)
An Air India Airbus A350-900 plane at the Farnborough International Airshow, in Farnborough, Britain on Jul 24, 2024. (channelnewsasia.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Penerbangan Air India dari Phuket menuju New Delhi mendadak berubah menjadi situasi menegangkan ketika pesawat kehilangan ketinggian sekitar 91 meter di tengah turbulensi.

Sebanyak 17 penumpang dan kru mengalami luka, sementara pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat.

Kini, perhatian beralih kepada hasil pemeriksaan pilot setelah tes awal menunjukkan adanya hasil yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Kementerian Penerbangan Sipil India pada Minggu (9/8/2026) menyatakan bahwa pilot yang bertugas sebagai Pilot-in-Command (PIC) menjalani tes narkoba psikoaktif lanjutan setelah hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya indikasi yang perlu dikonfirmasi.

Pesawat yang terlibat merupakan Airbus A320 dengan total 137 penumpang dan delapan awak. Insiden tersebut terjadi pada 4 Agustus ketika pesawat tengah melakukan perjalanan dari Phuket, Thailand, menuju New Delhi.

Baca Juga: Klasemen Moto3 2026 Terbaru usai Seri Inggris: Veda Ega Pratama Dekati 100 Poin

Pesawat Kehilangan Ketinggian Saat Turbulensi

Menurut Kementerian Penerbangan Sipil India, pesawat mengalami penurunan ketinggian sekitar 91 meter sebelum kembali stabil dan melanjutkan penerbangan hingga mendarat dengan aman di ibu kota India.

Dampak turbulensi membuat sejumlah orang mengalami cedera. Setelah pesawat mendarat, delapan penumpang dan empat awak kabin harus dibawa ke rumah sakit. Kondisi mereka kemudian dilaporkan stabil.

Kementerian menyebut insiden tersebut sebagai "serious incident" dan telah menyerahkannya untuk diselidiki oleh Aircraft Accident Investigation Bureau (AAIB) India.

Hasil Tes Pilot Membutuhkan Pemeriksaan Lanjutan

Setelah insiden, kedua pilot menjalani pemeriksaan standar untuk mendeteksi penggunaan zat psikoaktif.

Namun, hasil pemeriksaan terhadap pilot utama memunculkan temuan yang membuat sampel harus dikirim ke laboratorium khusus.

Kementerian Penerbangan Sipil India menjelaskan:

"The screening test in respect of the Pilot-in-Command (PIC) indicated a result requiring confirmatory testing,"

Sampel tersebut kemudian dikirim untuk dianalisis lebih lanjut. Pemerintah India masih menunggu laporan final dari laboratorium.

"Samples have accordingly been sent to the designated laboratory for confirmatory analysis, and the final report is awaited."

Hasil pemeriksaan lanjutan tersebut menjadi penting karena belum dapat disimpulkan bahwa pilot menggunakan zat terlarang hanya berdasarkan hasil skrining awal. Pemeriksaan konfirmasi diperlukan untuk memastikan temuan tersebut.

Baca Juga: Apple Siapkan Kejutan? Ramai Bocoran iPhone Ultra Meluncur di 2026, Harga Rp 44 Jutaan

Kedua Pilot Dicopot dari Jadwal Penerbangan

Sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium, kedua pilot untuk sementara tidak diperbolehkan menjalankan penerbangan.

Kementerian mengatakan tindakan berikutnya akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan dan tes konfirmasi.

Dengan demikian, status pemeriksaan pilot masih berada dalam tahap investigasi dan belum menghasilkan kesimpulan akhir mengenai penyebab insiden.

Air India juga mengonfirmasi bahwa pemeriksaan setelah penerbangan telah dilakukan terhadap kedua pilot.

Namun, pihak maskapai mengatakan hasil pemeriksaan tersebut belum disampaikan kepada perusahaan.

Insiden Menambah Tekanan bagi Air India

Kejadian ini menjadi persoalan terbaru bagi Air India ketika maskapai tersebut tengah melakukan pembenahan besar-besaran di bawah Tata Group.

Sejak mengambil alih Air India pada 2022, Tata Group telah melakukan berbagai upaya untuk memperbarui armada dan menggabungkan sejumlah bisnis penerbangan miliknya.

Meski proses modernisasi terus berjalan, maskapai masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterlambatan pengiriman pesawat dan penutupan wilayah udara akibat konflik India-Pakistan pada 2025.

Reputasi Air India sebelumnya juga mendapat tekanan berat setelah Air India Flight 171, pesawat Boeing 787 Dreamliner tujuan London, jatuh sesaat setelah lepas landas dari Ahmedabad pada Juni 2025.

Kecelakaan tersebut menewaskan hampir seluruh 242 orang di dalam pesawat, dengan hanya satu orang yang selamat, serta 19 orang di darat.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Air India kini dipimpin oleh mantan CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam, yang ditunjuk untuk membantu menjalankan upaya pemulihan dan pembenahan maskapai. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : channelnewsasia.com
Pilot Air India Pesawat Air India Penerbangan India kecelakaan pesawat air india