Tragedi di Perairan New York, Perahu Terbalik di Dekat Patung Liberty

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Patung Liberty (BBC)
Patung Liberty (BBC)

Jawa Pos Radar Madiun - Malam di perairan dekat Patung Liberty berubah menjadi operasi penyelamatan besar setelah sebuah perahu terbalik di New York Harbour.

Belasan orang berhasil diselamatkan dari air, tetapi dua penumpang, seorang wanita berusia 27 tahun dan bayi perempuan berusia lima bulan, akhirnya meninggal dunia.

Operator perahu tersebut, pria berusia 46 tahun yang tinggal di Manhattan, kini telah ditangkap dan didakwa dengan 13 tuduhan reckless endangerment atau tindakan yang dianggap membahayakan keselamatan orang lain secara sembrono, menurut kepolisian New York.

Perahu Terbalik di Dekat Liberty Island

Insiden terjadi pada Sabtu malam di perairan sekitar Liberty Island, lokasi berdirinya Patung Liberty.

Polisi menerima panggilan darurat 911 sekitar pukul 22.25 waktu setempat untuk melaporkan sebuah perahu yang terbalik.

Operasi pencarian dan penyelamatan kemudian segera dilakukan. Sebanyak 12 orang yang berhasil dievakuasi dari air dilaporkan berada dalam kondisi stabil.

Perusahaan operator tur di sekitar lokasi, Sea the City, turut membantu proses penyelamatan.

Pendiri perusahaan tersebut, Adam Schwartz, mengatakan kepada CBS News, mitra BBC di Amerika Serikat, bahwa pihaknya melihat perahu yang terbalik dan membantu menarik 11 orang keluar dari air.

Baca Juga: Apple Siapkan Kejutan? Ramai Bocoran iPhone Ultra Meluncur di 2026, Harga Rp 44 Jutaan

Wanita dan Bayi Ditemukan Tim Penyelamat

Meskipun sebagian besar korban berhasil diselamatkan, petugas masih melakukan pencarian terhadap penumpang lain yang belum ditemukan.

Penyelam dari kepolisian New York kemudian menemukan seorang wanita berusia 27 tahun dan seorang bayi perempuan berusia lima bulan.

Keduanya segera dibawa ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.

Identitas kedua korban belum diumumkan oleh pihak berwenang. Polisi juga belum mengungkapkan siapa saja penumpang lain yang berada di dalam perahu maupun penyebab pasti perahu tersebut terbalik.

Operasi Penyelamatan Melibatkan Banyak Tim

Besarnya operasi penyelamatan terlihat dari jumlah armada yang dikerahkan ke lokasi.

Penjaga Pantai Amerika Serikat atau US Coast Guard menyebut operasi tersebut melibatkan:

Tim penyelamat dari berbagai lembaga bekerja bersama untuk mencari korban yang masih berada di dalam air serta memastikan para penumpang yang berhasil dievakuasi mendapatkan pertolongan.

"We are extremely grateful for the heroic, swift actions of our partner agencies and Good Samaritan vessel who assisted in rescuing survivors from the water," kata Capt Doreen McCarthy dari US Coast Guard.

Baca Juga: Klasemen Moto3 2026 Terbaru usai Seri Inggris: Veda Ega Pratama Dekati 100 Poin

Operator Perahu Didakwa

Setelah insiden tersebut, operator perahu berusia 46 tahun itu ditangkap. Polisi menyebut pria yang merupakan warga Manhattan tersebut menghadapi 13 dakwaan reckless endangerment.

Namun, penyelidikan terhadap insiden masih berlangsung. Pihak Coast Guard juga tengah memeriksa kemungkinan bahwa perahu tersebut dioperasikan sebagai charter ilegal.

Charter ilegal merujuk pada pengoperasian kapal yang membawa penumpang dengan bayaran tetapi tidak memiliki kredensial, perlengkapan keselamatan, atau sertifikat inspeksi yang diwajibkan.

Penyebab Insiden Masih Diselidiki

Hingga saat ini, pihak berwenang belum menyampaikan penyebab pasti perahu tersebut terbalik. Mereka juga belum merilis informasi lengkap mengenai para penumpang.

Penyelidikan akan menentukan bagaimana insiden terjadi, termasuk kemungkinan pelanggaran terkait pengoperasian kapal untuk mengangkut penumpang.

Sementara itu, proses hukum terhadap operator perahu telah dimulai setelah polisi menetapkan sejumlah dakwaan terkait keselamatan penumpang.

Insiden ini menjadi tragedi di salah satu kawasan paling ikonik di New York.

Di tengah keberhasilan tim penyelamat mengevakuasi sebagian besar penumpang, pencarian yang berujung pada ditemukannya seorang wanita dan bayi menunjukkan bahwa operasi tersebut berlangsung dalam situasi yang serius. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : BBC
Kecelakaan Perahu US Coast Guard amerika serikat patung liberty new york